<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Polhukam: Tambah Pasukan Bukan Berarti Poso Mencekam</title><description>Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Djoko  Suyanto menegaskan bahwa penambahan pasukan di Poso, Sulawesi Tengah  bukan berarti kondisi di Poso mencekam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/25/337/709210/menko-polhukam-tambah-pasukan-bukan-berarti-poso-mencekam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/25/337/709210/menko-polhukam-tambah-pasukan-bukan-berarti-poso-mencekam"/><item><title>Menko Polhukam: Tambah Pasukan Bukan Berarti Poso Mencekam</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/25/337/709210/menko-polhukam-tambah-pasukan-bukan-berarti-poso-mencekam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/25/337/709210/menko-polhukam-tambah-pasukan-bukan-berarti-poso-mencekam</guid><pubDate>Kamis 25 Oktober 2012 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/25/337/709210/iJfbG6PDup.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Djoko Suyanto (Foto: Dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/25/337/709210/iJfbG6PDup.jpg</image><title>Djoko Suyanto (Foto: Dok.Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Djoko Suyanto menegaskan bahwa penambahan pasukan di Poso, Sulawesi Tengah bukan berarti kondisi di Poso mencekam.&quot;Bukan berarti situasinya amat sangat bahaya. Tapi perlu perkuatan disana karena memang seperti itu. Ada kelompok-kelompok yang memang ingin mengacaukan Poso, ingin mengembalikan Poso seperti masa konflik yang lalu,&quot; ujar Djoko di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta, Kamis (25/10/2012).Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, sambung Djoko, pihaknya melakukan antisipasi agar hal serupa tak terjadi dan mencegah kejadian agar tak semakin meluas. &quot;Tentu kita tidak inginkan itu terjadi. Karena itu secara dini kita harus mencegah itu. Karena itu perkuatan aparat Polri utamanya dan dibackup oleh TNI sangat perlu untuk mencegah kejadian-kejadian itu meluas,&quot; tuturnya. Hingga saat ini, lanjutnya, pihak Kepolisian masih menelusuri kelompok atau jaringan yang terlibat dalam aksi bom di pos polisi tersebut. &quot;Kan sudah ada beberapa yang ditangkap. Mudah-mudahan bisa ditelusuri, kelompoknya, jaringannya. Masih diusut, jangan terlalu dini untuk simpulkan apa-apa,&quot; kata Djoko.Terkait dugaan pelaku berasal dari anggota Jamaah Ansarut Tauhid (JAT)Djoko enggan berkomentar. &quot;Saya tidak ingin berspekulasi dan terlalu dini sebelum semua itu terbongkar melalui proses penyelidikan dan penyidikan,&quot; tutupnya.Djoko mengimbau agar masyarakat Poso tak terpancing atas kejadian yang telah terjadi, namun sebaliknya dapat saling bekerjasama dengan aparat kepolisian dan TNI khususnya dalam menjaga keamanan melalui sistem keamanan keliling (Siskamling)&quot;Saya yakin daya tahan masyarakat Poso ditunjukkan dengan tidak ikut larut dalam kegiatan seperti itu. Syukur kalau masyarakat bahu membahu dengan aparat keamanan melaksanakan Siskamling di kediaman masing-masing. Itu sangat penting membantu terciptanya masyarakat Poso yang damai sehingga dapat laksanakan kegiatan dengan nyaman,&quot; paparnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Djoko Suyanto menegaskan bahwa penambahan pasukan di Poso, Sulawesi Tengah bukan berarti kondisi di Poso mencekam.&quot;Bukan berarti situasinya amat sangat bahaya. Tapi perlu perkuatan disana karena memang seperti itu. Ada kelompok-kelompok yang memang ingin mengacaukan Poso, ingin mengembalikan Poso seperti masa konflik yang lalu,&quot; ujar Djoko di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta, Kamis (25/10/2012).Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, sambung Djoko, pihaknya melakukan antisipasi agar hal serupa tak terjadi dan mencegah kejadian agar tak semakin meluas. &quot;Tentu kita tidak inginkan itu terjadi. Karena itu secara dini kita harus mencegah itu. Karena itu perkuatan aparat Polri utamanya dan dibackup oleh TNI sangat perlu untuk mencegah kejadian-kejadian itu meluas,&quot; tuturnya. Hingga saat ini, lanjutnya, pihak Kepolisian masih menelusuri kelompok atau jaringan yang terlibat dalam aksi bom di pos polisi tersebut. &quot;Kan sudah ada beberapa yang ditangkap. Mudah-mudahan bisa ditelusuri, kelompoknya, jaringannya. Masih diusut, jangan terlalu dini untuk simpulkan apa-apa,&quot; kata Djoko.Terkait dugaan pelaku berasal dari anggota Jamaah Ansarut Tauhid (JAT)Djoko enggan berkomentar. &quot;Saya tidak ingin berspekulasi dan terlalu dini sebelum semua itu terbongkar melalui proses penyelidikan dan penyidikan,&quot; tutupnya.Djoko mengimbau agar masyarakat Poso tak terpancing atas kejadian yang telah terjadi, namun sebaliknya dapat saling bekerjasama dengan aparat kepolisian dan TNI khususnya dalam menjaga keamanan melalui sistem keamanan keliling (Siskamling)&quot;Saya yakin daya tahan masyarakat Poso ditunjukkan dengan tidak ikut larut dalam kegiatan seperti itu. Syukur kalau masyarakat bahu membahu dengan aparat keamanan melaksanakan Siskamling di kediaman masing-masing. Itu sangat penting membantu terciptanya masyarakat Poso yang damai sehingga dapat laksanakan kegiatan dengan nyaman,&quot; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
