<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Palestina Siap Bekerja dengan Siapa Saja</title><description>Dubes Palestina Fariz N.  Mehdawi mengatakan,  negaranya tidak keberatan dengan siapapun yang  akan  ditugaskan untuk menjadi mediator konflik. Hal itu disebabkan karena,  isu  Palestina tidak tergantung dari siapa yang menjadi penengah.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/22/412/721829/palestina-siap-bekerja-dengan-siapa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/22/412/721829/palestina-siap-bekerja-dengan-siapa-saja"/><item><title>Palestina Siap Bekerja dengan Siapa Saja</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/22/412/721829/palestina-siap-bekerja-dengan-siapa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/22/412/721829/palestina-siap-bekerja-dengan-siapa-saja</guid><pubDate>Kamis 22 November 2012 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/22/412/721829/12ckn4Bt7a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Dubes Palestina Fariz N Mehdawi (Heru/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/22/412/721829/12ckn4Bt7a.jpg</image><title>Foto : Dubes Palestina Fariz N Mehdawi (Heru/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N.  Mehdawi mengatakan, negaranya sama sekali tidak keberatan dengan siapapun yang  akan ditugaskan untuk menjadi mediator konflik. Hal itu disebabkan karena, isu  Palestina tidak tergantung dari siapa yang menjadi penengah.
&amp;nbsp;
Mehdawi berkomentar mengenai usulan Senator Amerika Serikat  (AS) John McCain, terkait penunjukkan Bill Clinton sebagai utusan khusus  perdamaian Timur Tengah. Usulan itu diutarakan McCain di tengah memburuknya  krisis Gaza. Berikut wawancara Mehdawi dengan Okezone di Kedutaan Besar  Palestina di Jakarta, Senin (19/11/2012).
&amp;nbsp;
Apa tanggapan Anda mengenai usulan Senator AS yang ingin  mengutus Bill Clinton untuk proses perdamaian?
&amp;nbsp;
Yang terpenting dari isu ini bukanlah siapa yang memecahkan.  Isu ini berkaitan dengan sebuah kebijakan. Sayangnya, situasi politik di Israel  juga tidak baik.
&amp;nbsp;
Koalisi pemerintahan Israel yang dipimpin Benjamin Netanyahu  dan Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman terlalu ekstrim dan hal itu tidak  membantu Presiden Barack Obama. Mereka jelas-jelas lebih menyukai Mitt Romney.  Kita tahu akan adanya hubungan spesial antara AS dan Israel.
&amp;nbsp;
Namun apa Anda optimis dengan seorang mediator dari  AS?
&amp;nbsp;
Kami optimis, dan kami cukup senang bila Obama memberikan  mandat pada siapapun yang di utusnya. Mungkin itu adalah Bapak Clinton atau pun  Bapak Collin Powell dan lainnya. Kita akan menyambutnya di  Palestina.
&amp;nbsp;
Mahmoud Abbas sudah menjelaskan bahwa kita menginginkan  solusi dua negara berdasarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), berdasarkan  Resolusi DK PBB 242, berdasarkan Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem  Timur.
&amp;nbsp;
Kita juga sepakat untuk bernegosiasi masalah kepengungsian.  Tidak ada masalah besar dalam hal ini. Isu ini sudah jelas, dunia sudah jelas  akan solusi Palestina.
&amp;nbsp;
Apa saja yang dibutuhkan Palestina untuk menggapai kesuksesan  ini?
&amp;nbsp;
Kita butuh keikutsertaan, kita tidak butuh retorika dan janji  yang berlebihan. Seluruh Presiden AS berjanji, Clinton juga sempat berjanji dan  dia tidak bisa memenuhi janjinya ketika masih menjadi presiden. Namun kita tidak  memiliki masalah dengannya (Clinton), kita hanya memiliki masalah dengan  kebijakan AS. Kebijakan AS harus seimbang.</description><content:encoded>JAKARTA - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N.  Mehdawi mengatakan, negaranya sama sekali tidak keberatan dengan siapapun yang  akan ditugaskan untuk menjadi mediator konflik. Hal itu disebabkan karena, isu  Palestina tidak tergantung dari siapa yang menjadi penengah.
&amp;nbsp;
Mehdawi berkomentar mengenai usulan Senator Amerika Serikat  (AS) John McCain, terkait penunjukkan Bill Clinton sebagai utusan khusus  perdamaian Timur Tengah. Usulan itu diutarakan McCain di tengah memburuknya  krisis Gaza. Berikut wawancara Mehdawi dengan Okezone di Kedutaan Besar  Palestina di Jakarta, Senin (19/11/2012).
&amp;nbsp;
Apa tanggapan Anda mengenai usulan Senator AS yang ingin  mengutus Bill Clinton untuk proses perdamaian?
&amp;nbsp;
Yang terpenting dari isu ini bukanlah siapa yang memecahkan.  Isu ini berkaitan dengan sebuah kebijakan. Sayangnya, situasi politik di Israel  juga tidak baik.
&amp;nbsp;
Koalisi pemerintahan Israel yang dipimpin Benjamin Netanyahu  dan Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman terlalu ekstrim dan hal itu tidak  membantu Presiden Barack Obama. Mereka jelas-jelas lebih menyukai Mitt Romney.  Kita tahu akan adanya hubungan spesial antara AS dan Israel.
&amp;nbsp;
Namun apa Anda optimis dengan seorang mediator dari  AS?
&amp;nbsp;
Kami optimis, dan kami cukup senang bila Obama memberikan  mandat pada siapapun yang di utusnya. Mungkin itu adalah Bapak Clinton atau pun  Bapak Collin Powell dan lainnya. Kita akan menyambutnya di  Palestina.
&amp;nbsp;
Mahmoud Abbas sudah menjelaskan bahwa kita menginginkan  solusi dua negara berdasarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), berdasarkan  Resolusi DK PBB 242, berdasarkan Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem  Timur.
&amp;nbsp;
Kita juga sepakat untuk bernegosiasi masalah kepengungsian.  Tidak ada masalah besar dalam hal ini. Isu ini sudah jelas, dunia sudah jelas  akan solusi Palestina.
&amp;nbsp;
Apa saja yang dibutuhkan Palestina untuk menggapai kesuksesan  ini?
&amp;nbsp;
Kita butuh keikutsertaan, kita tidak butuh retorika dan janji  yang berlebihan. Seluruh Presiden AS berjanji, Clinton juga sempat berjanji dan  dia tidak bisa memenuhi janjinya ketika masih menjadi presiden. Namun kita tidak  memiliki masalah dengannya (Clinton), kita hanya memiliki masalah dengan  kebijakan AS. Kebijakan AS harus seimbang.</content:encoded></item></channel></rss>
