<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demokrat Klaim Grasi SBY Hanya untuk Anak-anak dan Kurir Narkoba</title><description>Banyak pihak yang menyesalkan keputusan Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono (SBY) yang tidak jarang memberikan grasi terhadap gembong  narkoba.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/20/339/706690/demokrat-klaim-grasi-sby-hanya-untuk-anak-anak-dan-kurir-narkoba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/20/339/706690/demokrat-klaim-grasi-sby-hanya-untuk-anak-anak-dan-kurir-narkoba"/><item><title>Demokrat Klaim Grasi SBY Hanya untuk Anak-anak dan Kurir Narkoba</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/20/339/706690/demokrat-klaim-grasi-sby-hanya-untuk-anak-anak-dan-kurir-narkoba</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/20/339/706690/demokrat-klaim-grasi-sby-hanya-untuk-anak-anak-dan-kurir-narkoba</guid><pubDate>Sabtu 20 Oktober 2012 06:44 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/20/339/706690/T86p3cjozg.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/20/339/706690/T86p3cjozg.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Banyak pihak yang menyesalkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak jarang memberikan grasi terhadap gembong narkoba. Keputusan ini dikhawatirkan tidak akan menimbulkan efek jera baik terhadap pengguna maupun pengedar barang haram itu.Namun menurut anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin, Presiden SBY sama sekali tidak pernah memberikan grasi terhadap gembong narkoba. Selama ini Presiden SBY hanya memberikan grasi kepada pihak-pihak yang dinilai memang pantas mendapatkan grasi, seperti terpidana narkoba yang masih di bawah umur.&quot;Tidak ada satupun gembong narkoba yang diberikan grasi presiden. Dari 119 yang mengajukan itu yang dikabulkan sekitar belasan orang. Datanya ada. Itupun mayoritas anak-anak, sebagian kurir,&quot; kata Didi saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Jumat (19/10/2012) malam.Didi sendiri sepakat jika pengguna ataupun pengedar narkoba harus dihukum seberat-beratnya. Namun hendaknya harus difikirkan ulang jika yang terlibat dalam kasus tersebut adalah anak-anak.&quot;Yang perlu dicatat, semangat kita memberantas narkoba sama. Kan manusiawi, anak-anak diberikan grasi. Kan korban pelaku, kalau bandar narkoba ya memang harus dihukum seberat-beratnya,&quot; imbuhnya.Sementara itu, meskipun beberapa pihak yang pengajuan grasinya diloloskan dan diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup, menurut Didi hukuman itu sama beratnya. Sebab secara tidak langsung dia akan terasing dengan lingkungan luar seumur hidupnya.&quot;Dari hukuman mati ke hukuman seumur hidup. Ini bukan hukuman ringan. Harus dikucilkan, terpisah dari keluarganya. Mungkin orang lebih milih mati saja, dari pada sisa hidupnya dalam penjara,&quot; sambung Didi.Pada kesempatan yang sama, Didi yang juga Ketua DPP Partai Demokrat ini menilai bahwa istilah gembong yang sering diucapkan oleh publik sangat berlebihan. Terlebih, jika dikatakan Presiden SBY gemar untuk mengobral grasi.&quot;Jadi gembong itu gak ada. Yang namanya gembong itu tentu produsen, atau bandar besar. Saya sependapat hukuman seberat-beratnya. Sudah berlebihan kalau dikatakan obral, mana, gak ada itu obral,&quot; tegasnya.Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah memberikan grasi kepada tiga pelaku narkoba berkelas kakap, yakni WNA asal Australia, Schapelle Leigh Corby, dan baru-baru ini grasi juga diberikan kepada Deni Setia Maharwan dan Merika Pranola alias Ola.</description><content:encoded>JAKARTA - Banyak pihak yang menyesalkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak jarang memberikan grasi terhadap gembong narkoba. Keputusan ini dikhawatirkan tidak akan menimbulkan efek jera baik terhadap pengguna maupun pengedar barang haram itu.Namun menurut anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin, Presiden SBY sama sekali tidak pernah memberikan grasi terhadap gembong narkoba. Selama ini Presiden SBY hanya memberikan grasi kepada pihak-pihak yang dinilai memang pantas mendapatkan grasi, seperti terpidana narkoba yang masih di bawah umur.&quot;Tidak ada satupun gembong narkoba yang diberikan grasi presiden. Dari 119 yang mengajukan itu yang dikabulkan sekitar belasan orang. Datanya ada. Itupun mayoritas anak-anak, sebagian kurir,&quot; kata Didi saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Jumat (19/10/2012) malam.Didi sendiri sepakat jika pengguna ataupun pengedar narkoba harus dihukum seberat-beratnya. Namun hendaknya harus difikirkan ulang jika yang terlibat dalam kasus tersebut adalah anak-anak.&quot;Yang perlu dicatat, semangat kita memberantas narkoba sama. Kan manusiawi, anak-anak diberikan grasi. Kan korban pelaku, kalau bandar narkoba ya memang harus dihukum seberat-beratnya,&quot; imbuhnya.Sementara itu, meskipun beberapa pihak yang pengajuan grasinya diloloskan dan diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup, menurut Didi hukuman itu sama beratnya. Sebab secara tidak langsung dia akan terasing dengan lingkungan luar seumur hidupnya.&quot;Dari hukuman mati ke hukuman seumur hidup. Ini bukan hukuman ringan. Harus dikucilkan, terpisah dari keluarganya. Mungkin orang lebih milih mati saja, dari pada sisa hidupnya dalam penjara,&quot; sambung Didi.Pada kesempatan yang sama, Didi yang juga Ketua DPP Partai Demokrat ini menilai bahwa istilah gembong yang sering diucapkan oleh publik sangat berlebihan. Terlebih, jika dikatakan Presiden SBY gemar untuk mengobral grasi.&quot;Jadi gembong itu gak ada. Yang namanya gembong itu tentu produsen, atau bandar besar. Saya sependapat hukuman seberat-beratnya. Sudah berlebihan kalau dikatakan obral, mana, gak ada itu obral,&quot; tegasnya.Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah memberikan grasi kepada tiga pelaku narkoba berkelas kakap, yakni WNA asal Australia, Schapelle Leigh Corby, dan baru-baru ini grasi juga diberikan kepada Deni Setia Maharwan dan Merika Pranola alias Ola.</content:encoded></item></channel></rss>
