<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>GP Ansor: Masalah Sutan Bhatoegana Sudah Selesai</title><description>Ketum GP Ansor, Nusron Wahid, mengatakan sangat mernghargai apa yang  telah dilakukan Sutan. Menurutnya, dengan begitu kasus sudah dianggap  selesai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/30/339/725302/gp-ansor-masalah-sutan-bhatoegana-sudah-selesai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/11/30/339/725302/gp-ansor-masalah-sutan-bhatoegana-sudah-selesai"/><item><title>GP Ansor: Masalah Sutan Bhatoegana Sudah Selesai</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/11/30/339/725302/gp-ansor-masalah-sutan-bhatoegana-sudah-selesai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/11/30/339/725302/gp-ansor-masalah-sutan-bhatoegana-sudah-selesai</guid><pubDate>Jum'at 30 November 2012 06:59 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/30/339/725302/ip3x8RqTDG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sutan Bhatoegana (Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/30/339/725302/ip3x8RqTDG.jpg</image><title>Sutan Bhatoegana (Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Permintaan maaf Politikus Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, kepada keluarga besar KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), juga sudah diterima dan dimaafkan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor.
&amp;nbsp;
Ketum GP Ansor, Nusron Wahid, mengatakan sangat mernghargai apa yang telah dilakukan Sutan. Menurutnya, dengan begitu kasus sudah dianggap selesai.
&amp;nbsp;
&quot;Kader Ansor menghargai apa yang dilakukan Sutan, karena itu sudahlah. Kader Ansor kembali ke aktivitas awalnya lagi,&quot; kata Nusron saat dihubungi Okezone, Kamis (29/11/2012).
&amp;nbsp;
Dia menganggap, persoalan seperti ini menjadi pembelajaran agar kepada setiap orang untuk bertutur kata dengan sopan, santun dan menjaga perasaan. &quot;Kasus ini jadi pembelajaran untuk bertutur kata santun, sopan dan menjaga perasaan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Nuron juga berpesan kepada seluruh warga Nahdliyin, untuk kembali tenang dan menganggap kasus ini sudah ditutup. &amp;ldquo;Jangan-lah menambah persoalan,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;
Sutan Bathoegana sendiri menjadi sorotan setelah melontarkan pernyataan kontroversial. Politikus kelahiran Pematang Siantar itu, menuding pemerintahan Gus Dur jatuh akibat terlibat skandal Bruneigate dan Bullogate. Pernyataan itu terlontar dalam sebuah diskusi di DPR beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Permintaan maaf Politikus Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, kepada keluarga besar KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), juga sudah diterima dan dimaafkan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor.
&amp;nbsp;
Ketum GP Ansor, Nusron Wahid, mengatakan sangat mernghargai apa yang telah dilakukan Sutan. Menurutnya, dengan begitu kasus sudah dianggap selesai.
&amp;nbsp;
&quot;Kader Ansor menghargai apa yang dilakukan Sutan, karena itu sudahlah. Kader Ansor kembali ke aktivitas awalnya lagi,&quot; kata Nusron saat dihubungi Okezone, Kamis (29/11/2012).
&amp;nbsp;
Dia menganggap, persoalan seperti ini menjadi pembelajaran agar kepada setiap orang untuk bertutur kata dengan sopan, santun dan menjaga perasaan. &quot;Kasus ini jadi pembelajaran untuk bertutur kata santun, sopan dan menjaga perasaan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Nuron juga berpesan kepada seluruh warga Nahdliyin, untuk kembali tenang dan menganggap kasus ini sudah ditutup. &amp;ldquo;Jangan-lah menambah persoalan,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;
Sutan Bathoegana sendiri menjadi sorotan setelah melontarkan pernyataan kontroversial. Politikus kelahiran Pematang Siantar itu, menuding pemerintahan Gus Dur jatuh akibat terlibat skandal Bruneigate dan Bullogate. Pernyataan itu terlontar dalam sebuah diskusi di DPR beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
