<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengamat : Sutan Bhatoegana Lakukan Akrobat Politik</title><description>Peneliti Kajian Budaya dan Pengamat Sosial Universitas Indonesia  (UI) Devie Rahmawati menilai apa yang dilakukan fungsionaris Partai  Demokrat Sutan Bhatoegana dengan menghina mantan Presiden Abdurrahman  Wahid korupsi, merupakan tindakan akrobat politik. </description><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/01/339/725990/pengamat-sutan-bhatoegana-lakukan-akrobat-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/12/01/339/725990/pengamat-sutan-bhatoegana-lakukan-akrobat-politik"/><item><title>Pengamat : Sutan Bhatoegana Lakukan Akrobat Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/01/339/725990/pengamat-sutan-bhatoegana-lakukan-akrobat-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/12/01/339/725990/pengamat-sutan-bhatoegana-lakukan-akrobat-politik</guid><pubDate>Sabtu 01 Desember 2012 17:09 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/01/339/725990/Ndal4yZTdn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: (dok okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/01/339/725990/Ndal4yZTdn.jpg</image><title>Foto: (dok okezone)</title></images><description>DEPOK - Peneliti Kajian Budaya dan Pengamat Sosial Universitas Indonesia  (UI) Devie Rahmawati menilai apa yang dilakukan fungsionaris Partai  Demokrat Sutan Bhatoegana dengan menghina mantan Presiden Abdurrahman  Wahid korupsi, merupakan tindakan akrobat politik.   Hal itu menjadi pelajaran penting bagi para politikus dalam melakukan  komunikasi politik. Devie menilai, tak hanya Sutan, sebagai partai penguasa, Partai Demokrat  banyak memasang pionir yang gemar berakrobat dalam berbicara. Tak  sedikit pula yang menjadi kontroversial.  &quot;Sutan Bhatoegana sedang melakukan akrobat politik, pelajaran penting  politikus. Harusnya jauh lebih hati - hati dalam berbicara, memang  politik harus matang, demokrasi matang kalau aktornya matang. Jadi poin  untuk partai bisa mendidik kadernya. Kader bukan hanya tambang emas,  selebritas, tapi harus matang emosi kepribadian,&quot; ujarnya saat  berbincang dengan Okezone, Sabtu (01/12/12).  Tak hanya itu, Devie menilai masyarakat membutuhkan pemimpin atau imam  yang memiliki intelektual, cerdas, dan berani serta bermoral. Untuk  memenangkan sesuatu, lanjut Devie, seharusnya tidak dengan menjatuhkan  orang lain.  &quot;Seperti kemarin pertarungan presiden AS kemarin. Para politisi salah  satunya Roomney menghina Obama, forum tertutup, popularitas Obama sempat  jatuh terjun bebas. Masyarakat itu termometer bagi para partai.  Masyarakat sangat ekspresif. Sekarang punya saluran, aktif, tak takut  lagi, kritis,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>DEPOK - Peneliti Kajian Budaya dan Pengamat Sosial Universitas Indonesia  (UI) Devie Rahmawati menilai apa yang dilakukan fungsionaris Partai  Demokrat Sutan Bhatoegana dengan menghina mantan Presiden Abdurrahman  Wahid korupsi, merupakan tindakan akrobat politik.   Hal itu menjadi pelajaran penting bagi para politikus dalam melakukan  komunikasi politik. Devie menilai, tak hanya Sutan, sebagai partai penguasa, Partai Demokrat  banyak memasang pionir yang gemar berakrobat dalam berbicara. Tak  sedikit pula yang menjadi kontroversial.  &quot;Sutan Bhatoegana sedang melakukan akrobat politik, pelajaran penting  politikus. Harusnya jauh lebih hati - hati dalam berbicara, memang  politik harus matang, demokrasi matang kalau aktornya matang. Jadi poin  untuk partai bisa mendidik kadernya. Kader bukan hanya tambang emas,  selebritas, tapi harus matang emosi kepribadian,&quot; ujarnya saat  berbincang dengan Okezone, Sabtu (01/12/12).  Tak hanya itu, Devie menilai masyarakat membutuhkan pemimpin atau imam  yang memiliki intelektual, cerdas, dan berani serta bermoral. Untuk  memenangkan sesuatu, lanjut Devie, seharusnya tidak dengan menjatuhkan  orang lain.  &quot;Seperti kemarin pertarungan presiden AS kemarin. Para politisi salah  satunya Roomney menghina Obama, forum tertutup, popularitas Obama sempat  jatuh terjun bebas. Masyarakat itu termometer bagi para partai.  Masyarakat sangat ekspresif. Sekarang punya saluran, aktif, tak takut  lagi, kritis,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
