<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diplomasi Total RI Perjuangkan Bangsa Palestina</title><description>Kamis sore waktu New York, AS, Sidang Majelis Umum PBB akan melakukan pemungutan suara atas resolusi yang  akan meningkatkan status Palestina dari sekadar pemantau yang diwakili  oleh PLO menjadi negara pemantau  non-anggota.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/29/411/724825/diplomasi-total-ri-perjuangkan-bangsa-palestina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/29/411/724825/diplomasi-total-ri-perjuangkan-bangsa-palestina"/><item><title>Diplomasi Total RI Perjuangkan Bangsa Palestina</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/29/411/724825/diplomasi-total-ri-perjuangkan-bangsa-palestina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/29/411/724825/diplomasi-total-ri-perjuangkan-bangsa-palestina</guid><pubDate>Kamis 29 November 2012 10:42 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/29/411/724825/0zsSgGVsan.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Palestina yang mendukung keanggotaan di PBB (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/29/411/724825/0zsSgGVsan.jpg</image><title>Warga Palestina yang mendukung keanggotaan di PBB (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Kamis sore waktu New York, Amerika Serikat (AS) Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan melakukan pemungutan suara atas resolusi yang akan meningkatkan status Palestina dari sekadar pemantau yang diwakili oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menjadi negara pemantau non-anggota (non-member observer state).&quot;Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa yang akan hadir mewakili Indonesia dalam Sidang Majelis Umum tersebut memastikan akan menyetujui resolusi ini. Sementara beberapa anggota DPR sudah memasuki Gaza untuk memberi dukungan pada rakyat Palestina dan menyalurkan berbagai bantuan dari rakyat Indonesia,&quot; ungkap pengamat hubungan internasional Hikmahanto Juwana, dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Kamis (29/11/2012).&quot;Dua hal ini merupakan diplomasi total yang dilakukan oleh Indonesia demi perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaannya. Pemerintah memperjuangkan dilevel elit antar negara di PBB, sementara anggota DPR di level people to people,&quot; tegasnya&quot;Diplomasi total seperti ini patut mendapat apresiasi karena memperlihatkan sinergitas antar komponen di Indonesia,&quot; lanjutnya.Hikmahanto juga menyambut baik dukungan solusi diakuinya dua negara, Palestina dan Israel, yang disampaikan oleh Menlu Marty Natalegawa. &quot;Eksistensi Israel sebagai negara tidak mungkin dinafikan keberadaannya. Demikian pula negara Palestina harus diakui oleh Israel dan negara-negara besar seperti Amerika Serikat. Pengakuan Indonesia atas Israel sebagai negara tentu harus menunggu pengakuan Israel terhadap Palestina sebagai negara,&quot; imbuhnya.Indonesia mendukung solusi dua negara mengingat UUD 1945 mengamanahkan agar penjajahan di atas dunia dihapuskan dan Indonesia berkewajian untuk turut serta dalam menghadirkan perdamaian dunia. Dalam perjuangan terhadap Negara Palestina, setiap komponen di pemerintahan patut menghindarkan diri dari keberpihakan faksi-faksi yang ada di elit Palestina. Dukungan Indonesia adalah kepada rakyat Palestina yang hingga saat ini terus terzalimi karena dirampas tanah dan airnya serta menjadi korban kekerasan serangan balasan Israel yang tidak proposional.Berbagai komponen bangsa di Indonesia sebaiknya tidak terjebak dalam kelompok-kelompok elit yang ada di Palestina yang berdampak pada tidak fokusnya perjuangan Indonesia terhadap rakyat Palestina.</description><content:encoded>JAKARTA - Kamis sore waktu New York, Amerika Serikat (AS) Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan melakukan pemungutan suara atas resolusi yang akan meningkatkan status Palestina dari sekadar pemantau yang diwakili oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menjadi negara pemantau non-anggota (non-member observer state).&quot;Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa yang akan hadir mewakili Indonesia dalam Sidang Majelis Umum tersebut memastikan akan menyetujui resolusi ini. Sementara beberapa anggota DPR sudah memasuki Gaza untuk memberi dukungan pada rakyat Palestina dan menyalurkan berbagai bantuan dari rakyat Indonesia,&quot; ungkap pengamat hubungan internasional Hikmahanto Juwana, dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Kamis (29/11/2012).&quot;Dua hal ini merupakan diplomasi total yang dilakukan oleh Indonesia demi perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaannya. Pemerintah memperjuangkan dilevel elit antar negara di PBB, sementara anggota DPR di level people to people,&quot; tegasnya&quot;Diplomasi total seperti ini patut mendapat apresiasi karena memperlihatkan sinergitas antar komponen di Indonesia,&quot; lanjutnya.Hikmahanto juga menyambut baik dukungan solusi diakuinya dua negara, Palestina dan Israel, yang disampaikan oleh Menlu Marty Natalegawa. &quot;Eksistensi Israel sebagai negara tidak mungkin dinafikan keberadaannya. Demikian pula negara Palestina harus diakui oleh Israel dan negara-negara besar seperti Amerika Serikat. Pengakuan Indonesia atas Israel sebagai negara tentu harus menunggu pengakuan Israel terhadap Palestina sebagai negara,&quot; imbuhnya.Indonesia mendukung solusi dua negara mengingat UUD 1945 mengamanahkan agar penjajahan di atas dunia dihapuskan dan Indonesia berkewajian untuk turut serta dalam menghadirkan perdamaian dunia. Dalam perjuangan terhadap Negara Palestina, setiap komponen di pemerintahan patut menghindarkan diri dari keberpihakan faksi-faksi yang ada di elit Palestina. Dukungan Indonesia adalah kepada rakyat Palestina yang hingga saat ini terus terzalimi karena dirampas tanah dan airnya serta menjadi korban kekerasan serangan balasan Israel yang tidak proposional.Berbagai komponen bangsa di Indonesia sebaiknya tidak terjebak dalam kelompok-kelompok elit yang ada di Palestina yang berdampak pada tidak fokusnya perjuangan Indonesia terhadap rakyat Palestina.</content:encoded></item></channel></rss>
