<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prasasti Gus Dur Seberat 8 Ton Ditanam di Jombang</title><description>Sayangnya, pihak Pemkab Jombang masih kebingungan menempatkan prasasti itu.&amp;nbsp; Pasalnya, dengan berat 8 ton membutuhkan kontruksi khusus agar bisa kokoh berdiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/28/521/710142/prasasti-gus-dur-seberat-8-ton-ditanam-di-jombang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/28/521/710142/prasasti-gus-dur-seberat-8-ton-ditanam-di-jombang"/><item><title>Prasasti Gus Dur Seberat 8 Ton Ditanam di Jombang</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/28/521/710142/prasasti-gus-dur-seberat-8-ton-ditanam-di-jombang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/28/521/710142/prasasti-gus-dur-seberat-8-ton-ditanam-di-jombang</guid><pubDate>Minggu 28 Oktober 2012 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/28/521/710142/NiypyByRnp.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/28/521/710142/NiypyByRnp.jpg</image><title></title></images><description>JOMBANG - Selain mengubah nama Jalan Merdeka menjadi Jalan Presiden KH Abdurrahman Wahid, Pemkab Jombang juga memasang prasasti Gus Dur di pintu masuk jalan tersebut. Tak tanggung-tanggung, prasasti ini seberat 8 ton terbuat dari batu Andesit.
&amp;nbsp;
Sayangnya, pihak Pemkab Jombang masih kebingungan menempatkan prasasti itu.&amp;nbsp; Pasalnya, dengan berat 8 ton membutuhkan kontruksi khusus agar bisa kokoh berdiri.
&amp;nbsp;
&quot;Nanti juga ada pemasangan papan nama Jalan Gus Dur itu. Untuk prasasti memang sudah jadi tapi kami masih memikirkan kontruksinya agar bisa dipasang di pintu masuk jalan,&quot; kata Kasubbag Kesejahteraan Sosial (Kesos) Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Asy'hari kepada Okezone, Minggu (28/10/2012).
&amp;nbsp;
Ia menjelaskan, prasasti tersebut berisikan beberapa tulisan tentang riwayat KH Abdurrahman Wahid. Di antaranya, tempat kelahiran, riwayat organisasi hingga sebagai tokoh pluralisme dan menjadi Presiden ke-IV RI. Tak hanya itu, dalam parasasti yang berukuran kurang lebih 1,5 Meter itu disertai relief foto Gus Dur.
&amp;nbsp;
&quot;Prasasti ini dibuat di Trowulan Mojokerto. Perlu kontruksi yang pas untuk menempatkan prasasti ini,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Asy'hari menambahkan, dipasangnya prasasti Gus Dur untuk kepentingan sejarah di masa depan. Dengan adanya prasasti, anak cucu akan mengetahui siapa sebenarnya sosok Gus Dur. &quot;Nanti agar anak cucu kita mengetahui siapa sosok Gus Dur yang namanya menjadi nama jalan ini,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JOMBANG - Selain mengubah nama Jalan Merdeka menjadi Jalan Presiden KH Abdurrahman Wahid, Pemkab Jombang juga memasang prasasti Gus Dur di pintu masuk jalan tersebut. Tak tanggung-tanggung, prasasti ini seberat 8 ton terbuat dari batu Andesit.
&amp;nbsp;
Sayangnya, pihak Pemkab Jombang masih kebingungan menempatkan prasasti itu.&amp;nbsp; Pasalnya, dengan berat 8 ton membutuhkan kontruksi khusus agar bisa kokoh berdiri.
&amp;nbsp;
&quot;Nanti juga ada pemasangan papan nama Jalan Gus Dur itu. Untuk prasasti memang sudah jadi tapi kami masih memikirkan kontruksinya agar bisa dipasang di pintu masuk jalan,&quot; kata Kasubbag Kesejahteraan Sosial (Kesos) Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Asy'hari kepada Okezone, Minggu (28/10/2012).
&amp;nbsp;
Ia menjelaskan, prasasti tersebut berisikan beberapa tulisan tentang riwayat KH Abdurrahman Wahid. Di antaranya, tempat kelahiran, riwayat organisasi hingga sebagai tokoh pluralisme dan menjadi Presiden ke-IV RI. Tak hanya itu, dalam parasasti yang berukuran kurang lebih 1,5 Meter itu disertai relief foto Gus Dur.
&amp;nbsp;
&quot;Prasasti ini dibuat di Trowulan Mojokerto. Perlu kontruksi yang pas untuk menempatkan prasasti ini,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Asy'hari menambahkan, dipasangnya prasasti Gus Dur untuk kepentingan sejarah di masa depan. Dengan adanya prasasti, anak cucu akan mengetahui siapa sebenarnya sosok Gus Dur. &quot;Nanti agar anak cucu kita mengetahui siapa sosok Gus Dur yang namanya menjadi nama jalan ini,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
