<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kampus Harus Jadi Contoh Budaya Antikorupsi</title><description>Menanamkan budaya antikorupsi kepada generasi muda  tentu harus dimulai  dengan memberikan contoh yang baik bagi kaum muda tersebut.  Salah satunya dimulai dari pihak   kampus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/29/373/710439/kampus-harus-jadi-contoh-budaya-antikorupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/29/373/710439/kampus-harus-jadi-contoh-budaya-antikorupsi"/><item><title>Kampus Harus Jadi Contoh Budaya Antikorupsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/29/373/710439/kampus-harus-jadi-contoh-budaya-antikorupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/29/373/710439/kampus-harus-jadi-contoh-budaya-antikorupsi</guid><pubDate>Senin 29 Oktober 2012 11:38 WIB</pubDate><dc:creator>Margaret Puspitarini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/29/373/710439/NrUAovAD6w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/29/373/710439/NrUAovAD6w.jpg</image><title>Ilustrasi : Corbis</title></images><description>JAKARTA - Menanamkan budaya antikorupsi kepada generasi muda  tentu harus dimulai dengan memberikan contoh yang baik bagi kaum muda tersebut.  Demikian pula ketika menerapkan budaya antikorupsi kepada mahasiswa, maka pihak  kampus harus mampu memberikan contoh-contoh baik yang dapat diteladani  mahasiswa.
&amp;nbsp;
Demikian disampaikan Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Haryono Umar. &quot;Manajemen di kampus dan  sekolah harus dilakukan perbaikan, yakni adanya transparansi. Bagaimana mau  memberikan pendidikan antikorupsi kalau tidak transparansi soal anggaran maupun  kurikulum?&quot; tutur Haryono ketika dihubungi Okezone, Senin  (29/10/2012).
&amp;nbsp;
Dia menilai, keberhasilan penerapan budaya antikorupsi dalam  diri mahasiswa juga bergantung pada contoh yang diberikan oleh pihak kampus.  &quot;Mereka butuh pendidikan langsung dari lingkungannya, bukan hanya teori,&quot;  paparnya.
&amp;nbsp;
Guru Besar Sosiologi Pembangunan Universitas Airlangga  (Unair) Surabaya Mustain Mashud pun melontarkan pendapat senada. Untuk mendukung  program Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kemendikbud mengenai  pendidikan antikorupsi di tingkat mahasiswa, kampus memiliki andil yang cukup  besar.
&amp;nbsp;
&quot;Kampus itu instiusi, lembaga akademis sehingga masalah  transparasi dan anggaran harus jelas dan disampaikan ke depan umum. Kalau di  Unair, masalah transparansi sudah dilakukan. Unair merupakan salah satu Badan  Hukum Milik Negara (BHMN) yang mau mengumumkan kekayaan di depan publik,&quot; kata  Mustain.
&amp;nbsp;
Oleh karena itu, lanjutnya, perlu kegiatan dan program  lanjutan guna mendukung pendidikan antikorupsi di kampus. &quot;Jangan hanya berhenti  pada gerakan dan tidak dibarengi dengan tindakan yang lain. Jika ada  transparansi dan anggaran dari kampus maka akan lebih cepat efeknya,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menanamkan budaya antikorupsi kepada generasi muda  tentu harus dimulai dengan memberikan contoh yang baik bagi kaum muda tersebut.  Demikian pula ketika menerapkan budaya antikorupsi kepada mahasiswa, maka pihak  kampus harus mampu memberikan contoh-contoh baik yang dapat diteladani  mahasiswa.
&amp;nbsp;
Demikian disampaikan Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Haryono Umar. &quot;Manajemen di kampus dan  sekolah harus dilakukan perbaikan, yakni adanya transparansi. Bagaimana mau  memberikan pendidikan antikorupsi kalau tidak transparansi soal anggaran maupun  kurikulum?&quot; tutur Haryono ketika dihubungi Okezone, Senin  (29/10/2012).
&amp;nbsp;
Dia menilai, keberhasilan penerapan budaya antikorupsi dalam  diri mahasiswa juga bergantung pada contoh yang diberikan oleh pihak kampus.  &quot;Mereka butuh pendidikan langsung dari lingkungannya, bukan hanya teori,&quot;  paparnya.
&amp;nbsp;
Guru Besar Sosiologi Pembangunan Universitas Airlangga  (Unair) Surabaya Mustain Mashud pun melontarkan pendapat senada. Untuk mendukung  program Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kemendikbud mengenai  pendidikan antikorupsi di tingkat mahasiswa, kampus memiliki andil yang cukup  besar.
&amp;nbsp;
&quot;Kampus itu instiusi, lembaga akademis sehingga masalah  transparasi dan anggaran harus jelas dan disampaikan ke depan umum. Kalau di  Unair, masalah transparansi sudah dilakukan. Unair merupakan salah satu Badan  Hukum Milik Negara (BHMN) yang mau mengumumkan kekayaan di depan publik,&quot; kata  Mustain.
&amp;nbsp;
Oleh karena itu, lanjutnya, perlu kegiatan dan program  lanjutan guna mendukung pendidikan antikorupsi di kampus. &quot;Jangan hanya berhenti  pada gerakan dan tidak dibarengi dengan tindakan yang lain. Jika ada  transparansi dan anggaran dari kampus maka akan lebih cepat efeknya,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
