<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dokter Akhirnya Perbolehkan Korban Santet Pulang ke Rumah</title><description>Pasien Rumah Sakir Nur Hidayah, Kabupaten Bantul, DIY, yang diduga kuat  terkena santet, Supiati (25), diperbolehkan pulang hari ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/12/510/702889/dokter-akhirnya-perbolehkan-korban-santet-pulang-ke-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/12/510/702889/dokter-akhirnya-perbolehkan-korban-santet-pulang-ke-rumah"/><item><title>Dokter Akhirnya Perbolehkan Korban Santet Pulang ke Rumah</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/12/510/702889/dokter-akhirnya-perbolehkan-korban-santet-pulang-ke-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/12/510/702889/dokter-akhirnya-perbolehkan-korban-santet-pulang-ke-rumah</guid><pubDate>Jum'at 12 Oktober 2012 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/12/510/702889/aQQdYMZ0eK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Supiyati terbaling lemah di RS Nur Hidayah Bantul (Foto: Prabowo/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/12/510/702889/aQQdYMZ0eK.jpg</image><title>Supiyati terbaling lemah di RS Nur Hidayah Bantul (Foto: Prabowo/okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA - Pasien Rumah Sakir Nur Hidayah, Kabupaten Bantul, DIY, yang diduga kuat terkena santet, Supiati (25), diperbolehkan pulang hari ini. Perempuan asal Kabupaten Ogan Kemering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, itu akan pulang ke rumah kerabat dan orangtuanya di RT 01, Dusun Seropan I, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul.&quot;Dokter sudah membolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan. Rencananya, siang nanti sekira pukul 14.00 WIB, persiapan pulang setelah diperiksa kesehatannya,&quot; ulas Yekti Utami, kakak sepupu Supiati, saat dikonfirmasi melalui telefon selulernya, Jumat (12/10/2012).Supiati dirawat di rumah sakit selama 18 hari. Dia masuk ke RS terhitung sejak Selasa, 25 September 2012 lalu. Selama menjalani perawatan, sudah sekira 143 benda asing seperti kawat, paku, jarum, dan seikat rambut dikeluarkan dari tubuhnya.Pengeluaran benda-benda asing itu melalui dua cara, yakni cara medis dengan jalan operasi dan nonmedis dengan jalan pembacaan Alquran atau rukyah. Benda asing itu keluar dari beberapa bagian tubuh, mulai dari kaki, tangan, kepala, bahkan keluar dari mulut.&quot;Semoga siang nanti, benar-benar diperbolehkan pulang. Soalnya, dulu pernah diperbolehkan pulang, tetapi setelah menjalani pemeriksaan dokter, dokter memutuskan belum membolehkan pulang, karena harus menjalani perawatan intensif non medis,&quot; katanya.Pihak keluarga, lanjutnya, mengaku tidak ada persiapan khusus untuk menyambut kepulangan Supiati dari rumah sakit yang berada di Dusun Blawong, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, DIY itu. Kepulangan Supiati itu setelah pihak keluarga menanyakan kepada tim medis, Kamis 11 Oktober sore kemarin.&quot;Baru sore kemarin diberitahukan boleh pulang hari ini. Ya semoga nanti kedepan saat berada di rumah tidak ada lagi benda asing,&quot; katanya.Yekti menyampaikan, kondisi Supiati sendiri sudah baik meski masih ada beberapa perban membalut dua kaki dan lengan tangannya. Untuk makan dan minum sudah dirasakan enak. Sakit yang dirasakan pada bagian mulut, tangan, dan bekas operasi pada bagian kaki juga sudah mulai membaik.Tim medis akan menyampaikan keterangan pers siang nanti sekira pukul 14.00 WIB sebelum Supiati pulang. Sebelumnya atau Selasa, 2 Oktober 2012 lalu, dokter memperbolehkan pulang. Sebab, secara medis, kondisi pasien sudah sehat. Tetapi karena muncul lagi benda asing lagi dan dia pasien belum hafal doa-doa, maka tim medis belum membolehkan pulang dan harus dirawat intensif melalui penyembuhan nonmedis.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Pasien Rumah Sakir Nur Hidayah, Kabupaten Bantul, DIY, yang diduga kuat terkena santet, Supiati (25), diperbolehkan pulang hari ini. Perempuan asal Kabupaten Ogan Kemering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, itu akan pulang ke rumah kerabat dan orangtuanya di RT 01, Dusun Seropan I, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul.&quot;Dokter sudah membolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan. Rencananya, siang nanti sekira pukul 14.00 WIB, persiapan pulang setelah diperiksa kesehatannya,&quot; ulas Yekti Utami, kakak sepupu Supiati, saat dikonfirmasi melalui telefon selulernya, Jumat (12/10/2012).Supiati dirawat di rumah sakit selama 18 hari. Dia masuk ke RS terhitung sejak Selasa, 25 September 2012 lalu. Selama menjalani perawatan, sudah sekira 143 benda asing seperti kawat, paku, jarum, dan seikat rambut dikeluarkan dari tubuhnya.Pengeluaran benda-benda asing itu melalui dua cara, yakni cara medis dengan jalan operasi dan nonmedis dengan jalan pembacaan Alquran atau rukyah. Benda asing itu keluar dari beberapa bagian tubuh, mulai dari kaki, tangan, kepala, bahkan keluar dari mulut.&quot;Semoga siang nanti, benar-benar diperbolehkan pulang. Soalnya, dulu pernah diperbolehkan pulang, tetapi setelah menjalani pemeriksaan dokter, dokter memutuskan belum membolehkan pulang, karena harus menjalani perawatan intensif non medis,&quot; katanya.Pihak keluarga, lanjutnya, mengaku tidak ada persiapan khusus untuk menyambut kepulangan Supiati dari rumah sakit yang berada di Dusun Blawong, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, DIY itu. Kepulangan Supiati itu setelah pihak keluarga menanyakan kepada tim medis, Kamis 11 Oktober sore kemarin.&quot;Baru sore kemarin diberitahukan boleh pulang hari ini. Ya semoga nanti kedepan saat berada di rumah tidak ada lagi benda asing,&quot; katanya.Yekti menyampaikan, kondisi Supiati sendiri sudah baik meski masih ada beberapa perban membalut dua kaki dan lengan tangannya. Untuk makan dan minum sudah dirasakan enak. Sakit yang dirasakan pada bagian mulut, tangan, dan bekas operasi pada bagian kaki juga sudah mulai membaik.Tim medis akan menyampaikan keterangan pers siang nanti sekira pukul 14.00 WIB sebelum Supiati pulang. Sebelumnya atau Selasa, 2 Oktober 2012 lalu, dokter memperbolehkan pulang. Sebab, secara medis, kondisi pasien sudah sehat. Tetapi karena muncul lagi benda asing lagi dan dia pasien belum hafal doa-doa, maka tim medis belum membolehkan pulang dan harus dirawat intensif melalui penyembuhan nonmedis.</content:encoded></item></channel></rss>
