<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Intifada 2 Pecah, Israel Tarik Diri dari Gaza</title><description>Presiden AS Bill Clinton berhasil  membawa Perdana  Menteri Israel Ehud Barak dan Pemimpin PLO Yasser Arafat ke meja perundingan di Camp David. Namun, status   final Yerusalem dan isu pengungsi Palestina belum terselesaikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/29/412/725028/intifada-2-pecah-israel-tarik-diri-dari-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/29/412/725028/intifada-2-pecah-israel-tarik-diri-dari-gaza"/><item><title>Intifada 2 Pecah, Israel Tarik Diri dari Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/29/412/725028/intifada-2-pecah-israel-tarik-diri-dari-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/29/412/725028/intifada-2-pecah-israel-tarik-diri-dari-gaza</guid><pubDate>Kamis 29 November 2012 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/29/412/725028/pNOuZgSE4A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Simpatisan Hamas (IST)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/29/412/725028/pNOuZgSE4A.jpg</image><title>Foto : Simpatisan Hamas (IST)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton berhasil  membawa Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan Pemimpin Organisasi Pembebasan  Palestina (PLO) Yasser Arafat ke meja perundingan di Camp David. Namun, status  final Yerusalem dan isu pengungsi Palestina belum terselesaikan.
&amp;nbsp;
Tepat pada tahun 2000, intifada jilid dua terjadi dan Israel  mulai berupaya untuk merebut kembali wilayah Tepi Barat. Kurang lebih 3.223  warga Palestina dan 950 pasukan Israel terlibat dalam konflik itu.
&amp;nbsp;
Perekonomian di Tepi Barat dan Jalur Gaza langsung melemah  akibat serangan Israel. Israel langsung mendirikan tembok pemisah untuk  menghentikan serangan-serangan warga Palestina.
&amp;nbsp;
Meski demikian, intifada kedua justru memberikan sejumlah  keuntungan bagi Palestina. Salah satunya adalah, menggagalkan proyek pembangunan  pemukiman yang direncanakan Israel.
&amp;nbsp;
Ariel Sharon yang pada 2001 menjabat sebagai Perdana Menteri  Israel mencetuskan kebijakan untuk menjauhi Jalur Gaza. Namun Sharon berjanji,  dirinya akan menjadikan pemukiman di Gaza sama seperti di Tel  Aviv.
&amp;nbsp;
Partai politik baru di Israel, Kadima, muncul dari pecahan  Likud. Namun Kadima lebih memprioritaskan perdamaian dengan Palestina. Ehud  Olmert yang memimpin Kadima, setelah pindah dari Likud mengatakan bahwa, &quot;tidak  akan ada lagi, Israel raya.&quot; Demikian diberitakan Haaretz, Kamis  (29/11/2012).
&amp;nbsp;
Tepat pada 11 November 2004, Yasser Arafat yang menjabat  sebagai Presiden Otoritas Palestina meninggal dunia. Jabatan Arafat langsung  dipegang oleh Rawhi Fattuh sampai 15 Januari 2005, Palestina pun menggelar  pemilu untuk memilih pemimpin barunya.
&amp;nbsp;
Israel pun memutuskan untuk menarik diri dari Jalur Gaza, dan  muncul pergolakan politik di wilayah itu. Gaza menjadi arena persaingan antara  PLO dan Hamas. Mahmoud Abbas dicalonkan oleh fraksi PLO di Pemilu Presiden  Palestina. Abbas merupakan sosok yang ingin menghentikan intifada dan memulai  dialog damai dengan Israel. Namun Abbas tetap menolak untuk melucuti senjata  para warga Palestina.
&amp;nbsp;
Hasil pemilu diboikot oleh Hamas dan Hamas tetap menyerukan  gerakan perlawanan terahadap Palestina. Hamas pun memenangkan pemilu parlemen  pada 2006 dan menawarkan Israel gencatan senjata selama 10 tahun. Namun Hamas  justru dipandang sebagai kelompok teroris oleh Barat dan juga Israel.
&amp;nbsp;
Hamas akhirnya melayangkan surat ke Presiden AS George Bush  dan mengatakan, fraksinya menerima keputusan pembangunan Negara Palestina  berdasarkan garis batas 1967. Namun Bush tidak membalas surat itu.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton berhasil  membawa Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan Pemimpin Organisasi Pembebasan  Palestina (PLO) Yasser Arafat ke meja perundingan di Camp David. Namun, status  final Yerusalem dan isu pengungsi Palestina belum terselesaikan.
&amp;nbsp;
Tepat pada tahun 2000, intifada jilid dua terjadi dan Israel  mulai berupaya untuk merebut kembali wilayah Tepi Barat. Kurang lebih 3.223  warga Palestina dan 950 pasukan Israel terlibat dalam konflik itu.
&amp;nbsp;
Perekonomian di Tepi Barat dan Jalur Gaza langsung melemah  akibat serangan Israel. Israel langsung mendirikan tembok pemisah untuk  menghentikan serangan-serangan warga Palestina.
&amp;nbsp;
Meski demikian, intifada kedua justru memberikan sejumlah  keuntungan bagi Palestina. Salah satunya adalah, menggagalkan proyek pembangunan  pemukiman yang direncanakan Israel.
&amp;nbsp;
Ariel Sharon yang pada 2001 menjabat sebagai Perdana Menteri  Israel mencetuskan kebijakan untuk menjauhi Jalur Gaza. Namun Sharon berjanji,  dirinya akan menjadikan pemukiman di Gaza sama seperti di Tel  Aviv.
&amp;nbsp;
Partai politik baru di Israel, Kadima, muncul dari pecahan  Likud. Namun Kadima lebih memprioritaskan perdamaian dengan Palestina. Ehud  Olmert yang memimpin Kadima, setelah pindah dari Likud mengatakan bahwa, &quot;tidak  akan ada lagi, Israel raya.&quot; Demikian diberitakan Haaretz, Kamis  (29/11/2012).
&amp;nbsp;
Tepat pada 11 November 2004, Yasser Arafat yang menjabat  sebagai Presiden Otoritas Palestina meninggal dunia. Jabatan Arafat langsung  dipegang oleh Rawhi Fattuh sampai 15 Januari 2005, Palestina pun menggelar  pemilu untuk memilih pemimpin barunya.
&amp;nbsp;
Israel pun memutuskan untuk menarik diri dari Jalur Gaza, dan  muncul pergolakan politik di wilayah itu. Gaza menjadi arena persaingan antara  PLO dan Hamas. Mahmoud Abbas dicalonkan oleh fraksi PLO di Pemilu Presiden  Palestina. Abbas merupakan sosok yang ingin menghentikan intifada dan memulai  dialog damai dengan Israel. Namun Abbas tetap menolak untuk melucuti senjata  para warga Palestina.
&amp;nbsp;
Hasil pemilu diboikot oleh Hamas dan Hamas tetap menyerukan  gerakan perlawanan terahadap Palestina. Hamas pun memenangkan pemilu parlemen  pada 2006 dan menawarkan Israel gencatan senjata selama 10 tahun. Namun Hamas  justru dipandang sebagai kelompok teroris oleh Barat dan juga Israel.
&amp;nbsp;
Hamas akhirnya melayangkan surat ke Presiden AS George Bush  dan mengatakan, fraksinya menerima keputusan pembangunan Negara Palestina  berdasarkan garis batas 1967. Namun Bush tidak membalas surat itu.</content:encoded></item></channel></rss>
