<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wali Kota Medan Namai Anak Harimau Sumatera dengan Inisialnya</title><description>Wali Kota Medan Rahudman Harahap memberikan nama kepada tiga ekor anak  harimau Sumatera yang lahir di Kebun Binatang Medan kem</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/15/340/718598/wali-kota-medan-namai-anak-harimau-sumatera-dengan-inisialnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/15/340/718598/wali-kota-medan-namai-anak-harimau-sumatera-dengan-inisialnya"/><item><title>Wali Kota Medan Namai Anak Harimau Sumatera dengan Inisialnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/15/340/718598/wali-kota-medan-namai-anak-harimau-sumatera-dengan-inisialnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/15/340/718598/wali-kota-medan-namai-anak-harimau-sumatera-dengan-inisialnya</guid><pubDate>Kamis 15 November 2012 00:03 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/14/340/718598/as32s86DHQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/14/340/718598/as32s86DHQ.jpg</image><title>Ilustrasi (Ist)</title></images><description>MEDAN &amp;ndash; Wali Kota Medan Rahudman Harahap memberikan nama kepada tiga ekor anak harimau Sumatera yang lahir di Kebun Binatang Medan kemarin. Satu diantaranya bahkan mendapatkan nama yang merupakan inisial namanya.Pemberian nama itu diselenggarakan seiring dengan peringatan hari 'Cinta Puspa dan Satwa Nasional' yang digelar hari ini di Kebun Binatang Medan.&amp;nbsp; Ketiga anak harimau itu, diberi nama Suci, Jai dan RH yang merupakan inisial Rahudman Harahap. Ia berharap kehadiran ketiga anak harimau ini, bisa menjadi momentum awal menggiatkan kegiatan konservasi satwa langka di Medan dan Sumatera Utara. Rahudman juga meminta agar mulai saat ini pemerintah, civil society dan masyarakat di Medan dapat bekerjasama melindungi satwa liar, dengan tidak lagi memelihara satwa dilindungi, dan proaktif melaporkan masyarakat yang masih memelihara satwa langka diluar untuk kepentingan konservasi. &amp;ldquo;Saya sangat senang dengan kehadiran tiga anak harimau ini di kebun binatang medan. Apalagi sekarang kebun binatang Medan telah ditetapkan sebagai salah satu kebun binatang konservasi. Saya harap ke depan akan ada satwa-satwa lain yang bisa kita konservasi disini. Kita juga menghimbau masyarakat untuk proaktif menyelematkan satwa langka, dengan menyerahkan satwa langka yang dimilikinya secara sukarela kepada kita. Alam ini juga milik mereka,&amp;rdquo; ucapnya kepada Okezone, Rabu (14/11/2012) kemarin.Rahudman juga mengatakan, untuk menarik minat masyarakat menyerahkan satwa langka peliharaannya kepada Kebun Binatang Medan, Manajemen Kebun Binatang harus berinovasi. Salah satunya dengan memperbaiki sarana dan prasarana kebun binatang. Mulai dari sarana pendukung konservasi, hingga peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.&amp;ldquo;Saya pikir masyarakat pun akan senang jika melihat satwa langka peliharaannya dirawat dengan baik. Maka dari itu kita yang harus berinovasi. Dari pada terus menyalahkan masyarakat, lebih baik kita yang berbenah. Sarana kita perbaiki,&quot; ujar Rahudman.&quot;Kebun binatang harus bisa menjadi ruang terbuka hijau dan tempat rekreasi masyarakat. Kandang-kandang kita buat semenarik dan senyaman mungkin buat satwa, pohon-pohon kita tanam untuk semakin menambah suasana hutan di kebun binatang, hingga kita sediakan fasilitas bermain,&quot; paparnya lagi.Sehingga, lanjut dia, disamping masyarakat umum, pemilik satwa langka tetap dapat melihat satwa yang dipeliharanya secara nyaman. &quot;Bahkan kalau perlu pemilik satwa langka yang secara sukarela menyerahkan satwa langkanya, kita berikan apresiasi. Bentuknya kan bisa beragam, seperti sertifikat, penamaan nama sesuai pemilik satwa, atau kalau perlu kita tulis nama mereka di kandang tempat satwa kita konservasi. Yang penting satwanya terkonservasi.&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>MEDAN &amp;ndash; Wali Kota Medan Rahudman Harahap memberikan nama kepada tiga ekor anak harimau Sumatera yang lahir di Kebun Binatang Medan kemarin. Satu diantaranya bahkan mendapatkan nama yang merupakan inisial namanya.Pemberian nama itu diselenggarakan seiring dengan peringatan hari 'Cinta Puspa dan Satwa Nasional' yang digelar hari ini di Kebun Binatang Medan.&amp;nbsp; Ketiga anak harimau itu, diberi nama Suci, Jai dan RH yang merupakan inisial Rahudman Harahap. Ia berharap kehadiran ketiga anak harimau ini, bisa menjadi momentum awal menggiatkan kegiatan konservasi satwa langka di Medan dan Sumatera Utara. Rahudman juga meminta agar mulai saat ini pemerintah, civil society dan masyarakat di Medan dapat bekerjasama melindungi satwa liar, dengan tidak lagi memelihara satwa dilindungi, dan proaktif melaporkan masyarakat yang masih memelihara satwa langka diluar untuk kepentingan konservasi. &amp;ldquo;Saya sangat senang dengan kehadiran tiga anak harimau ini di kebun binatang medan. Apalagi sekarang kebun binatang Medan telah ditetapkan sebagai salah satu kebun binatang konservasi. Saya harap ke depan akan ada satwa-satwa lain yang bisa kita konservasi disini. Kita juga menghimbau masyarakat untuk proaktif menyelematkan satwa langka, dengan menyerahkan satwa langka yang dimilikinya secara sukarela kepada kita. Alam ini juga milik mereka,&amp;rdquo; ucapnya kepada Okezone, Rabu (14/11/2012) kemarin.Rahudman juga mengatakan, untuk menarik minat masyarakat menyerahkan satwa langka peliharaannya kepada Kebun Binatang Medan, Manajemen Kebun Binatang harus berinovasi. Salah satunya dengan memperbaiki sarana dan prasarana kebun binatang. Mulai dari sarana pendukung konservasi, hingga peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.&amp;ldquo;Saya pikir masyarakat pun akan senang jika melihat satwa langka peliharaannya dirawat dengan baik. Maka dari itu kita yang harus berinovasi. Dari pada terus menyalahkan masyarakat, lebih baik kita yang berbenah. Sarana kita perbaiki,&quot; ujar Rahudman.&quot;Kebun binatang harus bisa menjadi ruang terbuka hijau dan tempat rekreasi masyarakat. Kandang-kandang kita buat semenarik dan senyaman mungkin buat satwa, pohon-pohon kita tanam untuk semakin menambah suasana hutan di kebun binatang, hingga kita sediakan fasilitas bermain,&quot; paparnya lagi.Sehingga, lanjut dia, disamping masyarakat umum, pemilik satwa langka tetap dapat melihat satwa yang dipeliharanya secara nyaman. &quot;Bahkan kalau perlu pemilik satwa langka yang secara sukarela menyerahkan satwa langkanya, kita berikan apresiasi. Bentuknya kan bisa beragam, seperti sertifikat, penamaan nama sesuai pemilik satwa, atau kalau perlu kita tulis nama mereka di kandang tempat satwa kita konservasi. Yang penting satwanya terkonservasi.&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
