<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Obama Lebih Tertarik Melihat yang Dialami Israel&quot;</title><description>Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N.  Mehdawi berkomentar  mengenai ucapan Presiden AS Barack Obama  yang  menyalahkan Hamas atas krisis Gaza. Menurutnya, Palestina pun sering  marah  dalam menyikapi kebijakan luar negeri AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/22/412/721826/obama-lebih-tertarik-melihat-yang-dialami-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/22/412/721826/obama-lebih-tertarik-melihat-yang-dialami-israel"/><item><title>&quot;Obama Lebih Tertarik Melihat yang Dialami Israel&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/22/412/721826/obama-lebih-tertarik-melihat-yang-dialami-israel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/22/412/721826/obama-lebih-tertarik-melihat-yang-dialami-israel</guid><pubDate>Kamis 22 November 2012 16:02 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/22/412/721826/1Xpwbv4ROM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Dubes Palestina Fariz N Mehdawi (Heru/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/22/412/721826/1Xpwbv4ROM.jpg</image><title>Foto : Dubes Palestina Fariz N Mehdawi (Heru/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N.  Mehdawi berkomentar mengenai ucapan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama  yang menyalahkan Hamas atas krisis Gaza. Menurutnya, Palestina pun sering marah  dalam menyikapi kebijakan luar negeri AS.
&amp;nbsp;
Dalam perbincangannya dengan Okezone, Mehdawi sempat  menggambarkan Obama sebagai seorang presiden keturunan Afrika yang paham akan  isu pendindasan. Mehdawi berpendapat pula, selama ini Obama juga disibukkan  dengan urusan-urusan dalam negerinya. Berikut wawancaranya dengan Okezone, di  Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Senin (19/11/2012).
&amp;nbsp;
Bagaimana sikap Palestina ketika Obama jelas-jelas  menyalahkan Hamas terkait krisis Gaza?
&amp;nbsp;
Ya, kau tahu, bapak Obama memiliki banyak masalah di politik  domestiknya. Namun dalam pemahamannya dalam situasi ini (konflik Gaza),  terkadang mereka membuat kita marah. Kita marah ketika menyikapi kebijakan luar  negeri dari AS.
&amp;nbsp;
AS masih menganggap Israel sebagai mitra strategisnya di  Timur Tengah. Mereka tidak pernah peduli bagaimana rasanya berada di posisi  Palestina, bagaimana rasanya ada di posisi Arab atau Muslim, dan bagaimana  rasanya menjadi negara Non-Blok.

Jadi, kebijakan luar negeri AS jelas tidak  realistis?
&amp;nbsp;
Sayangnya, kebijakan ini menjadi kebijakan yang tidak populer  karena tidak rasional, tidak logis dan tidak merefleksikan realita.  Sewaktu-waktu, ketika Israel menggunakan F-16, bom, dan teknologi canggih  lainnya, mereka membunuh warga kami, menghancurkan rumah sakit kami dan  infrastruktur kami. Obama terlihat lebih tertarik untuk menyimak apa yang  dialami Israel ketimbang Palestina.
&amp;nbsp;
Ini jelas tidak adil dan tidak seimbang. Dialah yang justru  menginginkan ada solusi dua negara. Dia bilang, &quot;tahun depan akan ada anggota  baru di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).&quot; Sayangnya ini semua  tidak terjadi, tapi kita masih optimis, Mahmoud Abbas bisa berdialog dengan  Obama.
&amp;nbsp;
Kita juga mengucapkan selamat pada Obama dan berharap  dipriode keduanya Obama dapat mewujudkan janjinya. Dia juga harus  mempertimbangkan kepentingan nasionalnya.

Apa saja yang sudah dijanjikan Obama?
&amp;nbsp;
Dia ingin melihat Timur Tengah yang stabil, yang damai, dan  membangun hubungan baik dengan negara-negara Arab dan Islam. Ini merupakan janji  Obama dalam pidatonya di Kairo, Mesir. Saat di Jakarta, dia juga berjanji pada  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk bekerja dan memecahkan isu Palestina.

Apa harapan Palestina terhadap Obama yang baru saja meraih  priode kedua?
&amp;nbsp;
Saya berharap Obama akan lebih aktif dan membuahkan hasil  yang baik untuk Timur Tengah. Kau tidak bisa mengatasi Timur Tengah tanpa  memperdulikan isu Palestina.</description><content:encoded>JAKARTA - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N.  Mehdawi berkomentar mengenai ucapan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama  yang menyalahkan Hamas atas krisis Gaza. Menurutnya, Palestina pun sering marah  dalam menyikapi kebijakan luar negeri AS.
&amp;nbsp;
Dalam perbincangannya dengan Okezone, Mehdawi sempat  menggambarkan Obama sebagai seorang presiden keturunan Afrika yang paham akan  isu pendindasan. Mehdawi berpendapat pula, selama ini Obama juga disibukkan  dengan urusan-urusan dalam negerinya. Berikut wawancaranya dengan Okezone, di  Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Senin (19/11/2012).
&amp;nbsp;
Bagaimana sikap Palestina ketika Obama jelas-jelas  menyalahkan Hamas terkait krisis Gaza?
&amp;nbsp;
Ya, kau tahu, bapak Obama memiliki banyak masalah di politik  domestiknya. Namun dalam pemahamannya dalam situasi ini (konflik Gaza),  terkadang mereka membuat kita marah. Kita marah ketika menyikapi kebijakan luar  negeri dari AS.
&amp;nbsp;
AS masih menganggap Israel sebagai mitra strategisnya di  Timur Tengah. Mereka tidak pernah peduli bagaimana rasanya berada di posisi  Palestina, bagaimana rasanya ada di posisi Arab atau Muslim, dan bagaimana  rasanya menjadi negara Non-Blok.

Jadi, kebijakan luar negeri AS jelas tidak  realistis?
&amp;nbsp;
Sayangnya, kebijakan ini menjadi kebijakan yang tidak populer  karena tidak rasional, tidak logis dan tidak merefleksikan realita.  Sewaktu-waktu, ketika Israel menggunakan F-16, bom, dan teknologi canggih  lainnya, mereka membunuh warga kami, menghancurkan rumah sakit kami dan  infrastruktur kami. Obama terlihat lebih tertarik untuk menyimak apa yang  dialami Israel ketimbang Palestina.
&amp;nbsp;
Ini jelas tidak adil dan tidak seimbang. Dialah yang justru  menginginkan ada solusi dua negara. Dia bilang, &quot;tahun depan akan ada anggota  baru di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).&quot; Sayangnya ini semua  tidak terjadi, tapi kita masih optimis, Mahmoud Abbas bisa berdialog dengan  Obama.
&amp;nbsp;
Kita juga mengucapkan selamat pada Obama dan berharap  dipriode keduanya Obama dapat mewujudkan janjinya. Dia juga harus  mempertimbangkan kepentingan nasionalnya.

Apa saja yang sudah dijanjikan Obama?
&amp;nbsp;
Dia ingin melihat Timur Tengah yang stabil, yang damai, dan  membangun hubungan baik dengan negara-negara Arab dan Islam. Ini merupakan janji  Obama dalam pidatonya di Kairo, Mesir. Saat di Jakarta, dia juga berjanji pada  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk bekerja dan memecahkan isu Palestina.

Apa harapan Palestina terhadap Obama yang baru saja meraih  priode kedua?
&amp;nbsp;
Saya berharap Obama akan lebih aktif dan membuahkan hasil  yang baik untuk Timur Tengah. Kau tidak bisa mengatasi Timur Tengah tanpa  memperdulikan isu Palestina.</content:encoded></item></channel></rss>
