<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Tak Ada Perbedaan Hamas &amp; Fatah&quot;</title><description>Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N  Mehdawi menegaskan,  cita-cita Hamas dan Fatah serta sejumlah fraksi di Palestina  adalah  sama. Mereka tidak memiliki perbedaan pandangan sedikit pun untuk   mendirikan Negara Palestina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/22/412/721756/tak-ada-perbedaan-hamas-fatah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/22/412/721756/tak-ada-perbedaan-hamas-fatah"/><item><title>&quot;Tak Ada Perbedaan Hamas &amp; Fatah&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/22/412/721756/tak-ada-perbedaan-hamas-fatah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/22/412/721756/tak-ada-perbedaan-hamas-fatah</guid><pubDate>Kamis 22 November 2012 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/22/412/721756/FfmTzSt4uu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Dubes Palestina Fariz N Mehdawi (Heru/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/22/412/721756/FfmTzSt4uu.jpg</image><title>Foto : Dubes Palestina Fariz N Mehdawi (Heru/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N  Mehdawi menegaskan, cita-cita Hamas dan Fatah serta sejumlah fraksi di Palestina  adalah sama. Mereka tidak memiliki perbedaan pandangan sedikit pun untuk  mendirikan Negara Palestina.
&amp;nbsp;
Menurut Mehdawi, seluruh fraksi Palestina seperti Hamas,  Fatah atau PLO memiliki satu suara dalam membangun Negara Palestina. Para  pemimpin fraksi itu juga memiliki pandangan yang sama. Berikut tanggapan Dubes  Mehdawi saat diwawancara oleh Okezone di kantor Kedutaan Besar Palestina di  Jakarta, Senin (19/11/2012).
&amp;nbsp;
Bagaimana dengan tuntutan Hamas yang menginginkan blokade  Gaza dicabut?
&amp;nbsp;
Prioritas utama kita adalah menghentikan kejahatan yang  ditujukan terhadap warga Gaza. Israel pada dasarnya tidak boleh memblokade dan  mengepung Gaza. Mereka juga tidak diperkenankan membatasi aktivitas warga kami  di Gaza. Warga kami di Gaza harus menikmati kehidupan yang normal. Hanya itulah  yang kami inginkan, kami sama sekali tidak ingin perang.
&amp;nbsp;
Lalu apa ada perbedaan pendapat antara Fatah dan Hamas  mengenai kemerdekaan Palestina?
&amp;nbsp;
Tidak ada masalah mengenai Yerusalem, Tepi Barat dan Gaza.  Hamas, seperti halnya Fatah dan PLO. Kita tidak memiliki perbedaan mengenai  solusi pendirian negara. Seluruh warga Palestina menginginkan solusi dua negara.
&amp;nbsp;
Apakah pemimpin kedua fraksi itu juga memiliki pendapat yang  sama?
&amp;nbsp;
Khaled Meshal (Pemimpin Hamas) sama seperti Bapak Mahmoud  Abbas (Presiden Otoritas Palestina), dan sependapat dengan yang lainnya. Tidak  ada perbedaan secara politik antara fraksi-fraksi Palestina.
&amp;nbsp;
Berarti, sumber masalah itu seluruhnya berasal dari  luar?
&amp;nbsp;
Masalah utama justru ada di dalam tubuh Israel itu sendiri.  Bila Amerika Serikat (AS), Dewan Keamanan PBB, dan Kelompok Kuartet Timur Tengah  benar-benar ingin berubah, kami sangat gembira. Bila mereka tetap sama, ini akan  menjadi masalah. Inilah yang dibahas oleh sejumlah negara Arab.
&amp;nbsp;
Untuk berapa lama lagi kami akan terus menunggu sebuah  inisiatif damai. Kita harus menggapai hak kita cepat atau lambat. Perdamaian  mungkin akan datang nanti atau cepat. Kita lebih menyukai cara yang damai. Namun  bila cara damai itu tidak dapat dilakukan, kita akan melakukan cara lain. Kita  akan melindungi diri hak kita dengan apapun caranya.
&amp;nbsp;
Apakah cara itu adalah perlawanan?
&amp;nbsp;
Tentu saja kita lebih memilih negosiasi dan cara-cara  diplomatis. Tapi bila gagal, ya kita harus melakukan perlawanan dengan cara  apapun yang memungkinkan. Dan banyak negara yang mendukung kami. Bahkan di  Indonesia, banyak orang yang ingin berjuang bersama kami.
