<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Din Syamsuddin Yakin Indonesia Jadi Teladan Perdamaian Dunia</title><description>Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengaku optimis bahwa  Indonesia bisa menjadi teladan diantara negara yang mengikuti World  Peace Forum (WPF) IV.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/23/337/722582/din-syamsuddin-yakin-indonesia-jadi-teladan-perdamaian-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/23/337/722582/din-syamsuddin-yakin-indonesia-jadi-teladan-perdamaian-dunia"/><item><title> Din Syamsuddin Yakin Indonesia Jadi Teladan Perdamaian Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/23/337/722582/din-syamsuddin-yakin-indonesia-jadi-teladan-perdamaian-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/23/337/722582/din-syamsuddin-yakin-indonesia-jadi-teladan-perdamaian-dunia</guid><pubDate>Jum'at 23 November 2012 23:44 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/23/337/722582/bJHKoeZcxd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Muhammadiyah (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/23/337/722582/bJHKoeZcxd.jpg</image><title>Muhammadiyah (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengaku optimis bahwa Indonesia bisa menjadi teladan diantara negara yang mengikuti World Peace Forum (WPF) IV.
&amp;nbsp;
&quot;Memang sangat menarik, setiap kita  menyelenggarakan WPF, selalu bertepatan dengan tragedi kemanusiaan di Palestina. Itu sebuah kebetulan saja, tapi bisa ini menjadi momentum perdamaian di dunia,&quot; ujar Din usai membuka WPF IV di Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/11/2012) malam.
&amp;nbsp;
Kata Din, acara ini bisa menjadi ajang tukar pikiran dan bisa dimanfaatkan bagi perubahan internal dan wacana global.
&amp;nbsp;
&quot;Bahkan Indonesia, telah mengawali perubahan itu melalui nilai substantif dalam pemilihan kepala daerah. Serta adanya upaya membawa kesejahteraan bersama agar bangsa majemuk siap hidup berdampingan secara damai dan toleransi. Kita berharap Indonesia mempelopori multikulturalisme yang demokratis,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Untuk diketahui, WPF IV ini diselenggarakan Muhammadiyah bekerjasama dengan Cheng Ho Multi Culture Trust Malaysia, dan Centre For Dialog and Cooperation among Civilitation (CDCC), dan mengangkat tema 'Consolidating Multicultural Democracy'.
&amp;nbsp;
Nantinya sebanyak 50 tokoh dunia dari tokoh politik, pemimpin organisasi, akademisi, dan aktivis perdamaian direncanakan hadir dalam forum yang digelar mulai 23-25 November di Hotel Novotel Bogor.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengaku optimis bahwa Indonesia bisa menjadi teladan diantara negara yang mengikuti World Peace Forum (WPF) IV.
&amp;nbsp;
&quot;Memang sangat menarik, setiap kita  menyelenggarakan WPF, selalu bertepatan dengan tragedi kemanusiaan di Palestina. Itu sebuah kebetulan saja, tapi bisa ini menjadi momentum perdamaian di dunia,&quot; ujar Din usai membuka WPF IV di Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/11/2012) malam.
&amp;nbsp;
Kata Din, acara ini bisa menjadi ajang tukar pikiran dan bisa dimanfaatkan bagi perubahan internal dan wacana global.
&amp;nbsp;
&quot;Bahkan Indonesia, telah mengawali perubahan itu melalui nilai substantif dalam pemilihan kepala daerah. Serta adanya upaya membawa kesejahteraan bersama agar bangsa majemuk siap hidup berdampingan secara damai dan toleransi. Kita berharap Indonesia mempelopori multikulturalisme yang demokratis,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Untuk diketahui, WPF IV ini diselenggarakan Muhammadiyah bekerjasama dengan Cheng Ho Multi Culture Trust Malaysia, dan Centre For Dialog and Cooperation among Civilitation (CDCC), dan mengangkat tema 'Consolidating Multicultural Democracy'.
&amp;nbsp;
Nantinya sebanyak 50 tokoh dunia dari tokoh politik, pemimpin organisasi, akademisi, dan aktivis perdamaian direncanakan hadir dalam forum yang digelar mulai 23-25 November di Hotel Novotel Bogor.</content:encoded></item></channel></rss>
