<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PAN Siap Koalisi untuk Antar Hatta Rajasa Jadi RI 1</title><description>Partai Amanat Nasional (PAN) siap berkoalisi dengan parati politik lain  untuk mengusung Hatta Rajasa menjadi calon presiden pada Pilpres 2014  mendatang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/04/339/727102/pan-siap-koalisi-untuk-antar-hatta-rajasa-jadi-ri-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/12/04/339/727102/pan-siap-koalisi-untuk-antar-hatta-rajasa-jadi-ri-1"/><item><title>PAN Siap Koalisi untuk Antar Hatta Rajasa Jadi RI 1</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/04/339/727102/pan-siap-koalisi-untuk-antar-hatta-rajasa-jadi-ri-1</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/12/04/339/727102/pan-siap-koalisi-untuk-antar-hatta-rajasa-jadi-ri-1</guid><pubDate>Selasa 04 Desember 2012 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/04/339/727102/75m2BDQCb7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hatta Rajasa (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/04/339/727102/75m2BDQCb7.jpg</image><title>Hatta Rajasa (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) siap berkoalisi dengan parati politik lain untuk mengusung Hatta Rajasa menjadi calon presiden pada Pilpres 2014 mendatang. Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) juga mendukung dilakukannya revisi terhadap Undang-Undang (UU) nomor 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden (Pilpres).Namun, di sisi lain, PAN juga mengusulkan Presidential Threshold diturunkan dari 20 persen menjadi 15 persen. PAN sendiri telah mendeklarasikan Ketua Umum Hatta Radjasa sebagai capres.&quot;Seandainya tidak cukup (Presidential Treshold) kan harus berkoalisi. Karena Ketum kami mau maju jadi capres, tentu kami akan berkoalisi,&quot; kata anggota Fraksi PAN Taslim Chaniago kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2012).Taslim berpendapat jika jumlah Presidential Threshold terlalu kecil, atau disamakan dengan jumlah Parliamenthary Treshold sebesar 3,5 persen, maka akan semakin banyak figur yang muncul sebagai capres.Selain itu, dikhawatirkan dengan banyaknya capres yang bermunculan juga akan berdampak pada munculnya sistem Pilpres dua putaran. Seperti diketahui, jika sebuah pemilu dilakukan dua putaran, maka hal itu akan memboroskan anggaran negara.&quot;Nanti terlalu banyak calon presidennya juga. Nanti bisa dua putaran nantinya. Walaupun dengan sekarang bisa dua putaran. Kemungkinan satu putaran punya peluang. Kalau satu putaran biayanya lebih murah,&quot; tegas Taslim.</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) siap berkoalisi dengan parati politik lain untuk mengusung Hatta Rajasa menjadi calon presiden pada Pilpres 2014 mendatang. Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) juga mendukung dilakukannya revisi terhadap Undang-Undang (UU) nomor 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden (Pilpres).Namun, di sisi lain, PAN juga mengusulkan Presidential Threshold diturunkan dari 20 persen menjadi 15 persen. PAN sendiri telah mendeklarasikan Ketua Umum Hatta Radjasa sebagai capres.&quot;Seandainya tidak cukup (Presidential Treshold) kan harus berkoalisi. Karena Ketum kami mau maju jadi capres, tentu kami akan berkoalisi,&quot; kata anggota Fraksi PAN Taslim Chaniago kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2012).Taslim berpendapat jika jumlah Presidential Threshold terlalu kecil, atau disamakan dengan jumlah Parliamenthary Treshold sebesar 3,5 persen, maka akan semakin banyak figur yang muncul sebagai capres.Selain itu, dikhawatirkan dengan banyaknya capres yang bermunculan juga akan berdampak pada munculnya sistem Pilpres dua putaran. Seperti diketahui, jika sebuah pemilu dilakukan dua putaran, maka hal itu akan memboroskan anggaran negara.&quot;Nanti terlalu banyak calon presidennya juga. Nanti bisa dua putaran nantinya. Walaupun dengan sekarang bisa dua putaran. Kemungkinan satu putaran punya peluang. Kalau satu putaran biayanya lebih murah,&quot; tegas Taslim.</content:encoded></item></channel></rss>
