<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diduga Stres, Kakak Nekad Bunuh Adik Kandungnya</title><description>Diduga stres, Salama (40), warga Desa Sumillan, Kecamatan Alla Kabupaten  Enrekang, Sulawesi Selatan, tega membunuh adik kandungnya Andi Bayu  alias Tambaru (30).</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/21/340/707090/diduga-stres-kakak-nekad-bunuh-adik-kandungnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/21/340/707090/diduga-stres-kakak-nekad-bunuh-adik-kandungnya"/><item><title>Diduga Stres, Kakak Nekad Bunuh Adik Kandungnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/21/340/707090/diduga-stres-kakak-nekad-bunuh-adik-kandungnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/21/340/707090/diduga-stres-kakak-nekad-bunuh-adik-kandungnya</guid><pubDate>Minggu 21 Oktober 2012 23:09 WIB</pubDate><dc:creator>Joni Lembang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/21/340/707090/FL3N1I4ILd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/21/340/707090/FL3N1I4ILd.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>ENREKANG- Diduga stres, Salama (40), warga Desa Sumillan, Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, tega membunuh adik kandungnya Andi Bayu alias Tambaru (30) dini hari tadi sekira pukul 05.30 wita.Andi Bayu yang juga mantan anggota Panwaslu kabupaten Enrekang itu ditebas dengan kampak oleh kakak kandungnya yang mengamuk di dalam rumahnya.Dua orang lainnya yang saat kejadian berada di dalam rumah yakni, Yusias (30) dan&amp;nbsp; Ludia (70), juga ikut menjadi korban amukan Salama.Beruntung, nyawa Yusias dan Ludia dapat diselamatkan setelah warga sekitar memberikan pertolongan. Yusia menderita luka senjata tajam di tangan sebelah kiri, sementara Ludia menderita luka tebas di bagian kepala.Informasi yang diperoleh, pelaku pernah merantau daerah Papua dan Kalimantan beberapa waktu lalu. Diduga pelaku mengamuk karena stres.Yusias mengatakan, tidak ada yang menyangka jika Salama mengamuk sambil memegang kampak dan menebas siapa saja yang ada di dekatnya.Dirinya yang mengalami patah kaki akibat kecelakaan lalulintas beberapa waktu lalu dengan sekuat tenaga berusaha menghindari pelaku dan keluar rumah sambil berteriak minta tolong.Alhasil, tetangga pun datang dan menolong dirinya. Meski begitu, Yusia sempat terkena sabetan kampak pelaku di bagian tangan sebelah kiri.&amp;ldquo;Saya juga mungkin sudah mati ditebas Salama, seandainya tidak ada tetangga yang datang menolong saat saya berusaha keluar dari rumah menghindari dia (Salama),&amp;rdquo; ujarnya.Personel Polres Enrekang yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) langsung mengamankan pelaku. Polisi juga tidak serta merta percaya jika pelaku stress. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif perbuatan pelaku yang menyebabkan adik kandungnya tewas dan dua lainnya luka.Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Muhajir, menyatakan pelaku langsung diamankan di Mapolres Enrekang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.&amp;ldquo;Pelaku akan diperiksa ahli kejiwaan untuk membuktikan pelaku mengalami depresi atau stres. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pelaku nekad membunuh adik kandungnya sendiri. Pelaku juga sudah diamankan di Mapolres Enrekang,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>ENREKANG- Diduga stres, Salama (40), warga Desa Sumillan, Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, tega membunuh adik kandungnya Andi Bayu alias Tambaru (30) dini hari tadi sekira pukul 05.30 wita.Andi Bayu yang juga mantan anggota Panwaslu kabupaten Enrekang itu ditebas dengan kampak oleh kakak kandungnya yang mengamuk di dalam rumahnya.Dua orang lainnya yang saat kejadian berada di dalam rumah yakni, Yusias (30) dan&amp;nbsp; Ludia (70), juga ikut menjadi korban amukan Salama.Beruntung, nyawa Yusias dan Ludia dapat diselamatkan setelah warga sekitar memberikan pertolongan. Yusia menderita luka senjata tajam di tangan sebelah kiri, sementara Ludia menderita luka tebas di bagian kepala.Informasi yang diperoleh, pelaku pernah merantau daerah Papua dan Kalimantan beberapa waktu lalu. Diduga pelaku mengamuk karena stres.Yusias mengatakan, tidak ada yang menyangka jika Salama mengamuk sambil memegang kampak dan menebas siapa saja yang ada di dekatnya.Dirinya yang mengalami patah kaki akibat kecelakaan lalulintas beberapa waktu lalu dengan sekuat tenaga berusaha menghindari pelaku dan keluar rumah sambil berteriak minta tolong.Alhasil, tetangga pun datang dan menolong dirinya. Meski begitu, Yusia sempat terkena sabetan kampak pelaku di bagian tangan sebelah kiri.&amp;ldquo;Saya juga mungkin sudah mati ditebas Salama, seandainya tidak ada tetangga yang datang menolong saat saya berusaha keluar dari rumah menghindari dia (Salama),&amp;rdquo; ujarnya.Personel Polres Enrekang yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) langsung mengamankan pelaku. Polisi juga tidak serta merta percaya jika pelaku stress. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif perbuatan pelaku yang menyebabkan adik kandungnya tewas dan dua lainnya luka.Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Muhajir, menyatakan pelaku langsung diamankan di Mapolres Enrekang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.&amp;ldquo;Pelaku akan diperiksa ahli kejiwaan untuk membuktikan pelaku mengalami depresi atau stres. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pelaku nekad membunuh adik kandungnya sendiri. Pelaku juga sudah diamankan di Mapolres Enrekang,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
