<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolri Ngotot Usut Kasus Novel Baswedan</title><description>Kapolri Jenderal Timur Pradopo ngotot kasus yang melibatkan Kompol Novel Baswedan tetap diusut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/08/339/701000/kapolri-ngotot-usut-kasus-novel-baswedan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/08/339/701000/kapolri-ngotot-usut-kasus-novel-baswedan"/><item><title>Kapolri Ngotot Usut Kasus Novel Baswedan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/08/339/701000/kapolri-ngotot-usut-kasus-novel-baswedan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/08/339/701000/kapolri-ngotot-usut-kasus-novel-baswedan</guid><pubDate>Senin 08 Oktober 2012 21:25 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/08/339/701000/bClpCK0ais.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri Jenderal Timur Pradopo (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/08/339/701000/bClpCK0ais.jpg</image><title>Kapolri Jenderal Timur Pradopo (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Kapolri Jenderal Timur Pradopo ngotot kasus yang melibatkan Kompol Novel Baswedan tetap diusut.&quot;Itukan terjadi pelanggaran hukum, pelaksanaannya seperti apa nanti kita sesuaikan,&quot; ujar Timur usai menemani Presiden SBY jumpa pers di Istana Negara Jakarta, Senin (8/10/2012).Apakah kasus tersebut akan dihentikan? Timur menegaskan bahwa kasus tersebut akan tetap berjalan. &quot;Iya tetap jalan,&quot; tuturnya.Saat dikonfirmasi apakah akan memberikan sanksi kepada Polda Bengkulu, Timur tak menjawab pasti.Semua tentu berproses, apa yang menjadi arahan presiden akan kita koordinasilkan,&quot; ujar Timur.Timur mengatakan bahwa penjemputan paksa kepada Novel bukan inisiatif dari Polda Bengkulu, namun ia mengakui bahwa ada kesalahan dalam koordinasi.&quot;Masalah koordinasinya itu mungkin yang tidak tepat,&quot; tutupnya. Sebelumnya, sejumlah pria berbaju batik yang diduga aparat polisi terlibat adu argumen yang sangat intens dengan petugas KPK, pada Jumat, 5 Oktober 2012 malam. Mereka terlihat tampak saling mempertahankan argumen masing-masing di lobi utama KPK sejak pukul 21.00 WIB.&amp;nbsp;Selain itu, puluhan pria berpakaian preman yang diduga polisi juga terlihat berlalu-lalang di Gedung KPK. Mereka hendak menjemput paksa penyidik Polri yang memilih bertahan di KPK, Kompol Novel Baswedan.&amp;nbsp;Novel diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap pencuri sarang burung walet. Peristiwa tersebut terjadi pada 2004 atau delapan tahun silam. Kasus ini diduga hanya akal-akalan Polri lantaran Novel tak ingin kembali ke Polri dan memilih menjadi penyidik independen KPK. Selain itu Novel juga penyidik yang menangani kasus simulator SIM di Korlantan Polri.</description><content:encoded>JAKARTA- Kapolri Jenderal Timur Pradopo ngotot kasus yang melibatkan Kompol Novel Baswedan tetap diusut.&quot;Itukan terjadi pelanggaran hukum, pelaksanaannya seperti apa nanti kita sesuaikan,&quot; ujar Timur usai menemani Presiden SBY jumpa pers di Istana Negara Jakarta, Senin (8/10/2012).Apakah kasus tersebut akan dihentikan? Timur menegaskan bahwa kasus tersebut akan tetap berjalan. &quot;Iya tetap jalan,&quot; tuturnya.Saat dikonfirmasi apakah akan memberikan sanksi kepada Polda Bengkulu, Timur tak menjawab pasti.Semua tentu berproses, apa yang menjadi arahan presiden akan kita koordinasilkan,&quot; ujar Timur.Timur mengatakan bahwa penjemputan paksa kepada Novel bukan inisiatif dari Polda Bengkulu, namun ia mengakui bahwa ada kesalahan dalam koordinasi.&quot;Masalah koordinasinya itu mungkin yang tidak tepat,&quot; tutupnya. Sebelumnya, sejumlah pria berbaju batik yang diduga aparat polisi terlibat adu argumen yang sangat intens dengan petugas KPK, pada Jumat, 5 Oktober 2012 malam. Mereka terlihat tampak saling mempertahankan argumen masing-masing di lobi utama KPK sejak pukul 21.00 WIB.&amp;nbsp;Selain itu, puluhan pria berpakaian preman yang diduga polisi juga terlihat berlalu-lalang di Gedung KPK. Mereka hendak menjemput paksa penyidik Polri yang memilih bertahan di KPK, Kompol Novel Baswedan.&amp;nbsp;Novel diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap pencuri sarang burung walet. Peristiwa tersebut terjadi pada 2004 atau delapan tahun silam. Kasus ini diduga hanya akal-akalan Polri lantaran Novel tak ingin kembali ke Polri dan memilih menjadi penyidik independen KPK. Selain itu Novel juga penyidik yang menangani kasus simulator SIM di Korlantan Polri.</content:encoded></item></channel></rss>
