<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malaysia Akan Ambil Tindakan Atas &quot;Obral TKI&quot;</title><description>Kasus selebaran yang menunjukkan tenaga kerja Indonesia (TKI) bisa  dijual murah, mendapatkan perhatian dari Pemerintah Malaysia. Mereka  mengaku akan mengambil tindakan hukum mengenai masalah ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/31/411/711530/malaysia-akan-ambil-tindakan-atas-obral-tki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/10/31/411/711530/malaysia-akan-ambil-tindakan-atas-obral-tki"/><item><title>Malaysia Akan Ambil Tindakan Atas &quot;Obral TKI&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/10/31/411/711530/malaysia-akan-ambil-tindakan-atas-obral-tki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/10/31/411/711530/malaysia-akan-ambil-tindakan-atas-obral-tki</guid><pubDate>Rabu 31 Oktober 2012 11:25 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/31/411/711530/ZT6AKEuVGX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Selebaran &quot;Obral TKI&quot; di Malaysia (foto: Fiddy)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/31/411/711530/ZT6AKEuVGX.jpg</image><title>Selebaran &quot;Obral TKI&quot; di Malaysia (foto: Fiddy)</title></images><description> 
PUTRAJAYA - Kasus selebaran yang menunjukkan tenaga kerja Indonesia (TKI) bisa dijual murah, mendapatkan perhatian dari Pemerintah Malaysia. Mereka mengaku akan mengambil tindakan hukum mengenai masalah ini.
&amp;nbsp;
Menurut Menteri Tenaga Kerja Malaysia Datuk Seri Dr S. Subramaniam, isu semacam ini dikhawatirkan dalam merusak hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia yang telah terjalin selama ini. Untuk itu, pihaknya akan mengambil tindakan tegas atas selebaran &quot;Obral TKI&quot; tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Kami akan berupaya keras untuk melacak mereka yang menyebarkan iklan tersebut. Akan ada tindakan hukum bagi mereka yang terlibat,&quot; jelas Subramaniam, seperti dikutip The Star, Rabu (31/10/2012).
&amp;nbsp;
Selabaran tersebut diketahui beredar di Jalan Chow Kit, Kuala Lumpur. Iklan yang melecehkan ini kini menjadi pembahasan hangat di internet baik di Indonesia maupun di Malaysia.
&amp;nbsp;
Sementara Aliansi Persahabatan Jurnalis Indonesia-Malaysia (Iswami) mengeluarkan pernyataan kecaman keras atas peredaran selebaran ini. Mereka menilai hal ini adalah bentuk perdagangan manusia dan mendesak Pemerintah Malaysia untuk melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan tegas atas pelaku penyebaran.
&amp;nbsp;
Sebelumnya beredar&amp;nbsp; selebaran yang bertuliskan &quot;Indonesian maids now on SALE!!!&quot; di Negeri Jiran yang berarti &quot;Pembantu Indonesia Dijual&quot;. &amp;nbsp;Pada selebaran itu juga tampak tulisan diskon sebanyak 40 persen dan di sisi kiri ada gambar kartun yang menggambarkan pembantu rumah tangga.
&amp;nbsp;
Iklan ini juga menyertakan nomor telefon yang bisa dihubungi. Diduga agen yang menyebar selebaran ini bernama Rubini dengan nomor telefon 017.3394943/010.2617817/012.6245315.</description><content:encoded> 
PUTRAJAYA - Kasus selebaran yang menunjukkan tenaga kerja Indonesia (TKI) bisa dijual murah, mendapatkan perhatian dari Pemerintah Malaysia. Mereka mengaku akan mengambil tindakan hukum mengenai masalah ini.
&amp;nbsp;
Menurut Menteri Tenaga Kerja Malaysia Datuk Seri Dr S. Subramaniam, isu semacam ini dikhawatirkan dalam merusak hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia yang telah terjalin selama ini. Untuk itu, pihaknya akan mengambil tindakan tegas atas selebaran &quot;Obral TKI&quot; tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Kami akan berupaya keras untuk melacak mereka yang menyebarkan iklan tersebut. Akan ada tindakan hukum bagi mereka yang terlibat,&quot; jelas Subramaniam, seperti dikutip The Star, Rabu (31/10/2012).
&amp;nbsp;
Selabaran tersebut diketahui beredar di Jalan Chow Kit, Kuala Lumpur. Iklan yang melecehkan ini kini menjadi pembahasan hangat di internet baik di Indonesia maupun di Malaysia.
&amp;nbsp;
Sementara Aliansi Persahabatan Jurnalis Indonesia-Malaysia (Iswami) mengeluarkan pernyataan kecaman keras atas peredaran selebaran ini. Mereka menilai hal ini adalah bentuk perdagangan manusia dan mendesak Pemerintah Malaysia untuk melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan tegas atas pelaku penyebaran.
&amp;nbsp;
Sebelumnya beredar&amp;nbsp; selebaran yang bertuliskan &quot;Indonesian maids now on SALE!!!&quot; di Negeri Jiran yang berarti &quot;Pembantu Indonesia Dijual&quot;. &amp;nbsp;Pada selebaran itu juga tampak tulisan diskon sebanyak 40 persen dan di sisi kiri ada gambar kartun yang menggambarkan pembantu rumah tangga.
&amp;nbsp;
Iklan ini juga menyertakan nomor telefon yang bisa dihubungi. Diduga agen yang menyebar selebaran ini bernama Rubini dengan nomor telefon 017.3394943/010.2617817/012.6245315.</content:encoded></item></channel></rss>
