<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Karena Foto Inilah Ketua Panwaslu DKI Dipecat</title><description>Mantan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) DKI Jakarta,  Ramdansyah menunjukkan foto yang membuat dirinya dipecat sebagai Ketua  Panwaslu oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP),  kemarin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/01/500/712164/karena-foto-inilah-ketua-panwaslu-dki-dipecat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/01/500/712164/karena-foto-inilah-ketua-panwaslu-dki-dipecat"/><item><title>Karena Foto Inilah Ketua Panwaslu DKI Dipecat</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/01/500/712164/karena-foto-inilah-ketua-panwaslu-dki-dipecat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/01/500/712164/karena-foto-inilah-ketua-panwaslu-dki-dipecat</guid><pubDate>Kamis 01 November 2012 13:08 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/01/500/712164/8ALboCRoj1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ramdansyah (Foto: Fahmi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/01/500/712164/8ALboCRoj1.jpg</image><title>Ramdansyah (Foto: Fahmi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) DKI Jakarta, Ramdansyah menunjukkan foto yang membuat dirinya dipecat sebagai Ketua Panwaslu oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), kemarin.&quot;Saya dituduh terkait ketidakanetralan saya ketika melaporkan iklan APPSI di Polda karena melakukan foto dan dituduh sebagai pelanggaran kode etik,&quot; kata Ramdansyah di kantor Panwaslu Jalan Suryopranoto, Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2012).Ramdansyah pun menunjukan sebuah foto di koran Rakyat Merdeka harini yang menjadi dasar pemecatan dirinya. Dalam foto itu, seorang tim sukses pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) tampak berdiri di sebelah kanannya. Ramdansyah yang saat itu menggudulkan rambutnya, tampak diwawancarai sejumlah wartawan.&quot;Keberadan Panwas di sana (Polda Metro) adalah mendampingi, karena ini laporan bentuk tindak pidana pelanggaran Pilkada dan ini tugas kewenangan Panwaslu. Foto ini yang menjadi dasar saya dituduh  tidak netral,&quot; paparnya.Ramdansyah menambahkan, usai mendampingi pelapor, dirinya diminta foto oleh pewarta foto dari sebuah koran nasional.&quot;Nah ketika selesai, wartawan meminta foto dan ini yang membuat saya dibilang tidak netral. Mereka (DKPP) dapat dari koran, kan ini sumir, kita kan bersama wartawan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) DKI Jakarta, Ramdansyah menunjukkan foto yang membuat dirinya dipecat sebagai Ketua Panwaslu oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), kemarin.&quot;Saya dituduh terkait ketidakanetralan saya ketika melaporkan iklan APPSI di Polda karena melakukan foto dan dituduh sebagai pelanggaran kode etik,&quot; kata Ramdansyah di kantor Panwaslu Jalan Suryopranoto, Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2012).Ramdansyah pun menunjukan sebuah foto di koran Rakyat Merdeka harini yang menjadi dasar pemecatan dirinya. Dalam foto itu, seorang tim sukses pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) tampak berdiri di sebelah kanannya. Ramdansyah yang saat itu menggudulkan rambutnya, tampak diwawancarai sejumlah wartawan.&quot;Keberadan Panwas di sana (Polda Metro) adalah mendampingi, karena ini laporan bentuk tindak pidana pelanggaran Pilkada dan ini tugas kewenangan Panwaslu. Foto ini yang menjadi dasar saya dituduh  tidak netral,&quot; paparnya.Ramdansyah menambahkan, usai mendampingi pelapor, dirinya diminta foto oleh pewarta foto dari sebuah koran nasional.&quot;Nah ketika selesai, wartawan meminta foto dan ini yang membuat saya dibilang tidak netral. Mereka (DKPP) dapat dari koran, kan ini sumir, kita kan bersama wartawan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
