<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Jawaban Din Syamsuddin Soal Pencapresan 2014</title><description>Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dikabarkan akan maju di Pilpres 2014 mendatang, benarkah kabar tersebut?</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/02/339/712780/ini-jawaban-din-syamsuddin-soal-pencapresan-2014</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/02/339/712780/ini-jawaban-din-syamsuddin-soal-pencapresan-2014"/><item><title>Ini Jawaban Din Syamsuddin Soal Pencapresan 2014</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/02/339/712780/ini-jawaban-din-syamsuddin-soal-pencapresan-2014</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/02/339/712780/ini-jawaban-din-syamsuddin-soal-pencapresan-2014</guid><pubDate>Jum'at 02 November 2012 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/02/339/712780/QtfzAKxVGO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Din Syamsuddin (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/02/339/712780/QtfzAKxVGO.jpg</image><title>Din Syamsuddin (Foto: Koran SI)</title></images><description>SURABAYA- Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsudin mengaku tidak akan ikut mencalonkan diri sebagai Presiden di Pilpres 2014 mendatang. Pasalnya, saat ini dirinya sudah menjadi orang nomor satu di ormas Muhammadiyah.&quot;Saya ini sudah jadi Presiden Muhammadiyah, Presiden Tokoh agama di Asia, dan Wakil Presiden tokoh agama di dunia. Saya sudah jadi presiden,&quot; ujar Din di sela-sela kunjungannya di SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Jumat (2/11/2012). Sebagai orang nomor satu di Muhammdiyah, sama halnya telah menjadi presiden bagi warga Muhammadiyah. Oleh karena itu, pria bernama asli Sirajuddin Syamsudin sudah tidak tertarik lagi menjadi presiden Indonesia di masa mendatang.Lagi pula, lanjut Din, jika dirinya maju akan menyalahi komitmen Muktamar Yogyakarta pada 2010 yang menetapkan dirinya sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah hingga 2015 mendatang.&quot;Dan saya mengormati hal itu,&quot; tandas pria asal Nusa Tenggara Barat ini.&amp;nbsp; Sementara itu, terkait pandangan politik Muhammadiyah, Din menjelaskan ormas ini tidak terlibat langsung dalam politik praktis. Muhammadiyah memang wajib terlibat dalam politik moral dengan memberikan masukan kepada pemerintah jika dinilai tidak sesuai dalam menjalankan roda pemerintahannya. Muhammadiyah wajib mengingatkan apabila terjadi kesalahan-kesalahan dalam penyelenggaraan negara oleh pemerintah.&quot;Seperti terjadinya,&amp;nbsp; korupsi, politik uang, yanga bertujuan membawa proses demokrasi ini menjadi lebih baik,&quot; paparnya.</description><content:encoded>SURABAYA- Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsudin mengaku tidak akan ikut mencalonkan diri sebagai Presiden di Pilpres 2014 mendatang. Pasalnya, saat ini dirinya sudah menjadi orang nomor satu di ormas Muhammadiyah.&quot;Saya ini sudah jadi Presiden Muhammadiyah, Presiden Tokoh agama di Asia, dan Wakil Presiden tokoh agama di dunia. Saya sudah jadi presiden,&quot; ujar Din di sela-sela kunjungannya di SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Jumat (2/11/2012). Sebagai orang nomor satu di Muhammdiyah, sama halnya telah menjadi presiden bagi warga Muhammadiyah. Oleh karena itu, pria bernama asli Sirajuddin Syamsudin sudah tidak tertarik lagi menjadi presiden Indonesia di masa mendatang.Lagi pula, lanjut Din, jika dirinya maju akan menyalahi komitmen Muktamar Yogyakarta pada 2010 yang menetapkan dirinya sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah hingga 2015 mendatang.&quot;Dan saya mengormati hal itu,&quot; tandas pria asal Nusa Tenggara Barat ini.&amp;nbsp; Sementara itu, terkait pandangan politik Muhammadiyah, Din menjelaskan ormas ini tidak terlibat langsung dalam politik praktis. Muhammadiyah memang wajib terlibat dalam politik moral dengan memberikan masukan kepada pemerintah jika dinilai tidak sesuai dalam menjalankan roda pemerintahannya. Muhammadiyah wajib mengingatkan apabila terjadi kesalahan-kesalahan dalam penyelenggaraan negara oleh pemerintah.&quot;Seperti terjadinya,&amp;nbsp; korupsi, politik uang, yanga bertujuan membawa proses demokrasi ini menjadi lebih baik,&quot; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
