<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bupati Kaget Ada Provost dari Warga Sipil</title><description>Keberadaan organisasi perekrut warga sipil menjadi provost di Timur Tengah Utara, NTT, menjadi perbincangan hangan warga hingga pejabat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/25/340/708977/bupati-kaget-ada-provost-dari-warga-sipil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/25/340/708977/bupati-kaget-ada-provost-dari-warga-sipil"/><item><title>Bupati Kaget Ada Provost dari Warga Sipil</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/25/340/708977/bupati-kaget-ada-provost-dari-warga-sipil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/25/340/708977/bupati-kaget-ada-provost-dari-warga-sipil</guid><pubDate>Kamis 25 Oktober 2012 08:37 WIB</pubDate><dc:creator>Sefnat Besie</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>KEFAMENANU - Keberadaan organisasi perekrut ibu rumah tangga menjadi anggota provost di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menjadi buah bibir warga hingga pejabat daerah. Mereka direkrut dengan dalih bertugas mengawal setiap pejabat dari pusat yang berkunjung ke daerah.&amp;ldquo;Saya baru tahu informasi tersebut. Saya harap warga Timor Tengah Utara  tidak cepat mempercayai setiap tawaran yang merugikan,&amp;rdquo; tutur Bupati TTU, Raymunduz Fernandes, di Kefamenanu, Kamis (25/10/2012).Dia mencurigai keberadaan provost dari warga sipil itu dan berharap warga tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan agar tidak dirugikan. Apalagi, setiap warga yang ingin bergabung dimintai uang Rp5 juta hingga Rp7 juta.Sementara itu, hingga saat ini pihak kepolisian belum mendapat laporan pengaduan soal sepak terjang Brigade Serbaguna Trikora atau PKRI Ranting Kabupaten TTU, namun pihaknya tetap memantau pergerakan organisasi tersebut.&amp;ldquo;Belum ada laporan, tapi polisi sedang memantau dan mengantisipasi bila LSM itu melakukan tindak pidana,&amp;rdquo; tutur Kapolres TTU, AKBP I Gede Mega Suparwitha, saat dihubungi terpisah.Informasi yang diperoleh sebelumnya menyebutkan, puluhan ibu rumah tangga, guru, dan mahasiswa sedang menjalani latihan di hotel Gunung Fatuleu di Kota Kupang, sejak Jumat pekan lalu. Mereka direkrut untuk dijadikan provost.Sekadar diketahui, organisasi yang merekrut provost di Kefamenanu ilegal. Sebab belum terdafatar di Kementerian Hukum dan HAM maupun Kantor Badan Kebangsaan Perlindungan Masyarakat dan Politik (Kesbanglinmaspol) di provinsi.Kepala Badan Kesbanglinmaspol Kabupaten TTU Raymundus Thall mengatakan, pihaknya sudah mengecek dan dipastikan keberadaan organisasi Brigade Serbaguna Trikora/PKRI di Kefamenanu ilegal sebab belum terdaftar.Menyikapi kasus perekrutan anggota Brigade Serbaguna Trikora itu, Raymundus berjanji akan mengeluarkan surat imbauan kepada para camat, kades dan lurah di 24 kecamatan agar mewaspadai aktivitas kelompok tersebut.</description><content:encoded>KEFAMENANU - Keberadaan organisasi perekrut ibu rumah tangga menjadi anggota provost di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menjadi buah bibir warga hingga pejabat daerah. Mereka direkrut dengan dalih bertugas mengawal setiap pejabat dari pusat yang berkunjung ke daerah.&amp;ldquo;Saya baru tahu informasi tersebut. Saya harap warga Timor Tengah Utara  tidak cepat mempercayai setiap tawaran yang merugikan,&amp;rdquo; tutur Bupati TTU, Raymunduz Fernandes, di Kefamenanu, Kamis (25/10/2012).Dia mencurigai keberadaan provost dari warga sipil itu dan berharap warga tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan agar tidak dirugikan. Apalagi, setiap warga yang ingin bergabung dimintai uang Rp5 juta hingga Rp7 juta.Sementara itu, hingga saat ini pihak kepolisian belum mendapat laporan pengaduan soal sepak terjang Brigade Serbaguna Trikora atau PKRI Ranting Kabupaten TTU, namun pihaknya tetap memantau pergerakan organisasi tersebut.&amp;ldquo;Belum ada laporan, tapi polisi sedang memantau dan mengantisipasi bila LSM itu melakukan tindak pidana,&amp;rdquo; tutur Kapolres TTU, AKBP I Gede Mega Suparwitha, saat dihubungi terpisah.Informasi yang diperoleh sebelumnya menyebutkan, puluhan ibu rumah tangga, guru, dan mahasiswa sedang menjalani latihan di hotel Gunung Fatuleu di Kota Kupang, sejak Jumat pekan lalu. Mereka direkrut untuk dijadikan provost.Sekadar diketahui, organisasi yang merekrut provost di Kefamenanu ilegal. Sebab belum terdafatar di Kementerian Hukum dan HAM maupun Kantor Badan Kebangsaan Perlindungan Masyarakat dan Politik (Kesbanglinmaspol) di provinsi.Kepala Badan Kesbanglinmaspol Kabupaten TTU Raymundus Thall mengatakan, pihaknya sudah mengecek dan dipastikan keberadaan organisasi Brigade Serbaguna Trikora/PKRI di Kefamenanu ilegal sebab belum terdaftar.Menyikapi kasus perekrutan anggota Brigade Serbaguna Trikora itu, Raymundus berjanji akan mengeluarkan surat imbauan kepada para camat, kades dan lurah di 24 kecamatan agar mewaspadai aktivitas kelompok tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
