<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolres Depok Bantah Salah Tangkap Pencuri</title><description>Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni memastikan bahwa anak buahnya sudah bekerja secara profesional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/25/501/709402/kapolres-depok-bantah-salah-tangkap-pencuri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/25/501/709402/kapolres-depok-bantah-salah-tangkap-pencuri"/><item><title>Kapolres Depok Bantah Salah Tangkap Pencuri</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/25/501/709402/kapolres-depok-bantah-salah-tangkap-pencuri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/25/501/709402/kapolres-depok-bantah-salah-tangkap-pencuri</guid><pubDate>Kamis 25 Oktober 2012 18:20 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/25/501/709402/a8nXuVLWaK.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/25/501/709402/a8nXuVLWaK.jpg</image><title></title></images><description>DEPOK - Belasan anggota keluarga Saiful Irfan (33), korban salah tangkap kasus pembobolan Toko Buana Kredit di Jalan Magonda, mendatangi Mapolres Depok. Mereka menuntut keadilan atas perkara yang menimpa Irfan.
&amp;nbsp;
Irfan dituding melakukan pencurian di toko bekas tempatnya bekerja. Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni memastikan bahwa anak buahnya sudah bekerja secara profesional.
&amp;nbsp;
&amp;lrm;â€&lt;Mulyadi membantah tudingan keluarga korban. Dari lima tersangka yang sudah ditangkap, tiga di antaranya membenarkan bahwa Irfan ikut terlibat tindak kejahatan tersebut. Irfan, kata dia, turut serta menggotong televisi dari PT Buana Kredit ke dalam mobil boks.
&amp;nbsp;
&quot;Ada tiga dari lima pelaku menyatakan Saiful Irfan terlibat. Kemudian juga penjaga toko Andy mengenalnya. Peran Saiful membawa atau turut menggotong televisi,&quot; katanya kepada wartawan, Rabu (25/10/12).
&amp;nbsp;
Pihaknya sudah periksa keterangan tersangka dan saksi. Tiga tersangka menyatakan bahwa Irfan terlibat pencurian di toko tempatnya bekerja dulu. Dari hasil pencurian tersebut, kata dia, komplotan tersangka ini bahkan membeli satu unit motor Honda Vario.
&amp;nbsp;
Usai menggasak barang-barang, para tersangka membawa hasil curian ke pos kosong di IISIP, Jakarta. Kemudian menghubungi seorang penadah. &quot;Kami masih mengejar dua orang lainnya yang menjadi penadah. Kami belum mengecek CCTV yang ada di lokasi,&quot; kata Mulyadi.</description><content:encoded>DEPOK - Belasan anggota keluarga Saiful Irfan (33), korban salah tangkap kasus pembobolan Toko Buana Kredit di Jalan Magonda, mendatangi Mapolres Depok. Mereka menuntut keadilan atas perkara yang menimpa Irfan.
&amp;nbsp;
Irfan dituding melakukan pencurian di toko bekas tempatnya bekerja. Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni memastikan bahwa anak buahnya sudah bekerja secara profesional.
&amp;nbsp;
&amp;lrm;â€&lt;Mulyadi membantah tudingan keluarga korban. Dari lima tersangka yang sudah ditangkap, tiga di antaranya membenarkan bahwa Irfan ikut terlibat tindak kejahatan tersebut. Irfan, kata dia, turut serta menggotong televisi dari PT Buana Kredit ke dalam mobil boks.
&amp;nbsp;
&quot;Ada tiga dari lima pelaku menyatakan Saiful Irfan terlibat. Kemudian juga penjaga toko Andy mengenalnya. Peran Saiful membawa atau turut menggotong televisi,&quot; katanya kepada wartawan, Rabu (25/10/12).
&amp;nbsp;
Pihaknya sudah periksa keterangan tersangka dan saksi. Tiga tersangka menyatakan bahwa Irfan terlibat pencurian di toko tempatnya bekerja dulu. Dari hasil pencurian tersebut, kata dia, komplotan tersangka ini bahkan membeli satu unit motor Honda Vario.
&amp;nbsp;
Usai menggasak barang-barang, para tersangka membawa hasil curian ke pos kosong di IISIP, Jakarta. Kemudian menghubungi seorang penadah. &quot;Kami masih mengejar dua orang lainnya yang menjadi penadah. Kami belum mengecek CCTV yang ada di lokasi,&quot; kata Mulyadi.</content:encoded></item></channel></rss>
