<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek PLIK Ditengarai Masih Bermasalah</title><description>Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), HM Jusuf Rizal mengatakan,  untuk wilayah Jawa, PLIK diperkirakan 50 persen belum tuntas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/22/339/721901/proyek-plik-ditengarai-masih-bermasalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/22/339/721901/proyek-plik-ditengarai-masih-bermasalah"/><item><title>Proyek PLIK Ditengarai Masih Bermasalah</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/22/339/721901/proyek-plik-ditengarai-masih-bermasalah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/22/339/721901/proyek-plik-ditengarai-masih-bermasalah</guid><pubDate>Kamis 22 November 2012 17:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; Proyek Penyedia Layanan Internet Kecamatan (PLIK) diduga masih bermasalah. Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), HM Jusuf Rizal mengatakan, untuk wilayah Jawa, PLIK diperkirakan 50 persen belum tuntas.
&amp;nbsp;
Begitu pula di wilayah Sumatera yang 70 persen belum tercapai. Padahal pembayarannya telah selesai.
&amp;nbsp;
&quot;Dari hasil investigasi, kami mendunga adanya permainan antara oknum kementerian dengan rekanan yang diduga berpotensi menimbulkan kerugian negara ratusan miliar,&quot; tegas Jusuf Rizal dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/11/2012).
&amp;nbsp;
Jusuf menjelaskan, menurut hasil tim investigasi LIRA, untuk Mobile Pemyedia Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) Telkom&amp;nbsp; secara umum sejauh ini telah berjalan lancar sesuai ujicoba yang dilakukan di Makassar dan Tanjung Pinang.
&amp;nbsp;
Adapun soal dugaan praktik KKN di tubuh PT Telkom juga telah diklarifikasi di Komisi I DPR RI atas adanya keterlambatan pengoperasian MPLIK di berbagai daerah.
&amp;nbsp;
Jusuf menambahkan, Menko Info dinilai kurang transparan terkait pengelolaan dana Universal Service Obligation (USO) yang jumlahnya mencapai Rp1,4 trilliun per tahun.
&amp;nbsp;
Masalah penyediaan PLIK ini lanjut Jusuf juga sudah pernah ditanyakan ke beberapa Kepala Daerah, seperti Bupati Pamekasan, H Kholilurrahman yang tak mengetahui keberadaan PLIK. &quot;Lira akan menelusuri proses tender hingga implementasi di lapangan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; Proyek Penyedia Layanan Internet Kecamatan (PLIK) diduga masih bermasalah. Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), HM Jusuf Rizal mengatakan, untuk wilayah Jawa, PLIK diperkirakan 50 persen belum tuntas.
&amp;nbsp;
Begitu pula di wilayah Sumatera yang 70 persen belum tercapai. Padahal pembayarannya telah selesai.
&amp;nbsp;
&quot;Dari hasil investigasi, kami mendunga adanya permainan antara oknum kementerian dengan rekanan yang diduga berpotensi menimbulkan kerugian negara ratusan miliar,&quot; tegas Jusuf Rizal dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/11/2012).
&amp;nbsp;
Jusuf menjelaskan, menurut hasil tim investigasi LIRA, untuk Mobile Pemyedia Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) Telkom&amp;nbsp; secara umum sejauh ini telah berjalan lancar sesuai ujicoba yang dilakukan di Makassar dan Tanjung Pinang.
&amp;nbsp;
Adapun soal dugaan praktik KKN di tubuh PT Telkom juga telah diklarifikasi di Komisi I DPR RI atas adanya keterlambatan pengoperasian MPLIK di berbagai daerah.
&amp;nbsp;
Jusuf menambahkan, Menko Info dinilai kurang transparan terkait pengelolaan dana Universal Service Obligation (USO) yang jumlahnya mencapai Rp1,4 trilliun per tahun.
&amp;nbsp;
Masalah penyediaan PLIK ini lanjut Jusuf juga sudah pernah ditanyakan ke beberapa Kepala Daerah, seperti Bupati Pamekasan, H Kholilurrahman yang tak mengetahui keberadaan PLIK. &quot;Lira akan menelusuri proses tender hingga implementasi di lapangan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
