<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Loyalitas Tinggi,  Membuat Cikeas Kepincut pada Andi</title><description>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tak akan berani menjerat  Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, terkait kasus proyek  pembangunan pusat olahraga di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/05/339/713566/loyalitas-tinggi-membuat-cikeas-kepincut-pada-andi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/05/339/713566/loyalitas-tinggi-membuat-cikeas-kepincut-pada-andi"/><item><title>Loyalitas Tinggi,  Membuat Cikeas Kepincut pada Andi</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/05/339/713566/loyalitas-tinggi-membuat-cikeas-kepincut-pada-andi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/05/339/713566/loyalitas-tinggi-membuat-cikeas-kepincut-pada-andi</guid><pubDate>Senin 05 November 2012 08:23 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/05/339/713566/gOL2mJE4Xv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menpora, Andi Mallarangeng (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/05/339/713566/gOL2mJE4Xv.jpg</image><title>Menpora, Andi Mallarangeng (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tak akan berani menjerat Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, terkait kasus proyek pembangunan pusat olahraga di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.Andi Mallarangeng pun di gadang-gadang menjadi putera mahkota kesayangan orang nomor satu di Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).&quot;SBY dan keluarga Cikeas melihat loyalitas Andi sangat tinggi. Sejak jadi jubir mau jadi bumper bagi berbagai kesalahan rezim. Makanya, meskipun tidak punya prestasi dia (Andi) tetap dipertahankan,&quot; ujar Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardie kepada Okezone, Senin (5/11/2012).Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pun diduga bermain proyek Hambalang yang telah dibuka oleh nyanyian bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.&quot;Skandal yang ditiupkan Nazar yang fokus ke Anas justru berbalik arah. Lewat Hambalang malah Andi yang lebih kental terbaca sebagai pemainnya. Jejak Anas di Hambalang hanya bisa dibuka, kalau ada, lewat pintu Andi Mallarangeng,&quot; tambahnya.Karena dalam struktur pelaksanaan proyek, kata Adhie, pria yang juga mantan Ketua Umum PB HMI itu sama sekali tidak ada sangkut-pautnya.&quot;Jadi Andi itu bagi Cikeas sekarang ini seperti &quot;simalakama&quot; yang berbahaya. Andi bisa nyanyi, dari mana lembaga konsultan politik Fox, yg dipimpin adiknya, Choel Mallarangeng, dapat uang untuk kampanye pileg PD dan pilpres SBY-Boediono,&quot; lanjut mantan juru bicara kepresidenan era Abdurrahman Wahid tersebut.Untuk menjerat Anas Urbaningrum dalam kasus tersebut, kata Adhie, harus melewati pintu Andi Mallarangeng.&quot;Untuk jerat Anas harus lewat Andi. Tapi kalau Andi dijadikan tumbal, dia bisa nyanyi rock 'n roll yang bisa bikin Demokrat terpontal-pontal,&quot; pungkasnya.Kasus Hambalang mengemuka akibat nyanyian bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, yang mengatakan ada kejanggalan proyek senilai Rp1,5 triliun tersebut. Belakangan, diketahui nilai proyek membengkak menjadi Rp2,5 triliun.&amp;nbsp;Dalam menyidik Hambalang, KPK telah menetapkan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Deddy Kusdinar, sebagai tersangka pertama. Penyidik mengendus anak buah Andi Mallarangeng itu telah menyalahgunakan wewenang dalam mengurus proyek Hambalang hingga mengakibatkan kerugian pada keuangan negara.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tak akan berani menjerat Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, terkait kasus proyek pembangunan pusat olahraga di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.Andi Mallarangeng pun di gadang-gadang menjadi putera mahkota kesayangan orang nomor satu di Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).&quot;SBY dan keluarga Cikeas melihat loyalitas Andi sangat tinggi. Sejak jadi jubir mau jadi bumper bagi berbagai kesalahan rezim. Makanya, meskipun tidak punya prestasi dia (Andi) tetap dipertahankan,&quot; ujar Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardie kepada Okezone, Senin (5/11/2012).Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pun diduga bermain proyek Hambalang yang telah dibuka oleh nyanyian bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.&quot;Skandal yang ditiupkan Nazar yang fokus ke Anas justru berbalik arah. Lewat Hambalang malah Andi yang lebih kental terbaca sebagai pemainnya. Jejak Anas di Hambalang hanya bisa dibuka, kalau ada, lewat pintu Andi Mallarangeng,&quot; tambahnya.Karena dalam struktur pelaksanaan proyek, kata Adhie, pria yang juga mantan Ketua Umum PB HMI itu sama sekali tidak ada sangkut-pautnya.&quot;Jadi Andi itu bagi Cikeas sekarang ini seperti &quot;simalakama&quot; yang berbahaya. Andi bisa nyanyi, dari mana lembaga konsultan politik Fox, yg dipimpin adiknya, Choel Mallarangeng, dapat uang untuk kampanye pileg PD dan pilpres SBY-Boediono,&quot; lanjut mantan juru bicara kepresidenan era Abdurrahman Wahid tersebut.Untuk menjerat Anas Urbaningrum dalam kasus tersebut, kata Adhie, harus melewati pintu Andi Mallarangeng.&quot;Untuk jerat Anas harus lewat Andi. Tapi kalau Andi dijadikan tumbal, dia bisa nyanyi rock 'n roll yang bisa bikin Demokrat terpontal-pontal,&quot; pungkasnya.Kasus Hambalang mengemuka akibat nyanyian bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, yang mengatakan ada kejanggalan proyek senilai Rp1,5 triliun tersebut. Belakangan, diketahui nilai proyek membengkak menjadi Rp2,5 triliun.&amp;nbsp;Dalam menyidik Hambalang, KPK telah menetapkan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Deddy Kusdinar, sebagai tersangka pertama. Penyidik mengendus anak buah Andi Mallarangeng itu telah menyalahgunakan wewenang dalam mengurus proyek Hambalang hingga mengakibatkan kerugian pada keuangan negara.</content:encoded></item></channel></rss>
