<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KA Prameks Anjlok Saat Melaju 90 Km/Jam?</title><description>Dilihat dari kerusakannya, diduga KA Prameks anjlok saat melaju pada kecepatan 90 km/jam. Bagian lokomotif rusak parah, terutama di bagian bawah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/24/510/708677/ka-prameks-anjlok-saat-melaju-90-km-jam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/24/510/708677/ka-prameks-anjlok-saat-melaju-90-km-jam"/><item><title>KA Prameks Anjlok Saat Melaju 90 Km/Jam?</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/24/510/708677/ka-prameks-anjlok-saat-melaju-90-km-jam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/24/510/708677/ka-prameks-anjlok-saat-melaju-90-km-jam</guid><pubDate>Rabu 24 Oktober 2012 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/24/510/708677/clyi19mJ8x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KA Prameks di Stasiun Prambanan (Foto: Prabowo/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/24/510/708677/clyi19mJ8x.jpg</image><title>KA Prameks di Stasiun Prambanan (Foto: Prabowo/Okezone)</title></images><description>SLEMAN - Lokomotif dan gerbong KA Prambanan Ekspress (Prameks) yang anjlok Selasa 23 Oktober kemarin, saat ini diparkir di Stasiun Prambanan.Berdasarkan pantauan, tampak kerusakan parah pada bagian lokomotif serta beberapa gerbong di belakangnya. Kaca depan lokomotif pecah serta dua roda bagian depan rusak. Roda KA bahkan seperti mengelupas sehingga warnanya berubah menjadi putih. Kabel-kabel di bagian bawah lokomotif juga terurai.Puluhan petugas mekanik dari Balai Yasa Yogyakarta tampak melihat-lihat dan memeriksa kerusakan pada kereta tersebut.&amp;ldquo;Saya belum tahu kapan dibawa ke Balai Yasa. Kalau kereta sudah bisa ditarik, nanti malam mungkin sudah bisa dibawa ke sana,&amp;rdquo; ujar petugas Balai Yasa Yogyakarta, Kamaludin, saat ditemui Okezone di Stasiun Prambanan, Rabu (24/10/2012).Melihat dari kerusakannya, Kamal menduga saat kejadian KA Prameks melaju pada kecepatan normal, yakni 90 kilometer per jam. Kereta diperkirakan sudah terguncang satu kilometer dari lokasi anjlok. Dari jarak satu kilometer itu masinis sudah berusaha melakukan pengereman.&amp;ldquo;Kami juga masih melakukan pemeriksaan. Periksanya sebatas kondisi kereta bukan penyebab kecelakaan. Ada kewenangannya sendiri-sendiri,&quot; bebernya seraya menambahkan pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga akan melakukan penyelidikan.</description><content:encoded>SLEMAN - Lokomotif dan gerbong KA Prambanan Ekspress (Prameks) yang anjlok Selasa 23 Oktober kemarin, saat ini diparkir di Stasiun Prambanan.Berdasarkan pantauan, tampak kerusakan parah pada bagian lokomotif serta beberapa gerbong di belakangnya. Kaca depan lokomotif pecah serta dua roda bagian depan rusak. Roda KA bahkan seperti mengelupas sehingga warnanya berubah menjadi putih. Kabel-kabel di bagian bawah lokomotif juga terurai.Puluhan petugas mekanik dari Balai Yasa Yogyakarta tampak melihat-lihat dan memeriksa kerusakan pada kereta tersebut.&amp;ldquo;Saya belum tahu kapan dibawa ke Balai Yasa. Kalau kereta sudah bisa ditarik, nanti malam mungkin sudah bisa dibawa ke sana,&amp;rdquo; ujar petugas Balai Yasa Yogyakarta, Kamaludin, saat ditemui Okezone di Stasiun Prambanan, Rabu (24/10/2012).Melihat dari kerusakannya, Kamal menduga saat kejadian KA Prameks melaju pada kecepatan normal, yakni 90 kilometer per jam. Kereta diperkirakan sudah terguncang satu kilometer dari lokasi anjlok. Dari jarak satu kilometer itu masinis sudah berusaha melakukan pengereman.&amp;ldquo;Kami juga masih melakukan pemeriksaan. Periksanya sebatas kondisi kereta bukan penyebab kecelakaan. Ada kewenangannya sendiri-sendiri,&quot; bebernya seraya menambahkan pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga akan melakukan penyelidikan.</content:encoded></item></channel></rss>
