<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hamas dan Fatah Berseteru</title><description>Hamas dan Fatah atau Organisasi Pembebasan  Palestina (PLO) kerap  mengalami perseteruan usai formasi Kabinet Palestina 2006  terbentuk.  Serangan-serangan antara kedua fraksi itu terjadi dan menimbulkan   banyak korban.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/29/412/725032/hamas-dan-fatah-berseteru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/29/412/725032/hamas-dan-fatah-berseteru"/><item><title>Hamas dan Fatah Berseteru</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/29/412/725032/hamas-dan-fatah-berseteru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/29/412/725032/hamas-dan-fatah-berseteru</guid><pubDate>Kamis 29 November 2012 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/29/412/725032/60ZDtpIF2H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Haniyeh &amp; Abbas (IST)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/29/412/725032/60ZDtpIF2H.jpg</image><title>Foto : Haniyeh &amp; Abbas (IST)</title></images><description>JAKARTA - Hamas dan Fatah atau Organisasi Pembebasan  Palestina (PLO) kerap mengalami perseteruan usai formasi Kabinet Palestina 2006  terbentuk. Serangan-serangan antara kedua fraksi itu terjadi dan menimbulkan  banyak korban.
&amp;nbsp;
Hamas dan Fatah membangun pemerintahan bersatu yang dipimpin  oleh seorang perdana menteri dari Hamas, Ismail Haniyeh. Namun perseteruan Hamas  dan Fatah terus berlangsung dan para pasukan Hamas berupaya mengambil alih Jalur  Gaza.
&amp;nbsp;
Peperangan terus berlanjut hingga 14 Juni 2007, muncul  ledakan di Jalur Gaza. Pejabat Fatah mengatakan, aparat keamanan mulai  dikerahkan untuk menghadang Hamas. Namun pada akhirnya Hamas berhasil mengambil  kota di dekat Rafah (perbatasan Mesir). Demikian diberitakan Associated Press,  Kamis (29/11/2012).
&amp;nbsp;
Israel dan Amerika Serikat (AS) tidak menyambut berdirinya  pemerintahan yang melibatkan Hamas. Oleh karena itulah, mereka terus berupaya  untuk memperkuat posisi Mahmoud Abbas sebagai Presiden Otoritas Palestina.
&amp;nbsp;
Negeri Paman Sam langsung menjanjikan bantuan dana senilai  puluhan juta dolar untuk membantu para pasukan pengawal Abbas. Israel juga  memperbolehkan arus masuk senjata ringan ke prajurit pengawal Abbas. AS  menutup-nutupi distribusi senjata itu dengan menggunakan kedok berupa pengiriman  seragam militer.
&amp;nbsp;
Perang antar-fraksi itu juga menimbulkan beberapa konsekuensi  politik di Palestina. Abbas memutuskan pembubaran terhadap pemerintahan  koalisinya dan memecat Ismail Haniyeh. Meski demikian, Haniyeh memandang langkah  Abbas sebagai langkah yang tergesa-gesa. Haniyeh tetap bekerja keras untuk  memulihkan persatuan Palestina.
&amp;nbsp;
AS menyambut keputusan Abbas yang memecat Hamas dan  membubarkan pemerintahan koalisi itu. Menurut Menteri Luar Negeri AS Condoleezza  Rice, Abbas sudah berjuang untuk mengakhiri krisis dan menciptakan perdamaian di  Palestina.</description><content:encoded>JAKARTA - Hamas dan Fatah atau Organisasi Pembebasan  Palestina (PLO) kerap mengalami perseteruan usai formasi Kabinet Palestina 2006  terbentuk. Serangan-serangan antara kedua fraksi itu terjadi dan menimbulkan  banyak korban.
&amp;nbsp;
Hamas dan Fatah membangun pemerintahan bersatu yang dipimpin  oleh seorang perdana menteri dari Hamas, Ismail Haniyeh. Namun perseteruan Hamas  dan Fatah terus berlangsung dan para pasukan Hamas berupaya mengambil alih Jalur  Gaza.
&amp;nbsp;
Peperangan terus berlanjut hingga 14 Juni 2007, muncul  ledakan di Jalur Gaza. Pejabat Fatah mengatakan, aparat keamanan mulai  dikerahkan untuk menghadang Hamas. Namun pada akhirnya Hamas berhasil mengambil  kota di dekat Rafah (perbatasan Mesir). Demikian diberitakan Associated Press,  Kamis (29/11/2012).
&amp;nbsp;
Israel dan Amerika Serikat (AS) tidak menyambut berdirinya  pemerintahan yang melibatkan Hamas. Oleh karena itulah, mereka terus berupaya  untuk memperkuat posisi Mahmoud Abbas sebagai Presiden Otoritas Palestina.
&amp;nbsp;
Negeri Paman Sam langsung menjanjikan bantuan dana senilai  puluhan juta dolar untuk membantu para pasukan pengawal Abbas. Israel juga  memperbolehkan arus masuk senjata ringan ke prajurit pengawal Abbas. AS  menutup-nutupi distribusi senjata itu dengan menggunakan kedok berupa pengiriman  seragam militer.
&amp;nbsp;
Perang antar-fraksi itu juga menimbulkan beberapa konsekuensi  politik di Palestina. Abbas memutuskan pembubaran terhadap pemerintahan  koalisinya dan memecat Ismail Haniyeh. Meski demikian, Haniyeh memandang langkah  Abbas sebagai langkah yang tergesa-gesa. Haniyeh tetap bekerja keras untuk  memulihkan persatuan Palestina.
&amp;nbsp;
AS menyambut keputusan Abbas yang memecat Hamas dan  membubarkan pemerintahan koalisi itu. Menurut Menteri Luar Negeri AS Condoleezza  Rice, Abbas sudah berjuang untuk mengakhiri krisis dan menciptakan perdamaian di  Palestina.</content:encoded></item></channel></rss>
