<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Putuskan Nasib Parpol, KPU Terlihat Gamang</title><description>Banyak pihak yang meragukan alasan KPU menunda pengumuman hanya karena persoalan administrasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/26/339/709630/putuskan-nasib-parpol-kpu-terlihat-gamang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/26/339/709630/putuskan-nasib-parpol-kpu-terlihat-gamang"/><item><title>Putuskan Nasib Parpol, KPU Terlihat Gamang</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/26/339/709630/putuskan-nasib-parpol-kpu-terlihat-gamang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/26/339/709630/putuskan-nasib-parpol-kpu-terlihat-gamang</guid><pubDate>Jum'at 26 Oktober 2012 13:20 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/26/339/709630/tTzmAxRNxA.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/26/339/709630/tTzmAxRNxA.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda pengumuman hasil verifikasi partai politik memang memunculkan berbagai persepsi. Banyak pihak yang meragukan alasan KPU menunda pengumuman hanya karena persoalan administrasi.
&amp;nbsp;
&quot;KPU memang terlihat seperti gamang,&quot; kata anggota Komisi II dari Fraksi Partai Hanura, Akbar Faisal melalui pesan singkat kepada okezone di Jakarta, Jumat (26/10/2012).
&amp;nbsp;
Selain itu, banyak pihak yang menilai keputusan KPU tersebut diambil lantaran telah melakukan kongkalikong dengan pihak-pihak tertentu, misalnya salah satu partai politik yang terancam tidak lolos verifikasi.
&amp;nbsp;
Menanggapi hal tersebut, Akbar hanya mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu segala kemungkinan yang akan muncul dan belum bisa memastikan apakah tudingan itu memang benar. &quot;Kita lihat nanti. Saya berharap KPU tidak menggiring persepsi kita ke arah sana,&quot; sambung Akbar.
&amp;nbsp;
Meskipun demikian, Akbar tetap berharap KPU periode ini tidak mengulang kesalahan KPU periode sebelumnya terkait adanya indikasi kompromi-kompromi dengan partai politik.
&amp;nbsp;
&quot;Saya berharap kesalahan KPU periode lalu tidak terulang di mana terjadi kompromi-kompromi dengan parpol yang membuat parpol yang tidak memenuhi syarat lolos ikut pemilu yang membuat Pemilu jadi kacau,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda pengumuman hasil verifikasi partai politik memang memunculkan berbagai persepsi. Banyak pihak yang meragukan alasan KPU menunda pengumuman hanya karena persoalan administrasi.
&amp;nbsp;
&quot;KPU memang terlihat seperti gamang,&quot; kata anggota Komisi II dari Fraksi Partai Hanura, Akbar Faisal melalui pesan singkat kepada okezone di Jakarta, Jumat (26/10/2012).
&amp;nbsp;
Selain itu, banyak pihak yang menilai keputusan KPU tersebut diambil lantaran telah melakukan kongkalikong dengan pihak-pihak tertentu, misalnya salah satu partai politik yang terancam tidak lolos verifikasi.
&amp;nbsp;
Menanggapi hal tersebut, Akbar hanya mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu segala kemungkinan yang akan muncul dan belum bisa memastikan apakah tudingan itu memang benar. &quot;Kita lihat nanti. Saya berharap KPU tidak menggiring persepsi kita ke arah sana,&quot; sambung Akbar.
&amp;nbsp;
Meskipun demikian, Akbar tetap berharap KPU periode ini tidak mengulang kesalahan KPU periode sebelumnya terkait adanya indikasi kompromi-kompromi dengan partai politik.
&amp;nbsp;
&quot;Saya berharap kesalahan KPU periode lalu tidak terulang di mana terjadi kompromi-kompromi dengan parpol yang membuat parpol yang tidak memenuhi syarat lolos ikut pemilu yang membuat Pemilu jadi kacau,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
