<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Tewas Gempa Myanmar Bertambah Jadi 26</title><description>Korban tewas akibat gempa bumi yang melanda Myanmar akhir pekan lalu,  dilaporkan bertambah menjadi 26 jiwa. Sementara gempa susulan pun  mengguncang Ibu Kota Myanmar, Naypyitaw.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/13/411/717864/korban-tewas-gempa-myanmar-bertambah-jadi-26</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/13/411/717864/korban-tewas-gempa-myanmar-bertambah-jadi-26"/><item><title>Korban Tewas Gempa Myanmar Bertambah Jadi 26</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/13/411/717864/korban-tewas-gempa-myanmar-bertambah-jadi-26</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/13/411/717864/korban-tewas-gempa-myanmar-bertambah-jadi-26</guid><pubDate>Selasa 13 November 2012 16:52 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/13/411/717864/hfQNe86C79.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: AFP</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/13/411/717864/hfQNe86C79.jpg</image><title>Foto: AFP</title></images><description>YANGON - Korban tewas akibat gempa bumi yang melanda Myanmar akhir pekan lalu, dilaporkan bertambah menjadi 26 jiwa. Sementara gempa susulan pun mengguncang Ibu Kota Myanmar, Naypyitaw.Menurut MRTV Television, gempa berkekuatan kecil 4,8 skala richter (SR) mengguncang Naypyitaw pada pukul 8:23 pagi waktu setempat. Pusat gempa dilaporkan berada di sekira 56 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Myanmar itu.&quot;Kami sudah terbiasa dengan guncangan seperti ini di Naypyitaw. Tapi kami lari keluar dari bangunan tempat tinggal akibat gempa ini,&quot; ujar seorang pejabat Myanmar, seperti dikutip Reuters, Selasa (13/11/2012).Baru Minggu (11/11/2012) lalu Myanmar diguncang gempa berkuatan 6,8 SR. Hingga hari ini, gempa tersebut sudah menewaskan 26 orang warga. Sementara 231 warga lainnya dilaporkan menderita luka-luka serta ratusan bangunan lainnya menderita rusak berat.Namun jumlah korban tewas belum dipastikan mengingat pihak berwenang harus melakukan penghitungan ulang. &quot;Gempa yang terjadi hari ini tidak terlalu besar, dibandingkan gempa yang lalu,&quot; ujar Direktur Progam Save the Children Denis de Poerck.Palang Merah Myanmar mengatakan, pihaknya belum membutuhkan bantuan untuk menangani masalah gempa di Naypyitaw. &quot;Untuk saat ini, keadaan bisa dikendalikan,&quot; ujar juru bicara IFRC Katherine Roux.</description><content:encoded>YANGON - Korban tewas akibat gempa bumi yang melanda Myanmar akhir pekan lalu, dilaporkan bertambah menjadi 26 jiwa. Sementara gempa susulan pun mengguncang Ibu Kota Myanmar, Naypyitaw.Menurut MRTV Television, gempa berkekuatan kecil 4,8 skala richter (SR) mengguncang Naypyitaw pada pukul 8:23 pagi waktu setempat. Pusat gempa dilaporkan berada di sekira 56 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Myanmar itu.&quot;Kami sudah terbiasa dengan guncangan seperti ini di Naypyitaw. Tapi kami lari keluar dari bangunan tempat tinggal akibat gempa ini,&quot; ujar seorang pejabat Myanmar, seperti dikutip Reuters, Selasa (13/11/2012).Baru Minggu (11/11/2012) lalu Myanmar diguncang gempa berkuatan 6,8 SR. Hingga hari ini, gempa tersebut sudah menewaskan 26 orang warga. Sementara 231 warga lainnya dilaporkan menderita luka-luka serta ratusan bangunan lainnya menderita rusak berat.Namun jumlah korban tewas belum dipastikan mengingat pihak berwenang harus melakukan penghitungan ulang. &quot;Gempa yang terjadi hari ini tidak terlalu besar, dibandingkan gempa yang lalu,&quot; ujar Direktur Progam Save the Children Denis de Poerck.Palang Merah Myanmar mengatakan, pihaknya belum membutuhkan bantuan untuk menangani masalah gempa di Naypyitaw. &quot;Untuk saat ini, keadaan bisa dikendalikan,&quot; ujar juru bicara IFRC Katherine Roux.</content:encoded></item></channel></rss>
