<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Was-Was, Warga Poso Enggan Beraktivitas di Luar Rumah</title><description>Warga Poso, Sulawesi Tengah, ternyata masih enggan keluar rumah  pascapenangkapan teroris dan pembakaran Pos Polisi Lalu Lintas di depan  Pasar Sentral Poso pada Sabtu, 3 November lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/05/340/713798/was-was-warga-poso-enggan-beraktivitas-di-luar-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/05/340/713798/was-was-warga-poso-enggan-beraktivitas-di-luar-rumah"/><item><title>Was-Was, Warga Poso Enggan Beraktivitas di Luar Rumah</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/05/340/713798/was-was-warga-poso-enggan-beraktivitas-di-luar-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/05/340/713798/was-was-warga-poso-enggan-beraktivitas-di-luar-rumah</guid><pubDate>Senin 05 November 2012 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Yoanes Lita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/05/340/713798/GbZtJp5rGf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pasar (foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/05/340/713798/GbZtJp5rGf.jpg</image><title>Ilustrasi pasar (foto: Dok Okezone)</title></images><description>POSO- Warga Poso, Sulawesi Tengah, ternyata masih enggan keluar rumah pascapenangkapan teroris dan pembakaran Pos Polisi Lalu Lintas di depan Pasar Sentral Poso pada Sabtu, 3 November lalu.Alhasil, aktivitas dan geliat perekonomian di Poso sepi. Situasi itu dirasakan oleh warga Poso yang beraktivitas di Pasar Tradisional Sentral Poso di Jalan Pulau Sumatera, Senin (5/11/2012).Agustina, warga Desa Kayamanya penjual buah-buahan, mengaku sangat bersyukur hari ini sudah bisa berjualan untuk mencari nafkah setelah kejadian pada Sabtu lalu.Meski sudah berjualan, Agustina mengeluhkan sepinya pembeli. Dia menilai, banyak pembeli atau penjual masih was-was untuk keluar rumah.Teddy, tukang ojek, yang biasa mangkal di Pasar Sentral Poso mengalami hal serupa. Dia mengaku kesulitan untuk mencari penumpang.&amp;ldquo;Sudah jelas pendapatan menurun sekali, karena keadaan penumpang ini tidak ada kan. Pasar saja keadaan seperti ini, penjual tukang ojek yang sudah jelas menurun sekali, makanya orang sangat susah,&amp;rdquo; tuturnya.Dia berharap kondisi Poso dapat kembali normal dan warga bisa melakukan aktivitas seperti biasa.&amp;ldquo;Yang diharapkan ini aman amanlah, tentram begitu kan, jadi orang mencari (rezeki) juga enak, semua orang aktivitas lancar,&amp;rdquo; harapnya.</description><content:encoded>POSO- Warga Poso, Sulawesi Tengah, ternyata masih enggan keluar rumah pascapenangkapan teroris dan pembakaran Pos Polisi Lalu Lintas di depan Pasar Sentral Poso pada Sabtu, 3 November lalu.Alhasil, aktivitas dan geliat perekonomian di Poso sepi. Situasi itu dirasakan oleh warga Poso yang beraktivitas di Pasar Tradisional Sentral Poso di Jalan Pulau Sumatera, Senin (5/11/2012).Agustina, warga Desa Kayamanya penjual buah-buahan, mengaku sangat bersyukur hari ini sudah bisa berjualan untuk mencari nafkah setelah kejadian pada Sabtu lalu.Meski sudah berjualan, Agustina mengeluhkan sepinya pembeli. Dia menilai, banyak pembeli atau penjual masih was-was untuk keluar rumah.Teddy, tukang ojek, yang biasa mangkal di Pasar Sentral Poso mengalami hal serupa. Dia mengaku kesulitan untuk mencari penumpang.&amp;ldquo;Sudah jelas pendapatan menurun sekali, karena keadaan penumpang ini tidak ada kan. Pasar saja keadaan seperti ini, penjual tukang ojek yang sudah jelas menurun sekali, makanya orang sangat susah,&amp;rdquo; tuturnya.Dia berharap kondisi Poso dapat kembali normal dan warga bisa melakukan aktivitas seperti biasa.&amp;ldquo;Yang diharapkan ini aman amanlah, tentram begitu kan, jadi orang mencari (rezeki) juga enak, semua orang aktivitas lancar,&amp;rdquo; harapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
