<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dari S-1 Sampai S-3, Pasangan Ini Selalu Lulus Cumlaude</title><description>Siapa  bilang pacaran ketika kuliah hanya bisa membuat nilai kita jelek? Nyatanya,  ada juga pasangan mahasiswa yang justru  bersaing sehat hingga akhirnya berhasil lulus dengan nilai  cumlaude.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/29/373/710500/dari-s-1-sampai-s-3-pasangan-ini-selalu-lulus-cumlaude</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/29/373/710500/dari-s-1-sampai-s-3-pasangan-ini-selalu-lulus-cumlaude"/><item><title>Dari S-1 Sampai S-3, Pasangan Ini Selalu Lulus Cumlaude</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/29/373/710500/dari-s-1-sampai-s-3-pasangan-ini-selalu-lulus-cumlaude</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/29/373/710500/dari-s-1-sampai-s-3-pasangan-ini-selalu-lulus-cumlaude</guid><pubDate>Senin 29 Oktober 2012 13:13 WIB</pubDate><dc:creator>Margaret Puspitarini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/29/373/710500/sjdWmG0LrH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Unair</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/29/373/710500/sjdWmG0LrH.jpg</image><title>Foto : Unair</title></images><description>JAKARTA - Siapa  bilang pacaran ketika kuliah hanya bisa membuat nilai kita jelek? Nyatanya,  ada juga pasangan mahasiswa yang justru  bersaing sehat hingga akhirnya berhasil lulus dengan nilai  cumlaude.&amp;nbsp;Mereka adalah Martin  Suryana dan Suhartati. Pasangan ini menjalani kuliah S-1 dan S-2 bersama-sama di  Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya). Tidak puas, mereka kembali meraih  gelar doktor bersama dari Universitas Airlangga (Unair)  Surabaya.Sejak S-1 hingga S-3,  mereka berdua selalu lulus dengan predikat cumlaude. Prestasi ini membuat nama  Martin dan Suhartati masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai &amp;ldquo;Pasangan  yang Menempuh Studi Bersama-sama Sejak S-1,  S-2, dan S-3 dengan Sama-sama Meraih Predikat  Cumlaude.&amp;rdquo;Martin menyebut,  meski berpacaran, keduanya selalu berkompetisi secara positif dalam mendapatkan  nilai terbaik. &amp;rdquo;Walaupun terus bersama-sama, jangan dikira kami conto-contoan.  Justru kami berkompetisi untuk meraih nilai yang lebih baik. Kadang saling  meledek juga. Jadi kami berdua benar-benar berkompetisi,&amp;rdquo; ujar Martin Suryana,  seperti disitat dari situs Unair, Senin (29/10/2012).Pasangan suami istri  tersebut meraih gelar doktor dalam waktu studi yang cukup singkat, yakni 2,3  tahun. Martin meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 sedangkan sang istri  hanya terpaut tipis 3,85.Ayah dua anak itu  lulus dengan mempertahankan disertasi berjudul &amp;ldquo;Transplantasi Organ dan atau  Jaringan Tubuh Manusia dalam Perspektif Hukum Pidana.&amp;rdquo; Sementara Suhartatik yang  merupakan dosen FH Ubaya itu mempertahankan disertasi yang berjudul &amp;rdquo;Alternative  Remittance System Dalam Perspektif Hukum Pidana&amp;rdquo;.Pria yang berprofesi  sebagai advokat dan konsultan hukum itu  mengaku sama sekali tidak terpikir atau berharap suatu saat akan meraih rekor  MURI. Mereka berdua tidak melakukan upaya kesengajaan untuk mengarah pada  predikat mengukir rekor tersebut. Berawal dari saran, masukan, dan desakan  teman-teman atas prestasi dan perjalanan studi mereka, maka keduanya pun  mengusulkan prestasi ini kepada MURI dan mendapat persetujuan dari pihak  MURI.Motivasi