<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dijaga Ratusan Pemuda, Eksekusi Hotel di Kuta Tegang</title><description>Eksekusi kondotel Bali Kuta Residence (BKR) di Jalan Majapahit, Kuta,  Bali, berlangsung tegang. Ratusan pria berbadan tegap saling berhadapan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/23/340/707909/dijaga-ratusan-pemuda-eksekusi-hotel-di-kuta-tegang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/23/340/707909/dijaga-ratusan-pemuda-eksekusi-hotel-di-kuta-tegang"/><item><title>Dijaga Ratusan Pemuda, Eksekusi Hotel di Kuta Tegang</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/23/340/707909/dijaga-ratusan-pemuda-eksekusi-hotel-di-kuta-tegang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/23/340/707909/dijaga-ratusan-pemuda-eksekusi-hotel-di-kuta-tegang</guid><pubDate>Selasa 23 Oktober 2012 12:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/23/340/707909/2fYvet4CoB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ratusan pria menjaga BKR jelang eksekusi (Foto: Rohmat/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/23/340/707909/2fYvet4CoB.jpg</image><title>Ratusan pria menjaga BKR jelang eksekusi (Foto: Rohmat/Okezone)</title></images><description>KUTA - Eksekusi kondotel Bali Kuta Residence (BKR) di Jalan Majapahit, Kuta, Bali, berlangsung tegang. Ratusan pria berbadan tegap dari kelompok pro dan kontra eksekusi saling berhadapan.Sejak pukul 09.30 Wita, massa dari dua kelompok sudah berkumpul di depan hotel dan sisi utara jalan. Suasana semakin mencekam lantaran dua kelompok berpakaian serba hitam itu saling berhadapan hanya dipisahkan barikade polisi.Ratusan petugas Dalmas Polresta Denpasar dan Brimobda Polda Bali berpakaian lengkap mengawal jalannya pembacaan eksekusi oleh petugas juru sita Pengadilan Niaga Surabaya.Massa sempat memblokir jalan dengan meletakkan beberapa batang pohon besar di jalan. Mereka memakai pita warna putih di lengan dan melengkapi diri dengan pentonan kayu dan besi.&amp;ldquo;Kami membacakan surat dari sekretaris panitera pengadilan niaga untuk perintah eksekusi,&amp;rdquo; tegas petugas juru sita, Joko, Selasa (23/10/2012).Namun, saat surat eksekusi dibacakan, langsung dihadang dan ditolak Agus Samijaya selaku kuasa hukum perkumpulan pemilik BKR. &amp;ldquo;Eksekusi ini tidak berdasar, cacat hukum, saya menolak,&amp;rdquo; tegasnya.Agus mengingatkan bahwa ada keputusan pada 7 Oktober dari hakim pengawas yang menyatakan kurator dilarang melakukan tidakan hukum apa pun karena ada perlawanan pihak ketiga, yakni investor.Setelah melihat situasi semakin memanas dan mendapat penolakan pihak BKR, petugas kepolisian melakukan negosiasi kepada masing-masing pihak.Meski eksekusi dibacakan, namun hotel yang dimiliki ratusan investor itu batal dieksekusi. Petugas juru sita langsung meninggalkan lokasi dengan pengawalan ketat kepolisian. Tak lama kemudian, ratusan pemuda dari kelompok pro-eksekusi juga meninggalkan lokasi.</description><content:encoded>KUTA - Eksekusi kondotel Bali Kuta Residence (BKR) di Jalan Majapahit, Kuta, Bali, berlangsung tegang. Ratusan pria berbadan tegap dari kelompok pro dan kontra eksekusi saling berhadapan.Sejak pukul 09.30 Wita, massa dari dua kelompok sudah berkumpul di depan hotel dan sisi utara jalan. Suasana semakin mencekam lantaran dua kelompok berpakaian serba hitam itu saling berhadapan hanya dipisahkan barikade polisi.Ratusan petugas Dalmas Polresta Denpasar dan Brimobda Polda Bali berpakaian lengkap mengawal jalannya pembacaan eksekusi oleh petugas juru sita Pengadilan Niaga Surabaya.Massa sempat memblokir jalan dengan meletakkan beberapa batang pohon besar di jalan. Mereka memakai pita warna putih di lengan dan melengkapi diri dengan pentonan kayu dan besi.&amp;ldquo;Kami membacakan surat dari sekretaris panitera pengadilan niaga untuk perintah eksekusi,&amp;rdquo; tegas petugas juru sita, Joko, Selasa (23/10/2012).Namun, saat surat eksekusi dibacakan, langsung dihadang dan ditolak Agus Samijaya selaku kuasa hukum perkumpulan pemilik BKR. &amp;ldquo;Eksekusi ini tidak berdasar, cacat hukum, saya menolak,&amp;rdquo; tegasnya.Agus mengingatkan bahwa ada keputusan pada 7 Oktober dari hakim pengawas yang menyatakan kurator dilarang melakukan tidakan hukum apa pun karena ada perlawanan pihak ketiga, yakni investor.Setelah melihat situasi semakin memanas dan mendapat penolakan pihak BKR, petugas kepolisian melakukan negosiasi kepada masing-masing pihak.Meski eksekusi dibacakan, namun hotel yang dimiliki ratusan investor itu batal dieksekusi. Petugas juru sita langsung meninggalkan lokasi dengan pengawalan ketat kepolisian. Tak lama kemudian, ratusan pemuda dari kelompok pro-eksekusi juga meninggalkan lokasi.</content:encoded></item></channel></rss>
