<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Damtruk Terjungkal, 9 Meninggal Belasan Kritis</title><description>Kecelakaan maut kembali terjadi di kilometer 36 jurusan Kefa-Wini, di  kampung Manufonu Kecamatan Naibenu,Timor Tengah Utara, NTT.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/23/340/722066/damtruk-terjungkal-9-meninggal-belasan-kritis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/23/340/722066/damtruk-terjungkal-9-meninggal-belasan-kritis"/><item><title>Damtruk Terjungkal, 9 Meninggal Belasan Kritis</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/23/340/722066/damtruk-terjungkal-9-meninggal-belasan-kritis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/23/340/722066/damtruk-terjungkal-9-meninggal-belasan-kritis</guid><pubDate>Jum'at 23 November 2012 05:31 WIB</pubDate><dc:creator>Sefnat Besie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/23/340/722066/JUv5veDui1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/23/340/722066/JUv5veDui1.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>KEFAMENANU - Kecelakaan maut kembali terjadi di kilometer 36 jurusan Kefa-Wini, di kampung Manufonu Kecamatan Naibenu,Timor Tengah Utara, NTT. Satu unit damtruk bermuatan batu dan belasan warga terjungkal setelah menabrak pembatas jembatan, sembilan warga tewas di tempat, sedangkan 16 warga lainnya kritis.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saat ini kami berada di TKP, sedang mengevakuasi korban luka 16 orang maupun meninggal ada 9 orang termasuk 1 anak kecil umur 4 bulan ke RSUD Kefamenanu,&amp;rdquo; jelas Kapolsek Insana, Iptu Frans Janggu saat dihubungi, Kamis (22/11/2012) malam.
&amp;nbsp;
Ia menjelaskan, musibah itu terjadi sekitar pukul 17.00 wita,  berawal saat sang sopir damtruk Klemens Kolo sedang turun dan buang air kecil (kencing), tiba-tiba seorang pemuda lain Fredy Kollo yang turut menumpang mobil itu menghidupkan mesin damtruk, hingga melaju kencang dan menabrak tiang pembatas jembatan dan terjungkal ke kanan jalan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dalam kejadian itu sopir asli turut tewas karena usai kencing ia lari mengejar mobil yang sudah melaju kencang yang dikendarai seorang pemuda, ia tewas tertindis batu bersama delapan warga lainnya,&amp;rdquo; jelas Janggu.
&amp;nbsp;
Ia menambahkan, dari  sembilan orang itu, ada seorang anak kecil berusia empat bulan juga ikut meninggal tertindis batu dari dalam mobil saat terbalik.
&amp;nbsp;
Sementara itu Hendro Kolo, salah satu keluarga korban saat dihubungi via handpone selulernya mengakui sebagian besar keluarganya berada dalam mobil naas itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebagian besar keluarga saya berada diatas dumtruk itu, Kejadiannya sekitar jam 5, sore, jauh dari perkampungan jadi kami baru tau malam ini,&amp;rdquo; kata Hendro Kolo dengan nada sedih.</description><content:encoded>KEFAMENANU - Kecelakaan maut kembali terjadi di kilometer 36 jurusan Kefa-Wini, di kampung Manufonu Kecamatan Naibenu,Timor Tengah Utara, NTT. Satu unit damtruk bermuatan batu dan belasan warga terjungkal setelah menabrak pembatas jembatan, sembilan warga tewas di tempat, sedangkan 16 warga lainnya kritis.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saat ini kami berada di TKP, sedang mengevakuasi korban luka 16 orang maupun meninggal ada 9 orang termasuk 1 anak kecil umur 4 bulan ke RSUD Kefamenanu,&amp;rdquo; jelas Kapolsek Insana, Iptu Frans Janggu saat dihubungi, Kamis (22/11/2012) malam.
&amp;nbsp;
Ia menjelaskan, musibah itu terjadi sekitar pukul 17.00 wita,  berawal saat sang sopir damtruk Klemens Kolo sedang turun dan buang air kecil (kencing), tiba-tiba seorang pemuda lain Fredy Kollo yang turut menumpang mobil itu menghidupkan mesin damtruk, hingga melaju kencang dan menabrak tiang pembatas jembatan dan terjungkal ke kanan jalan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dalam kejadian itu sopir asli turut tewas karena usai kencing ia lari mengejar mobil yang sudah melaju kencang yang dikendarai seorang pemuda, ia tewas tertindis batu bersama delapan warga lainnya,&amp;rdquo; jelas Janggu.
&amp;nbsp;
Ia menambahkan, dari  sembilan orang itu, ada seorang anak kecil berusia empat bulan juga ikut meninggal tertindis batu dari dalam mobil saat terbalik.
&amp;nbsp;
Sementara itu Hendro Kolo, salah satu keluarga korban saat dihubungi via handpone selulernya mengakui sebagian besar keluarganya berada dalam mobil naas itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebagian besar keluarga saya berada diatas dumtruk itu, Kejadiannya sekitar jam 5, sore, jauh dari perkampungan jadi kami baru tau malam ini,&amp;rdquo; kata Hendro Kolo dengan nada sedih.</content:encoded></item></channel></rss>
