<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gelar Proklamator Tetap Lebih Spesial</title><description>Menurutnya, masyarakat perlu tahu jika keduanya telah mendapat gelar yang lebih bergengsi yakni sebagai Bapak Proklamator.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/07/337/714693/gelar-proklamator-tetap-lebih-spesial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/07/337/714693/gelar-proklamator-tetap-lebih-spesial"/><item><title>Gelar Proklamator Tetap Lebih Spesial</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/07/337/714693/gelar-proklamator-tetap-lebih-spesial</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/07/337/714693/gelar-proklamator-tetap-lebih-spesial</guid><pubDate>Rabu 07 November 2012 07:09 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/07/337/714693/sFthCeoTYJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: indonesia.is</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/07/337/714693/sFthCeoTYJ.jpg</image><title>foto: indonesia.is</title></images><description>JAKARTA - Sejarawan, Anhar Gonggong, awalnya mengaku tidak sepakat jika mantan Presiden dan Wakil Presiden Soekarno-Hatta diberi gelar pahlawan nasional. Menurutnya, masyarakat perlu tahu jika keduanya telah mendapat gelar yang lebih bergengsi yakni sebagai Bapak Proklamator.&quot;Karena saya beranggapan bahwa gelar proklamator itu lebih tinggi dari gelar pahlawan nasional,&quot; kata dia kepada Okezone, Selasa (6/11/2012).Kata Anhar, keduanya meraih gelar Bapak Proklamator dalam arti dwi tunggal. Gelar ini terasa sangat spesial karena tak akan ada duanya selama Indonesia masih bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).&quot;Maka tidak ada orang lain yang menjadi proklamator, kan hanya Soekarno dan Hatta. Tapi kalau pahlawan nasional kan banyak, sekarang saja sudah seratus tujuh puluh sekian,&quot; ujarnya.Artinya, lanjut dia, banyak orang yang bisa menjadi pahlawan nasional. Tapi tak mungkin ada orang lain yang bisa mendapatkan gelar Bapak Proklamator selain Soekarno-Hatta.&quot;Tetapi ada yang mengatakan begini dan saya sepakat akan itu, Soekarno dan Hatta dua pribadi yang berjuang oleh karena itu jangan kedua tokoh ini diberi gelar dwi tunggal tapi harus dipisahkan. Soekarno mendapatkan karena perjuangannya, Hatta juga memperoleh karena perjuangnnya,&quot; terangnya.Mengingat itu, Anhar akhirnya sepakat jika gelar pahlawan nasional harus diberikan kepada soekarno dan Hatta, secara terpisah. Dia yakin, Presiden SBY bersedia memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soekarno dan Hatta tanpa ada desakan. Semuanya berdasarkan kesadaran masyarakat mengingat jasa keduanya.&quot;Ini kan kehendak masyarakat. Pemerintah itu hanya melakukan legalisasi,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejarawan, Anhar Gonggong, awalnya mengaku tidak sepakat jika mantan Presiden dan Wakil Presiden Soekarno-Hatta diberi gelar pahlawan nasional. Menurutnya, masyarakat perlu tahu jika keduanya telah mendapat gelar yang lebih bergengsi yakni sebagai Bapak Proklamator.&quot;Karena saya beranggapan bahwa gelar proklamator itu lebih tinggi dari gelar pahlawan nasional,&quot; kata dia kepada Okezone, Selasa (6/11/2012).Kata Anhar, keduanya meraih gelar Bapak Proklamator dalam arti dwi tunggal. Gelar ini terasa sangat spesial karena tak akan ada duanya selama Indonesia masih bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).&quot;Maka tidak ada orang lain yang menjadi proklamator, kan hanya Soekarno dan Hatta. Tapi kalau pahlawan nasional kan banyak, sekarang saja sudah seratus tujuh puluh sekian,&quot; ujarnya.Artinya, lanjut dia, banyak orang yang bisa menjadi pahlawan nasional. Tapi tak mungkin ada orang lain yang bisa mendapatkan gelar Bapak Proklamator selain Soekarno-Hatta.&quot;Tetapi ada yang mengatakan begini dan saya sepakat akan itu, Soekarno dan Hatta dua pribadi yang berjuang oleh karena itu jangan kedua tokoh ini diberi gelar dwi tunggal tapi harus dipisahkan. Soekarno mendapatkan karena perjuangannya, Hatta juga memperoleh karena perjuangnnya,&quot; terangnya.Mengingat itu, Anhar akhirnya sepakat jika gelar pahlawan nasional harus diberikan kepada soekarno dan Hatta, secara terpisah. Dia yakin, Presiden SBY bersedia memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soekarno dan Hatta tanpa ada desakan. Semuanya berdasarkan kesadaran masyarakat mengingat jasa keduanya.&quot;Ini kan kehendak masyarakat. Pemerintah itu hanya melakukan legalisasi,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