&amp;nbsp;
Aljazair dan Afrika Selatan menjadi merdeka karena  perlawanan. Dan begitu pula Indonesia dan India. Kita tidak sendiri, kita juga  tidak melakukan suatu hal yang aneh. Ini merupakan hak kita. Selama ini kita  hanya menuntut apa yang patut kita dapatkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N  Mehdawi menegaskan, cita-cita Hamas dan Fatah serta sejumlah fraksi di Palestina  adalah sama. Mereka tidak memiliki perbedaan pandangan sedikit pun untuk  mendirikan Negara Palestina.
&amp;nbsp;
Menurut Mehdawi, seluruh fraksi Palestina seperti Hamas,  Fatah atau PLO memiliki satu suara dalam membangun Negara Palestina. Para  pemimpin fraksi itu juga memiliki pandangan yang sama. Berikut tanggapan Dubes  Mehdawi saat diwawancara oleh Okezone di kantor Kedutaan Besar Palestina di  Jakarta, Senin (19/11/2012).
&amp;nbsp;
Bagaimana dengan tuntutan Hamas yang menginginkan blokade  Gaza dicabut?
&amp;nbsp;
Prioritas utama kita adalah menghentikan kejahatan yang  ditujukan terhadap warga Gaza. Israel pada dasarnya tidak boleh memblokade dan  mengepung Gaza. Mereka juga tidak diperkenankan membatasi aktivitas warga kami  di Gaza. Warga kami di Gaza harus menikmati kehidupan yang normal. Hanya itulah  yang kami inginkan, kami sama sekali tidak ingin perang.
&amp;nbsp;
Lalu apa ada perbedaan pendapat antara Fatah dan Hamas  mengenai kemerdekaan Palestina?
&amp;nbsp;
Tidak ada masalah mengenai Yerusalem, Tepi Barat dan Gaza.  Hamas, seperti halnya Fatah dan PLO. Kita tidak memiliki perbedaan mengenai  solusi pendirian negara. Seluruh warga Palestina menginginkan solusi dua negara.
&amp;nbsp;
Apakah pemimpin kedua fraksi itu juga memiliki pendapat yang  sama?
&amp;nbsp;
Khaled Meshal (Pemimpin Hamas) sama seperti Bapak Mahmoud  Abbas (Presiden Otoritas Palestina), dan sependapat dengan yang lainnya. Tidak  ada perbedaan secara politik antara fraksi-fraksi Palestina.
&amp;nbsp;
Berarti, sumber masalah itu seluruhnya berasal dari  luar?
&amp;nbsp;
Masalah utama justru ada di dalam tubuh Israel itu sendiri.  Bila Amerika Serikat (AS), Dewan Keamanan PBB, dan Kelompok Kuartet Timur Tengah  benar-benar ingin berubah, kami sangat gembira. Bila mereka tetap sama, ini akan  menjadi masalah. Inilah yang dibahas oleh sejumlah negara Arab.
&amp;nbsp;
Untuk berapa lama lagi kami akan terus menunggu sebuah  inisiatif damai. Kita harus menggapai hak kita cepat atau lambat. Perdamaian  mungkin akan datang nanti atau cepat. Kita lebih menyukai cara yang damai. Namun  bila cara damai itu tidak dapat dilakukan, kita akan melakukan cara lain. Kita  akan melindungi diri hak kita dengan apapun caranya.
&amp;nbsp;
Apakah cara itu adalah perlawanan?
&amp;nbsp;
Tentu saja kita lebih memilih negosiasi dan cara-cara  diplomatis. Tapi bila gagal, ya kita harus melakukan perlawanan dengan cara  apapun yang memungkinkan. Dan banyak negara yang mendukung kami. Bahkan di  Indonesia, banyak orang yang ingin berjuang bersama kami.
&amp;nbsp;
Aljazair dan Afrika Selatan menjadi merdeka karena  perlawanan. Dan begitu pula Indonesia dan India. Kita tidak sendiri, kita juga  tidak melakukan suatu hal yang aneh. Ini merupakan hak kita. Selama ini kita  hanya menuntut apa yang patut kita dapatkan.</content:encoded></item></channel></rss>
