<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Din Syamsudin: WPF IV Ajang Menciptakan Perdamaian di Dunia </title><description>Menurut Din Syamsudin, WPF IV merupakan  sebuah komitmen, serta tanggung jawab Muhammadiyah dalam menciptakan  tata dunia yang damai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/24/337/722585/din-syamsudin-wpf-iv-ajang-menciptakan-perdamaian-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/24/337/722585/din-syamsudin-wpf-iv-ajang-menciptakan-perdamaian-di-dunia"/><item><title>Din Syamsudin: WPF IV Ajang Menciptakan Perdamaian di Dunia </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/24/337/722585/din-syamsudin-wpf-iv-ajang-menciptakan-perdamaian-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/24/337/722585/din-syamsudin-wpf-iv-ajang-menciptakan-perdamaian-di-dunia</guid><pubDate>Sabtu 24 November 2012 00:11 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/24/337/722585/Bx8azdPOPr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/24/337/722585/Bx8azdPOPr.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>BOGOR - PP Muhammadiyah bersama Cheng Ho Multi Culture Education Trust dan Centre for Dialogue and Coorperation among Civilisation (CDCC), menyelenggarakan World Peace Forum(WPF) IV. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 150 intelektual dunia dalam sebuah forum pendekatan kultural.
&amp;nbsp;
Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin, WPF IV merupakan sebuah komitmen, serta tanggung jawab Muhammadiyah dalam menciptakan tata dunia yang damai.
&amp;nbsp;
&quot;Pentingnya mengembangkan dialog terbuka tentang masalah identitas, demokrasi, dan multikulturalisme. Situasi dunia saat ini masih sarat dengan berbagai ketegangan, konflik bahkan peperangan antar negara, kelompok, dan golongan,&quot; ujar Din dalam sambutan acara WPF IV, Jumat (23/11/2012).
&amp;nbsp;
Sebagai ajang dua tahunan, kata Din, WPF selalu menyandarkan pada konsep One Humanity, One Destiny, One Responsibility sebagai filosofi dasar multikulturalisme. &quot;Meski demokrasi merebak di berbagai negara, konflik identitas makin mengkhawatirkan,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Untuk itu, sambung dia, pada WPF selalu melibatkan kehadiran para pemimpin politik, pengambil kebijakan, cendikiawan, praktisi media, pendidik, hingga aktivis perdamaian.
&amp;nbsp;
&quot;Berbagai pihak sudah mengambil prakarsa untuk menciptakan perdamaian. Tetapi, usaha-usaha tersebut masih terbatas pada pendekatan yang bersifat politik, keamanan dan diplomatik,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, Din mengatakan perlu usaha-usaha yang bersifat kultural dengan mengembangkan berbagai program, strategi dan kerjasama dalam bidang pendidikan.
&amp;nbsp;
&quot;Pendidikan diharapkan dalam membentuk generasi yang cinta damai, pembentukan generasi yang cinta damai merupakan salah satu cara menciptakan tata dunia yang damai,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>BOGOR - PP Muhammadiyah bersama Cheng Ho Multi Culture Education Trust dan Centre for Dialogue and Coorperation among Civilisation (CDCC), menyelenggarakan World Peace Forum(WPF) IV. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 150 intelektual dunia dalam sebuah forum pendekatan kultural.
&amp;nbsp;
Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin, WPF IV merupakan sebuah komitmen, serta tanggung jawab Muhammadiyah dalam menciptakan tata dunia yang damai.
&amp;nbsp;
&quot;Pentingnya mengembangkan dialog terbuka tentang masalah identitas, demokrasi, dan multikulturalisme. Situasi dunia saat ini masih sarat dengan berbagai ketegangan, konflik bahkan peperangan antar negara, kelompok, dan golongan,&quot; ujar Din dalam sambutan acara WPF IV, Jumat (23/11/2012).
&amp;nbsp;
Sebagai ajang dua tahunan, kata Din, WPF selalu menyandarkan pada konsep One Humanity, One Destiny, One Responsibility sebagai filosofi dasar multikulturalisme. &quot;Meski demokrasi merebak di berbagai negara, konflik identitas makin mengkhawatirkan,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Untuk itu, sambung dia, pada WPF selalu melibatkan kehadiran para pemimpin politik, pengambil kebijakan, cendikiawan, praktisi media, pendidik, hingga aktivis perdamaian.
&amp;nbsp;
&quot;Berbagai pihak sudah mengambil prakarsa untuk menciptakan perdamaian. Tetapi, usaha-usaha tersebut masih terbatas pada pendekatan yang bersifat politik, keamanan dan diplomatik,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, Din mengatakan perlu usaha-usaha yang bersifat kultural dengan mengembangkan berbagai program, strategi dan kerjasama dalam bidang pendidikan.
&amp;nbsp;
&quot;Pendidikan diharapkan dalam membentuk generasi yang cinta damai, pembentukan generasi yang cinta damai merupakan salah satu cara menciptakan tata dunia yang damai,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
