<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SPM Tri Arga 1 Ingin Davit Sekolah Lagi</title><description>pihak Sekolah Pelayaran Menengah (SPM) Tri Arga 1, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, belum dapat berkomunikasi dengan keluarga Davit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/01/337/712125/spm-tri-arga-1-ingin-davit-sekolah-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/01/337/712125/spm-tri-arga-1-ingin-davit-sekolah-lagi"/><item><title>SPM Tri Arga 1 Ingin Davit Sekolah Lagi</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/01/337/712125/spm-tri-arga-1-ingin-davit-sekolah-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/01/337/712125/spm-tri-arga-1-ingin-davit-sekolah-lagi</guid><pubDate>Kamis 01 November 2012 12:11 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/01/337/712125/1bzMux3AFd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Awaludin/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/01/337/712125/1bzMux3AFd.jpg</image><title>(Foto: Awaludin/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Terduga teroris Davit Ashary (19) telah dibebaskan oleh Tim Detasemen Khusus 88. Hal tersebut lantaran Davit tidak terbukti terlibat jaringan teroris.Namun, saat ini pihak Sekolah Pelayaran Menengah (SPM) Tri Arga 1, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, belum dapat berkomunikasi dengan keluarga Davit.&quot;Sampai saat ini, kami belum dapat kesempatan untuk bertemu dengan Davit maupun orangtuanya,&quot; ujar Kepala Sekolah SPM Tri Arga 1, Sri Suhainingsih, kepada wartawan, Kamis (1/11/2012).Saat ini juga, Davit belum masuk ke sekolah lantaran masih disembunyikan oleh pihak pengacara maupun keluarga. &quot;Davit juga masih belum sekolah sampai sekarang. Di rumahnya pun tidak ada,&quot; tambahnya.Sri mengatakan, dirinya belum bisa memastikan kapan Davit akan mulai bersekolah. &quot;Dia sepertinya masih shock, harus dibicarakan dulu dengan keluarganya perihal masalah ini. Pihak sekolah juga tidak akan mendesak, kami berharap Davit bisa sekolah lagi di sini,&quot; lanjut Sri.Sri pun mengaku bahagia, ketika mendengar kabar bahwa Davit dibebaskan oleh Tim Detasemen Khusus 88, karena tidak terlibat jaringan teroris. &quot;Alhamdulilah senang sekali. Sedih rasanya kalau sampai dia benar-benar terlibat,&quot; pungkasnya.Seperti yang diketahui Davit Ashari (19), merupakan salah satu siswa di Sekolah Pelayaran Menengah (SPM) Tri Arga 1, Jalan HH, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Siswa kelas tiga ini dikenal sebagai siswa yang baik dan teladan.Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggerebek sebuah rumah Jalan Kincir Rt.03 Rw.09, Palmerah, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu 27 Oktober lalu.Dalam penggerebekan tersebut, Densus 88 telah mengamankan tiga orang terduga teroris, di antaranya kakak beradik dan salah seorang temannya. Densus 88 juga mengamankan beberapa barang bukti.Densus 88 mengamankan, Herman Setyono (20), Davit Ashari (19), dan Anto ketiga pemuda tersebut masih diperiksa oleh Densus 88 di Mabes Polri.</description><content:encoded>JAKARTA - Terduga teroris Davit Ashary (19) telah dibebaskan oleh Tim Detasemen Khusus 88. Hal tersebut lantaran Davit tidak terbukti terlibat jaringan teroris.Namun, saat ini pihak Sekolah Pelayaran Menengah (SPM) Tri Arga 1, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, belum dapat berkomunikasi dengan keluarga Davit.&quot;Sampai saat ini, kami belum dapat kesempatan untuk bertemu dengan Davit maupun orangtuanya,&quot; ujar Kepala Sekolah SPM Tri Arga 1, Sri Suhainingsih, kepada wartawan, Kamis (1/11/2012).Saat ini juga, Davit belum masuk ke sekolah lantaran masih disembunyikan oleh pihak pengacara maupun keluarga. &quot;Davit juga masih belum sekolah sampai sekarang. Di rumahnya pun tidak ada,&quot; tambahnya.Sri mengatakan, dirinya belum bisa memastikan kapan Davit akan mulai bersekolah. &quot;Dia sepertinya masih shock, harus dibicarakan dulu dengan keluarganya perihal masalah ini. Pihak sekolah juga tidak akan mendesak, kami berharap Davit bisa sekolah lagi di sini,&quot; lanjut Sri.Sri pun mengaku bahagia, ketika mendengar kabar bahwa Davit dibebaskan oleh Tim Detasemen Khusus 88, karena tidak terlibat jaringan teroris. &quot;Alhamdulilah senang sekali. Sedih rasanya kalau sampai dia benar-benar terlibat,&quot; pungkasnya.Seperti yang diketahui Davit Ashari (19), merupakan salah satu siswa di Sekolah Pelayaran Menengah (SPM) Tri Arga 1, Jalan HH, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Siswa kelas tiga ini dikenal sebagai siswa yang baik dan teladan.Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggerebek sebuah rumah Jalan Kincir Rt.03 Rw.09, Palmerah, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu 27 Oktober lalu.Dalam penggerebekan tersebut, Densus 88 telah mengamankan tiga orang terduga teroris, di antaranya kakak beradik dan salah seorang temannya. Densus 88 juga mengamankan beberapa barang bukti.Densus 88 mengamankan, Herman Setyono (20), Davit Ashari (19), dan Anto ketiga pemuda tersebut masih diperiksa oleh Densus 88 di Mabes Polri.</content:encoded></item></channel></rss>
