<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY, Pemberian Gelar Pahlawan Saja Tak Cukup</title><description>&quot;Jangan sampai ada keluarga dari Soekarno atau Hatta ini ada yang hidupnya keleleran tidak mendapat kesejahteraan yang pantas,&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/07/337/714703/sby-pemberian-gelar-pahlawan-saja-tak-cukup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/07/337/714703/sby-pemberian-gelar-pahlawan-saja-tak-cukup"/><item><title>SBY, Pemberian Gelar Pahlawan Saja Tak Cukup</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/07/337/714703/sby-pemberian-gelar-pahlawan-saja-tak-cukup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/07/337/714703/sby-pemberian-gelar-pahlawan-saja-tak-cukup</guid><pubDate>Rabu 07 November 2012 08:31 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/07/337/714703/Zo8FNcF5iR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: indonesia.is</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/07/337/714703/Zo8FNcF5iR.jpg</image><title>foto: indonesia.is</title></images><description>JAKARTA - Keputusan Presiden SBY memberikan gelar pahlawan nasional bagi Soekarno dan Hatta mendapat sambutan baik. Namun, Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Bachtiar Aly menilai, pemberian gelar pahlawan tidaklah cukup sebagai tanda hormat bagi dua tokoh itu.SBY juga diminta memperhatikan kesejahteraan keluarga Soekarno dan Hatta. &quot;Jangan sampai ada keluarga dari Soekarno atau Hatta ini ada yang hidupnya keleleran tidak mendapat kesejahteraan yang pantas,&quot; kata dia kepada Okezone, Selasa (6/11/2012).Dia juga mengatakan, secara kenegaraan SBY juga harus berupaya memulihkan pandangan miring terhadap Soekarno dan Hatta saat masih menjabat sebagai presiden dan wakil presiden. &quot;Jadi bukan hanya memberikan gelar saja,&quot; terangnya.Di sisi lain, dia juga melihat pemberian gelar ini sebagai bentuk persiapan diri SBY sebelum meninggalkan kursi kekuasaan. Paling tidak, menurutnya, pemberian gelar ini akan diingat oleh masyarakat diberikan saat SBY menjabat.&quot;Jadi tidak ada semacam ingatan koletif yang bilang SBY tidak tahu terima kasih,&quot; cetusnya. Kendati demikian, tensi perang dingin antara SBY dengan putri Soekarno, Megawati lantas turun dan membaik. &quot;Tapi minimal menurunkan suhu politik untuk menjadi dinamis. Dengan demikian ada semangat rekonsiliasi nasional,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Keputusan Presiden SBY memberikan gelar pahlawan nasional bagi Soekarno dan Hatta mendapat sambutan baik. Namun, Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Bachtiar Aly menilai, pemberian gelar pahlawan tidaklah cukup sebagai tanda hormat bagi dua tokoh itu.SBY juga diminta memperhatikan kesejahteraan keluarga Soekarno dan Hatta. &quot;Jangan sampai ada keluarga dari Soekarno atau Hatta ini ada yang hidupnya keleleran tidak mendapat kesejahteraan yang pantas,&quot; kata dia kepada Okezone, Selasa (6/11/2012).Dia juga mengatakan, secara kenegaraan SBY juga harus berupaya memulihkan pandangan miring terhadap Soekarno dan Hatta saat masih menjabat sebagai presiden dan wakil presiden. &quot;Jadi bukan hanya memberikan gelar saja,&quot; terangnya.Di sisi lain, dia juga melihat pemberian gelar ini sebagai bentuk persiapan diri SBY sebelum meninggalkan kursi kekuasaan. Paling tidak, menurutnya, pemberian gelar ini akan diingat oleh masyarakat diberikan saat SBY menjabat.&quot;Jadi tidak ada semacam ingatan koletif yang bilang SBY tidak tahu terima kasih,&quot; cetusnya. Kendati demikian, tensi perang dingin antara SBY dengan putri Soekarno, Megawati lantas turun dan membaik. &quot;Tapi minimal menurunkan suhu politik untuk menjadi dinamis. Dengan demikian ada semangat rekonsiliasi nasional,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
