<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mali Sempat Kesulitan Hadiri Pertemuan OKI</title><description>Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Sari Gumelar  menilai, Mali harus didukung untuk terus  memberdayakan perempuan. Dukungan itu didasarkan karena Indonesia dan  Mali sama-sama negara anggota OKI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/06/411/728515/mali-sempat-kesulitan-hadiri-pertemuan-oki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/12/06/411/728515/mali-sempat-kesulitan-hadiri-pertemuan-oki"/><item><title>Mali Sempat Kesulitan Hadiri Pertemuan OKI</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/06/411/728515/mali-sempat-kesulitan-hadiri-pertemuan-oki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/12/06/411/728515/mali-sempat-kesulitan-hadiri-pertemuan-oki</guid><pubDate>Kamis 06 Desember 2012 22:02 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/06/411/728515/fclR7nbFK1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok.OIC</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/06/411/728515/fclR7nbFK1.jpg</image><title>Foto: Dok.OIC</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Sari Gumelar menilai, sebagai negara berkembang, Mali harus didukung untuk terus memberdayakan perempuan. Dukungan itu didasarkan karena Indonesia dan Mali sama-sama negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).&quot;Kita ingin bisa menolong negara-negara OKI yang membutuhkan bantuan. Perlu penyesuaian tentang apa yang bisa kita lakukan mengenai perlindungan perempuan dan anak di Mali. Kami memberikan semangat pada Mali,&quot; ujar Linda di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/12/2012).Linda pun menjelaskan bahwa para delegasi-delegasi Mali mengalami kesulitan ketika harus hadir di Jakarta. Hal itu disebabkan karena negara Afrika yang masih mengalami gejolak politik itu tidak memiliki Kedutaan Besar Republik Indonesia.&quot;Kita tidak punya Kedutaan Mali, mereka (delegasi) yang mau kesini harus mendapat visa dari luar negeri bila mereka ingin ke Indonesia. Sesama negara OKI, kita juga harus memberi support,&quot; imbuhnya.Selain mengadakan pertemuan bilateral dengan Mali, Mozambik dan Uni Emirat Arab, Indonesia juga mengadakan pertemuan serupa dengan Iran, Kuwait dan Afghanistan. Pertemuan-pertemuan itu dimanfaatkan sebagai ajang pertukaran pandangan Indonesia dan negara-negara anggota OKI.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Sari Gumelar menilai, sebagai negara berkembang, Mali harus didukung untuk terus memberdayakan perempuan. Dukungan itu didasarkan karena Indonesia dan Mali sama-sama negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).&quot;Kita ingin bisa menolong negara-negara OKI yang membutuhkan bantuan. Perlu penyesuaian tentang apa yang bisa kita lakukan mengenai perlindungan perempuan dan anak di Mali. Kami memberikan semangat pada Mali,&quot; ujar Linda di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/12/2012).Linda pun menjelaskan bahwa para delegasi-delegasi Mali mengalami kesulitan ketika harus hadir di Jakarta. Hal itu disebabkan karena negara Afrika yang masih mengalami gejolak politik itu tidak memiliki Kedutaan Besar Republik Indonesia.&quot;Kita tidak punya Kedutaan Mali, mereka (delegasi) yang mau kesini harus mendapat visa dari luar negeri bila mereka ingin ke Indonesia. Sesama negara OKI, kita juga harus memberi support,&quot; imbuhnya.Selain mengadakan pertemuan bilateral dengan Mali, Mozambik dan Uni Emirat Arab, Indonesia juga mengadakan pertemuan serupa dengan Iran, Kuwait dan Afghanistan. Pertemuan-pertemuan itu dimanfaatkan sebagai ajang pertukaran pandangan Indonesia dan negara-negara anggota OKI.</content:encoded></item></channel></rss>
