<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusuh Lampung, Warga Bali Tolak Dievakuasi</title><description>Meski nyawanya terancam namun ratusan warga asal Bali yang tinggal di  Kampung Balinuraga, Lampung Selatan, menolak dievakuasi dan memilih  bertahan di sekitar tempat tinggal mereka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/30/340/711362/rusuh-lampung-warga-bali-tolak-dievakuasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/30/340/711362/rusuh-lampung-warga-bali-tolak-dievakuasi"/><item><title>Rusuh Lampung, Warga Bali Tolak Dievakuasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/30/340/711362/rusuh-lampung-warga-bali-tolak-dievakuasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/30/340/711362/rusuh-lampung-warga-bali-tolak-dievakuasi</guid><pubDate>Selasa 30 Oktober 2012 23:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/30/340/711362/l5HuZUdBjc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suasana pengungsi di SPN Kemiling, Bandar Lampung (Foto: Tri P/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/30/340/711362/l5HuZUdBjc.jpg</image><title>Suasana pengungsi di SPN Kemiling, Bandar Lampung (Foto: Tri P/okezone)</title></images><description>DENPASAR - Meski nyawanya terancam namun ratusan warga asal Bali yang tinggal di Kampung Balinuraga, Lampung Selatan, menolak dievakuasi dan memilih bertahan di sekitar tempat tinggal mereka.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Sikap warga Bali yang memilih bertahan itu disampaikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika usai berkoordinasi dengan Kapolda Lampung dan pihak Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI).
&amp;nbsp;
&quot;Saya sempat berbicara dengan Pak Kapolda Lampung lewat telepon, sampai sore tadi, intinya beliau meminta saya membantu membujuk masyarakat kita di Bali Nuraga agar mau dievakuasi,&quot; jelas Pastika kepada wartawan di Denpasar, Selasa (30/10/2012).
&amp;nbsp;
Karenanya, Pastika telah memerintahkan PHDI agar menghubungi dan meminta tokoh masyarakat Bali di lokasi agar mau membujuk warganya mengungsi sementara waktu.
&amp;nbsp;
Meski telah berkal-kali telah dibujuk oleh Ketua PHDI Bali namun masyarakat menolak dievakuasi.
&amp;nbsp;
Dari data yang diterimanya, saat ini ada sekira 300 orang tetap bertahan dan siap menghadapi resiko apapun. Padahal, yang akan menyerbu lebih 3.000 sehingga hal tersebut mengundang kekhawatiran.
&amp;nbsp;
Pastika menuturkan, kepolisian sebenarnya telah berusaha meredam menghadang amuk ribuan massa di beberapa titik. Namun, tetap saja jebol lantaran massa merangasek melakukan serangan lewat sawah-sawah.
&amp;nbsp;
&quot;Polisi sudah mengambil langkah evakuasi, cuma masyarakat kita di sana bersikukuh memilih bertahan. Apapun, menurut saya yang terbaik saat ini mereka harus dievakuasi,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Terkait kasus yang dialami warga asal Bali tersebut, Pastika terus berupaya mencari jalan terbaik yang akan disampaikan kepada pihak terkait di sana.
&amp;nbsp;
Bentrok berdarah yang menyebabkan jatuhnya korban, ini merupakan kesekian kalinya terjadi dan menimpa masyarakat asal Bali.
&amp;nbsp;
&quot;Kejadiannya akan terus berulang kalau kelakuan orang-orang itu tetap seperti itu,&quot; sesalnya.
&amp;nbsp;
Dipihak lain, atas derita warga Bali di Lampung Selatan, telah memicu simpati dan keprihatinan masyarakat di Pulau Dewata.
&amp;nbsp;
Pasca kejadian, berbagai seruan, ajakan lewat short message service (SMS), broadcast lewat Blackberry terus bermunculan untuk mengetuk hati dan kepedulian masyarakat atas penderitaan warga Bali Nuraga.
&amp;nbsp;
Rencananya, Rabu 1 November 2012, besok serangkaian aksi keprihatinan atas kasus berdarah di Lampung Selatan akan digelar beberapa elemen masyarakat di Kota Denpasar dan Tabanan.</description><content:encoded>DENPASAR - Meski nyawanya terancam namun ratusan warga asal Bali yang tinggal di Kampung Balinuraga, Lampung Selatan, menolak dievakuasi dan memilih bertahan di sekitar tempat tinggal mereka.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Sikap warga Bali yang memilih bertahan itu disampaikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika usai berkoordinasi dengan Kapolda Lampung dan pihak Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI).
&amp;nbsp;
&quot;Saya sempat berbicara dengan Pak Kapolda Lampung lewat telepon, sampai sore tadi, intinya beliau meminta saya membantu membujuk masyarakat kita di Bali Nuraga agar mau dievakuasi,&quot; jelas Pastika kepada wartawan di Denpasar, Selasa (30/10/2012).
&amp;nbsp;
Karenanya, Pastika telah memerintahkan PHDI agar menghubungi dan meminta tokoh masyarakat Bali di lokasi agar mau membujuk warganya mengungsi sementara waktu.
&amp;nbsp;
Meski telah berkal-kali telah dibujuk oleh Ketua PHDI Bali namun masyarakat menolak dievakuasi.
&amp;nbsp;
Dari data yang diterimanya, saat ini ada sekira 300 orang tetap bertahan dan siap menghadapi resiko apapun. Padahal, yang akan menyerbu lebih 3.000 sehingga hal tersebut mengundang kekhawatiran.
&amp;nbsp;
Pastika menuturkan, kepolisian sebenarnya telah berusaha meredam menghadang amuk ribuan massa di beberapa titik. Namun, tetap saja jebol lantaran massa merangasek melakukan serangan lewat sawah-sawah.
&amp;nbsp;
&quot;Polisi sudah mengambil langkah evakuasi, cuma masyarakat kita di sana bersikukuh memilih bertahan. Apapun, menurut saya yang terbaik saat ini mereka harus dievakuasi,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Terkait kasus yang dialami warga asal Bali tersebut, Pastika terus berupaya mencari jalan terbaik yang akan disampaikan kepada pihak terkait di sana.
&amp;nbsp;
Bentrok berdarah yang menyebabkan jatuhnya korban, ini merupakan kesekian kalinya terjadi dan menimpa masyarakat asal Bali.
&amp;nbsp;
&quot;Kejadiannya akan terus berulang kalau kelakuan orang-orang itu tetap seperti itu,&quot; sesalnya.
&amp;nbsp;
Dipihak lain, atas derita warga Bali di Lampung Selatan, telah memicu simpati dan keprihatinan masyarakat di Pulau Dewata.
&amp;nbsp;
Pasca kejadian, berbagai seruan, ajakan lewat short message service (SMS), broadcast lewat Blackberry terus bermunculan untuk mengetuk hati dan kepedulian masyarakat atas penderitaan warga Bali Nuraga.
&amp;nbsp;
Rencananya, Rabu 1 November 2012, besok serangkaian aksi keprihatinan atas kasus berdarah di Lampung Selatan akan digelar beberapa elemen masyarakat di Kota Denpasar dan Tabanan.</content:encoded></item></channel></rss>
