<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sevel, Tempat Nongkrong Favorit Mahasiswa</title><description>Menjamurnya cafe atau tempat-tempat nongkrong sekelas Lawson, Seven  Eleven (Sevel), serta Circle K tidak terlepas untuk menjawab kebutuhan  kawula muda yang haus akan fasilitas untuk bercengkrama atau sekadar  menghabiskan waktu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/11/373/702257/sevel-tempat-nongkrong-favorit-mahasiswa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/11/373/702257/sevel-tempat-nongkrong-favorit-mahasiswa"/><item><title>Sevel, Tempat Nongkrong Favorit Mahasiswa</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/11/373/702257/sevel-tempat-nongkrong-favorit-mahasiswa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/11/373/702257/sevel-tempat-nongkrong-favorit-mahasiswa</guid><pubDate>Kamis 11 Oktober 2012 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Margaret Puspitarini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/11/373/702257/f0DVnyjZq5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : ist.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/11/373/702257/f0DVnyjZq5.jpg</image><title>Ilustrasi : ist.</title></images><description>JAKARTA - Menjamurnya cafe atau tempat-tempat nongkrong sekelas Lawson, Seven Eleven (Sevel), serta Circle K tidak terlepas untuk menjawab kebutuhan kawula muda yang haus akan fasilitas untuk bercengkrama atau sekadar menghabiskan waktu. Apalagi lokasi tempat-tempat tersebut begitu strategis sehingga mudah dijangkau.Mahasiswa dan pelajar bisa dipastikan menjadi pelanggan tetap tempat-tempat nongkrong ini. Beragam aktivitas mahasiswa berlangsung di tempat tersebut. Mulai dari mengerjakan tugas, menghabiskan waktu menunggu jam kuliah, hingga sekadar mengikuti arus pergaulan.Lokasi Sevel maupun Lawson yang berada di sekitar kampus membuat tempat-tempat nongkrong ini selalu dipadati pengunjung. Contoh nyata adalah Sevel yang berlokasi di depan Senayan City, Jakarta Selatan. Setiap hari dan hampir setiap waktu, sejumlah kawula muda baik mahasiswa maupun pelajar memenuhi tempat duduk di dalam dan luar Sevel.Contoh lain adalah Lawson di Jalan Akses Universitas Indonesia (UI) di dekat kampus Universtas Gunadarma, Depok. Kerumunan mahasiswa tampak selalu memadati tempat nongkrong tersebut sejak pagi bahkan hingga larut malam.Mahasiswa IISIP Jakarta Andria mengaku beberapa kali mengunjungi Sevel di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan atas ajakan teman-temannya. &quot;Bisa satu bulan atau dua bulan sekali ke sana. Tergantung teman-teman saja,&quot; papar Andria kepada Okezone melalui Blackberry Messanger, Kamis (11/10/2012).Andria menyebutkan, dalam satu kali kunjungan ke Sevel, dia bersama teman-teman bisa menghabiskan waktu berjam-jam. &quot;Biasanya kami ngobrol-ngobrol, bisa dua sampai tiga jam. Dan kadang-kadang saya bisa menghabiskan Rp50 ribu selama di sana,&quot; tuturnya. Pergeseran tempat nongkrong bagi mahasiswa ini tentu mengikuti perkembangan zaman. Perpustakaan, warteg, atau warung kopi (warkop) tidak lagi menjadi pilihan bagi mahasiswa. Kenyamanan dan gaya hidup menjadi alasan bagi mereka tidak keberatan untuk memilih tempat-tempat tersebut meski harus merogoh kocek lebih dalam dibandingkan menghabiskan waktu di perpustakaan atau warung kopi.</description><content:encoded>JAKARTA - Menjamurnya cafe atau tempat-tempat nongkrong sekelas Lawson, Seven Eleven (Sevel), serta Circle K tidak terlepas untuk menjawab kebutuhan kawula muda yang haus akan fasilitas untuk bercengkrama atau sekadar menghabiskan waktu. Apalagi lokasi tempat-tempat tersebut begitu strategis sehingga mudah dijangkau.Mahasiswa dan pelajar bisa dipastikan menjadi pelanggan tetap tempat-tempat nongkrong ini. Beragam aktivitas mahasiswa berlangsung di tempat tersebut. Mulai dari mengerjakan tugas, menghabiskan waktu menunggu jam kuliah, hingga sekadar mengikuti arus pergaulan.Lokasi Sevel maupun Lawson yang berada di sekitar kampus membuat tempat-tempat nongkrong ini selalu dipadati pengunjung. Contoh nyata adalah Sevel yang berlokasi di depan Senayan City, Jakarta Selatan. Setiap hari dan hampir setiap waktu, sejumlah kawula muda baik mahasiswa maupun pelajar memenuhi tempat duduk di dalam dan luar Sevel.Contoh lain adalah Lawson di Jalan Akses Universitas Indonesia (UI) di dekat kampus Universtas Gunadarma, Depok. Kerumunan mahasiswa tampak selalu memadati tempat nongkrong tersebut sejak pagi bahkan hingga larut malam.Mahasiswa IISIP Jakarta Andria mengaku beberapa kali mengunjungi Sevel di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan atas ajakan teman-temannya. &quot;Bisa satu bulan atau dua bulan sekali ke sana. Tergantung teman-teman saja,&quot; papar Andria kepada Okezone melalui Blackberry Messanger, Kamis (11/10/2012).Andria menyebutkan, dalam satu kali kunjungan ke Sevel, dia bersama teman-teman bisa menghabiskan waktu berjam-jam. &quot;Biasanya kami ngobrol-ngobrol, bisa dua sampai tiga jam. Dan kadang-kadang saya bisa menghabiskan Rp50 ribu selama di sana,&quot; tuturnya. Pergeseran tempat nongkrong bagi mahasiswa ini tentu mengikuti perkembangan zaman. Perpustakaan, warteg, atau warung kopi (warkop) tidak lagi menjadi pilihan bagi mahasiswa. Kenyamanan dan gaya hidup menjadi alasan bagi mereka tidak keberatan untuk memilih tempat-tempat tersebut meski harus merogoh kocek lebih dalam dibandingkan menghabiskan waktu di perpustakaan atau warung kopi.</content:encoded></item></channel></rss>
