<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meski Akan Bicara, Respons Presiden Dianggap Telat</title><description>Menurut Gunawan tindakan yang dilakukan Presiden SBY sebagai momentum yang telat menghadapi kasus KPK dan Polri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/07/339/700322/meski-akan-bicara-respons-presiden-dianggap-telat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/07/339/700322/meski-akan-bicara-respons-presiden-dianggap-telat"/><item><title>Meski Akan Bicara, Respons Presiden Dianggap Telat</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/07/339/700322/meski-akan-bicara-respons-presiden-dianggap-telat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/07/339/700322/meski-akan-bicara-respons-presiden-dianggap-telat</guid><pubDate>Minggu 07 Oktober 2012 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Yunisa Herawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/07/339/700322/LG43a2BrsM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KPK</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/07/339/700322/LG43a2BrsM.jpg</image><title>KPK</title></images><description>JAKARTA - Sastrawan sekaligus tokoh media, Gunawan Muhammad&amp;nbsp; menyayangkan keterlambatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyikapi soal pengepungan polisi di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan Jakarta Selatan.&quot;Presiden harus beri instruksi kepada Kapolri. Kita lihat dulu, kalau kita tidak puas ya kita bergerak lagi,&quot; ujarnya saat ditemui di sela aksi save KPK di Bundaran HI, Minggu (7/10/2012)Menurut Gunawan tindakan yang dilakukan Presiden SBY sebagai momentum yang telat menghadapi kasus KPK dan Polri. &quot;Tindakan SBY momentumnya&amp;nbsp; terlambat tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,&quot; paparnya.Gunawan menjelaskan perilaku korupsi di Indonesia sudah sangat parah, kasus korupsi dinilai sangat lamban untuk ditangani. Akibatnya masyarakat bersikap apatis terhadap sejumlah penegak hukum di Indonesia.&quot;Yang lebih stress adalah kebencian masyarakat atas korupsi dan kegilaan penguasa untuk tetap melakukan korupsi. Ini bentuk perjuangan rakyat,&quot; pungkasnyaSelanjutnya Gunawan mengaku bersyukur atas penolakan sejumlah partai politik di gedung DPR RI yang menolak draft revisi UU KPK.&amp;nbsp; &quot;Saya bersyukur sejumlah parpol di DPR menolak pelemahan KPK dengan Revisi UU KPK. DPR ternyata walau sesekali dapat mendengar suara rakyat,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sastrawan sekaligus tokoh media, Gunawan Muhammad&amp;nbsp; menyayangkan keterlambatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyikapi soal pengepungan polisi di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan Jakarta Selatan.&quot;Presiden harus beri instruksi kepada Kapolri. Kita lihat dulu, kalau kita tidak puas ya kita bergerak lagi,&quot; ujarnya saat ditemui di sela aksi save KPK di Bundaran HI, Minggu (7/10/2012)Menurut Gunawan tindakan yang dilakukan Presiden SBY sebagai momentum yang telat menghadapi kasus KPK dan Polri. &quot;Tindakan SBY momentumnya&amp;nbsp; terlambat tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,&quot; paparnya.Gunawan menjelaskan perilaku korupsi di Indonesia sudah sangat parah, kasus korupsi dinilai sangat lamban untuk ditangani. Akibatnya masyarakat bersikap apatis terhadap sejumlah penegak hukum di Indonesia.&quot;Yang lebih stress adalah kebencian masyarakat atas korupsi dan kegilaan penguasa untuk tetap melakukan korupsi. Ini bentuk perjuangan rakyat,&quot; pungkasnyaSelanjutnya Gunawan mengaku bersyukur atas penolakan sejumlah partai politik di gedung DPR RI yang menolak draft revisi UU KPK.&amp;nbsp; &quot;Saya bersyukur sejumlah parpol di DPR menolak pelemahan KPK dengan Revisi UU KPK. DPR ternyata walau sesekali dapat mendengar suara rakyat,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
