<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Korupsi Tempati Posisi Tertinggi Pemberitaan Media</title><description>Dewasa ini, kasus suap dan korupsi merupakan isu paling sering muncul di media massa dibandingkan isu- isu lain.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/25/339/708952/korupsi-tempati-posisi-tertinggi-pemberitaan-media</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/25/339/708952/korupsi-tempati-posisi-tertinggi-pemberitaan-media"/><item><title> Korupsi Tempati Posisi Tertinggi Pemberitaan Media</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/25/339/708952/korupsi-tempati-posisi-tertinggi-pemberitaan-media</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/25/339/708952/korupsi-tempati-posisi-tertinggi-pemberitaan-media</guid><pubDate>Kamis 25 Oktober 2012 06:22 WIB</pubDate><dc:creator>Isnaini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/25/339/708952/e5zKyBlCC8.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/25/339/708952/e5zKyBlCC8.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Dewasa ini, kasus suap dan korupsi merupakan isu paling sering muncul di media massa dibandingkan isu- isu lain.Hasil penelitian media content analysis yang dilakukan Founding Fathers House (FFH) periode 28 Oktober 2011 hingga 22 Oktober 2012, menunjukkan, kasus korupsi merupakan kasus yang paling disorot publik dan menempati posisi teratas dalam pemberitaan di Media. &quot;Tujuh dari 10 berita yang berfrekuensi tinggi adalah tentang kasus suap dan korupsi,&quot; kata Peneliti Utama FFH, Dian Permata, dalam keterangannya, Kamis (25/10/2012).Penelitian itu dilakukan terhadap 28.971 berita yang ditayangkan di 12 media cetak, enam televisi, dan tujuh media online.Pemberitaan kasus Wisma Atlet merupakan berita yang paling sering dipublikasikan yakni 1.310 kali, disusul berita calon presiden 1.089 kali, kasus suap pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia, 1.067 kali, kasus korupsi pengadaan SIM Korlantas Polri 764 kali.Berikutnya kasus suap proyek Hambalang 738 kali, kejatuhan pesawat Sukhoi Super Jet 100, 534 kali, kasus penggelapan pajak oleh Dhana Widyatmika, 503 kali, kasus Nazarudin, 455 kali, kenaikan harga BBM, 433 kali, dan kasus suap dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) 424 kali.Menurut Dian, hal tersebut menunjukkan, kasus suap dan korupsi harus menjadi perhatian serius Presiden Susilo Yudhoyono dan Boediono. &quot;Keduanya harus cepat untuk menanggulangi berlarut-larutnya kasus suap dan korupsi,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Dewasa ini, kasus suap dan korupsi merupakan isu paling sering muncul di media massa dibandingkan isu- isu lain.Hasil penelitian media content analysis yang dilakukan Founding Fathers House (FFH) periode 28 Oktober 2011 hingga 22 Oktober 2012, menunjukkan, kasus korupsi merupakan kasus yang paling disorot publik dan menempati posisi teratas dalam pemberitaan di Media. &quot;Tujuh dari 10 berita yang berfrekuensi tinggi adalah tentang kasus suap dan korupsi,&quot; kata Peneliti Utama FFH, Dian Permata, dalam keterangannya, Kamis (25/10/2012).Penelitian itu dilakukan terhadap 28.971 berita yang ditayangkan di 12 media cetak, enam televisi, dan tujuh media online.Pemberitaan kasus Wisma Atlet merupakan berita yang paling sering dipublikasikan yakni 1.310 kali, disusul berita calon presiden 1.089 kali, kasus suap pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia, 1.067 kali, kasus korupsi pengadaan SIM Korlantas Polri 764 kali.Berikutnya kasus suap proyek Hambalang 738 kali, kejatuhan pesawat Sukhoi Super Jet 100, 534 kali, kasus penggelapan pajak oleh Dhana Widyatmika, 503 kali, kasus Nazarudin, 455 kali, kenaikan harga BBM, 433 kali, dan kasus suap dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) 424 kali.Menurut Dian, hal tersebut menunjukkan, kasus suap dan korupsi harus menjadi perhatian serius Presiden Susilo Yudhoyono dan Boediono. &quot;Keduanya harus cepat untuk menanggulangi berlarut-larutnya kasus suap dan korupsi,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
