<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kalapas Kerobokan Yakin Tahanan Tewas Bukan Dianiaya</title><description>Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan, Denpasar, Gusti Ngurah Wiratna,  meyakini tewasnya Made Andi Mas Widiadnyana (31) seorang tahanan titipan  dalam kasus narkoba bukan karena tindak penganiayaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/17/340/719650/kalapas-kerobokan-yakin-tahanan-tewas-bukan-dianiaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/17/340/719650/kalapas-kerobokan-yakin-tahanan-tewas-bukan-dianiaya"/><item><title>Kalapas Kerobokan Yakin Tahanan Tewas Bukan Dianiaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/17/340/719650/kalapas-kerobokan-yakin-tahanan-tewas-bukan-dianiaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/17/340/719650/kalapas-kerobokan-yakin-tahanan-tewas-bukan-dianiaya</guid><pubDate>Sabtu 17 November 2012 20:51 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/17/340/719650/ysf3jkv90e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/17/340/719650/ysf3jkv90e.jpg</image><title>ilustrasi (okezone)</title></images><description>DENPASAR - Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan, Denpasar, Gusti Ngurah Wiratna, meyakini tewasnya Made Andi Mas Widiadnyana (31) seorang tahanan titipan dalam kasus narkoba bukan karena tindak penganiayaan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Saya tegaskan bukan karena penganiayaan. Kalau meninggalnya karena penganiayaan, saya orang yang pertama bertanggungjawab,&quot; tegas Wiratna lewat telepon kepada wartawan, Sabtu (17/11/2012).
&amp;nbsp;
Diakuinya, terkait kematian bapak satu anak itu sempat memunculkan dugaan akibat tindak penganiayaan sebagaimana informasi yang beredar. Terlebih, ditemukan beberapa luka pada tubuh korban.
&amp;nbsp;
Menanggapi simpang siurnya informasi seputar penyebab kematian pria asal Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng itu, dia meminta agar mengkonfirmasikan kepada pihak berkompeten.
&amp;nbsp;
Wiratna menjelaskan, Andi, merupakan tahanan Kejaksaan dan masuk ke lapas Rabu, 13 November 2012, informasi sebelumnya ditulis Senin 12 November.
&amp;nbsp;
Disinggung sosok Andi, Wiratna mengaku belum mengetahui persis karakternya karena masih baru. Demikian juga, identitasnya tak begitu jelas karena punya dua kartu identitas pertama tinggal di Gunugn Soputan, Denpasar Nomor dan beralamat Desa Ridingkit, Seririt, Kabupaten Buleleng.
&amp;nbsp;
Menjawab soal kemungkinan lemahnya pengawasan sampai ada warga binaannya yang diduga stres melakukan perilaku aneh, Wiratna menegaskan sesuai protap sudah dijalankan maksimal.
&amp;nbsp;
Mulai sistem dan mekanisme pengamanan dan petugas jaga telah dirombak sedemkian rupa pascakerusuhan yang pecah beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
Dia mencontohkan, ada petugas jaga yang keliling berjalan kaki di sekitar lapas terbesar di Bali itu. Demikian juga, koordinasi terus dilakukan dengan aparat kepolisian dalam mengantisipasi segala hal yang mungkin terjadi.
&amp;nbsp;
Seperti dalam kasus tewasnya Andi, pihaknya juga mengapresiasi langkah polisi yang bergerak cepat memeriksa dua orang napi berpengaruh di Blok D. Sementara, jasad Andi telah diserahkanterimakan dari Lapas kepada pihak keluarga untuk dikebumikan, sore tadi.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>DENPASAR - Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan, Denpasar, Gusti Ngurah Wiratna, meyakini tewasnya Made Andi Mas Widiadnyana (31) seorang tahanan titipan dalam kasus narkoba bukan karena tindak penganiayaan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Saya tegaskan bukan karena penganiayaan. Kalau meninggalnya karena penganiayaan, saya orang yang pertama bertanggungjawab,&quot; tegas Wiratna lewat telepon kepada wartawan, Sabtu (17/11/2012).
&amp;nbsp;
Diakuinya, terkait kematian bapak satu anak itu sempat memunculkan dugaan akibat tindak penganiayaan sebagaimana informasi yang beredar. Terlebih, ditemukan beberapa luka pada tubuh korban.
&amp;nbsp;
Menanggapi simpang siurnya informasi seputar penyebab kematian pria asal Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng itu, dia meminta agar mengkonfirmasikan kepada pihak berkompeten.
&amp;nbsp;
Wiratna menjelaskan, Andi, merupakan tahanan Kejaksaan dan masuk ke lapas Rabu, 13 November 2012, informasi sebelumnya ditulis Senin 12 November.
&amp;nbsp;
Disinggung sosok Andi, Wiratna mengaku belum mengetahui persis karakternya karena masih baru. Demikian juga, identitasnya tak begitu jelas karena punya dua kartu identitas pertama tinggal di Gunugn Soputan, Denpasar Nomor dan beralamat Desa Ridingkit, Seririt, Kabupaten Buleleng.
&amp;nbsp;
Menjawab soal kemungkinan lemahnya pengawasan sampai ada warga binaannya yang diduga stres melakukan perilaku aneh, Wiratna menegaskan sesuai protap sudah dijalankan maksimal.
&amp;nbsp;
Mulai sistem dan mekanisme pengamanan dan petugas jaga telah dirombak sedemkian rupa pascakerusuhan yang pecah beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
Dia mencontohkan, ada petugas jaga yang keliling berjalan kaki di sekitar lapas terbesar di Bali itu. Demikian juga, koordinasi terus dilakukan dengan aparat kepolisian dalam mengantisipasi segala hal yang mungkin terjadi.
&amp;nbsp;
Seperti dalam kasus tewasnya Andi, pihaknya juga mengapresiasi langkah polisi yang bergerak cepat memeriksa dua orang napi berpengaruh di Blok D. Sementara, jasad Andi telah diserahkanterimakan dari Lapas kepada pihak keluarga untuk dikebumikan, sore tadi.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
