<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ada Listrik, Bukan Alasan Tidak Ikut KB</title><description>Herdiyanto menambahkan, tidak ada alasan bagi warga untuk tidak  mengikuti program KB, meski banyak yang beralasan kalau di rumahnya  belum ada listrik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/23/337/707933/tak-ada-listrik-bukan-alasan-tidak-ikut-kb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/23/337/707933/tak-ada-listrik-bukan-alasan-tidak-ikut-kb"/><item><title>Tak Ada Listrik, Bukan Alasan Tidak Ikut KB</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/23/337/707933/tak-ada-listrik-bukan-alasan-tidak-ikut-kb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/23/337/707933/tak-ada-listrik-bukan-alasan-tidak-ikut-kb</guid><pubDate>Selasa 23 Oktober 2012 12:40 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/23/337/707933/QBSQrE9xnd.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/23/337/707933/QBSQrE9xnd.jpg</image><title></title></images><description>SRAGEN - Deputi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana, Herdiyanto mengingatkan pedagang dan pengunjung pasar Bunder, Sragen untuk memiliki dua anak saja demi mencukupi gizi yang berimbang.&quot;Kalau anaknya sedikit, dagangan laris bisa memberikan gizi yang baik bagi anak. Waktu saya kecil, ibu saya itu masak telur sampai diputer-puter wajannya biar gede, di bagi enam orang, enggak cukup gizinya,&quot; kata dia saat sosialisasi program Keluarga Berencana (KB) di Pasar Bunder, Sragen, Jawa Tengah, Selasa (23/10/2012).Herdiyanto menambahkan, tidak ada alasan bagi warga untuk tidak mengikuti program KB, meski banyak yang beralasan kalau di rumahnya belum ada listrik. Hingga satu-satunya hiburan bagi mereka hanyalah &quot;membuat anak&quot;.&quot;Listrik mati 24 jam silakan saja. Pabrik jalan terus enggak apa-apa, tetapi produksi (anak) harus stop dengan KB, mau pakai alat kontrasepsi apa saja bebas,&quot; terangnya. Dalam sosialisasi tersebut, Herdiyanto juga menyempatkan diri berbincang langsung dengan pedagang. Salah satunya Wulan, pedagang kelapa di Pasar Bunder, Sragen yang telah memiliki dua orang anak. &quot;Udah punya dua, ikut KB enggak?&quot; Tanya Herdiyanto.Mendapat pertanyaan itu, Wulan mengaku telah mengikuti program KB dengan alat kontrasepsi suntik.Pantauan Okezone di lokasi Pasar Bunder, selain terdapat poliklinik juga ada mobil unit penerangan (Mupen) yang juga melayani pedagang dan warga sekitar untuk mengikuti program KB.</description><content:encoded>SRAGEN - Deputi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana, Herdiyanto mengingatkan pedagang dan pengunjung pasar Bunder, Sragen untuk memiliki dua anak saja demi mencukupi gizi yang berimbang.&quot;Kalau anaknya sedikit, dagangan laris bisa memberikan gizi yang baik bagi anak. Waktu saya kecil, ibu saya itu masak telur sampai diputer-puter wajannya biar gede, di bagi enam orang, enggak cukup gizinya,&quot; kata dia saat sosialisasi program Keluarga Berencana (KB) di Pasar Bunder, Sragen, Jawa Tengah, Selasa (23/10/2012).Herdiyanto menambahkan, tidak ada alasan bagi warga untuk tidak mengikuti program KB, meski banyak yang beralasan kalau di rumahnya belum ada listrik. Hingga satu-satunya hiburan bagi mereka hanyalah &quot;membuat anak&quot;.&quot;Listrik mati 24 jam silakan saja. Pabrik jalan terus enggak apa-apa, tetapi produksi (anak) harus stop dengan KB, mau pakai alat kontrasepsi apa saja bebas,&quot; terangnya. Dalam sosialisasi tersebut, Herdiyanto juga menyempatkan diri berbincang langsung dengan pedagang. Salah satunya Wulan, pedagang kelapa di Pasar Bunder, Sragen yang telah memiliki dua orang anak. &quot;Udah punya dua, ikut KB enggak?&quot; Tanya Herdiyanto.Mendapat pertanyaan itu, Wulan mengaku telah mengikuti program KB dengan alat kontrasepsi suntik.Pantauan Okezone di lokasi Pasar Bunder, selain terdapat poliklinik juga ada mobil unit penerangan (Mupen) yang juga melayani pedagang dan warga sekitar untuk mengikuti program KB.</content:encoded></item></channel></rss>