utama Martin  mengusulkan prestasi ini ke MURI adalah untuk menunjukkan status suami-istri  tidak menghalangi sesoeorang untuk berprestasi. Mereka justru bisa saling  memberi motivasi dan mendorong untuk meraih prestasi. &amp;ldquo;Justru motivasi inilah  yang ingin kami bagikan kepada orang lain,&amp;rdquo; tuturnya.Pasangan ini sepakat  meningkatkan status mereka dari pacaran menjadi ikatan perkawinan setelah lulus  S-2 dari Ubaya pada 2001. Saat ini, pasangan suami istri tersebut telah  dikaruniai dua orang anak, yakni Clifford Breva Suryana (9) dan Clarence  Amabelle Suryana (6).</description><content:encoded>JAKARTA - Siapa  bilang pacaran ketika kuliah hanya bisa membuat nilai kita jelek? Nyatanya,  ada juga pasangan mahasiswa yang justru  bersaing sehat hingga akhirnya berhasil lulus dengan nilai  cumlaude.&amp;nbsp;Mereka adalah Martin  Suryana dan Suhartati. Pasangan ini menjalani kuliah S-1 dan S-2 bersama-sama di  Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya). Tidak puas, mereka kembali meraih  gelar doktor bersama dari Universitas Airlangga (Unair)  Surabaya.Sejak S-1 hingga S-3,  mereka berdua selalu lulus dengan predikat cumlaude. Prestasi ini membuat nama  Martin dan Suhartati masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai &amp;ldquo;Pasangan  yang Menempuh Studi Bersama-sama Sejak S-1,  S-2, dan S-3 dengan Sama-sama Meraih Predikat  Cumlaude.&amp;rdquo;Martin menyebut,  meski berpacaran, keduanya selalu berkompetisi secara positif dalam mendapatkan  nilai terbaik. &amp;rdquo;Walaupun terus bersama-sama, jangan dikira kami conto-contoan.  Justru kami berkompetisi untuk meraih nilai yang lebih baik. Kadang saling  meledek juga. Jadi kami berdua benar-benar berkompetisi,&amp;rdquo; ujar Martin Suryana,  seperti disitat dari situs Unair, Senin (29/10/2012).Pasangan suami istri  tersebut meraih gelar doktor dalam waktu studi yang cukup singkat, yakni 2,3  tahun. Martin meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 sedangkan sang istri  hanya terpaut tipis 3,85.Ayah dua anak itu  lulus dengan mempertahankan disertasi berjudul &amp;ldquo;Transplantasi Organ dan atau  Jaringan Tubuh Manusia dalam Perspektif Hukum Pidana.&amp;rdquo; Sementara Suhartatik yang  merupakan dosen FH Ubaya itu mempertahankan disertasi yang berjudul &amp;rdquo;Alternative  Remittance System Dalam Perspektif Hukum Pidana&amp;rdquo;.Pria yang berprofesi  sebagai advokat dan konsultan hukum itu  mengaku sama sekali tidak terpikir atau berharap suatu saat akan meraih rekor  MURI. Mereka berdua tidak melakukan upaya kesengajaan untuk mengarah pada  predikat mengukir rekor tersebut. Berawal dari saran, masukan, dan desakan  teman-teman atas prestasi dan perjalanan studi mereka, maka keduanya pun  mengusulkan prestasi ini kepada MURI dan mendapat persetujuan dari pihak  MURI.Motivasi utama Martin  mengusulkan prestasi ini ke MURI adalah untuk menunjukkan status suami-istri  tidak menghalangi sesoeorang untuk berprestasi. Mereka justru bisa saling  memberi motivasi dan mendorong untuk meraih prestasi. &amp;ldquo;Justru motivasi inilah  yang ingin kami bagikan kepada orang lain,&amp;rdquo; tuturnya.Pasangan ini sepakat  meningkatkan status mereka dari pacaran menjadi ikatan perkawinan setelah lulus  S-2 dari Ubaya pada 2001. Saat ini, pasangan suami istri tersebut telah  dikaruniai dua orang anak, yakni Clifford Breva Suryana (9) dan Clarence  Amabelle Suryana (6).</content:encoded></item></channel></rss>
