<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Bojonegoro Jadikan Ulat &amp; Kepompong Santapan Sehari-Hari</title><description>Ulat maupun kepompong bagi sebagian orang dianggap sebagai hewan yang  menjijikkan, namun hal tersebut tidak berlaku bagi warga di lereng hutan  di Kecamatan Dander.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/06/521/728384/warga-bojonegoro-jadikan-ulat-kepompong-santapan-sehari-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/12/06/521/728384/warga-bojonegoro-jadikan-ulat-kepompong-santapan-sehari-hari"/><item><title>Warga Bojonegoro Jadikan Ulat &amp; Kepompong Santapan Sehari-Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/06/521/728384/warga-bojonegoro-jadikan-ulat-kepompong-santapan-sehari-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/12/06/521/728384/warga-bojonegoro-jadikan-ulat-kepompong-santapan-sehari-hari</guid><pubDate>Kamis 06 Desember 2012 21:06 WIB</pubDate><dc:creator>Alham M Ubey</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/06/521/728384/uJQ4EV931L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/06/521/728384/uJQ4EV931L.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi</title></images><description>BOJONEGORO - Ulat maupun kepompong bagi sebagian orang dianggap sebagai hewan yang menjijikkan, namun hal tersebut tidak berlaku bagi warga di lereng hutan di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Hewan tersebut justru dijadikan masakan yang lezat dan menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat setempat.
&amp;nbsp;
Sudah satu pekan, warga di kawasan hutan jati tersebut terlihat sibuk melakukan aktifitasnya di tengah semak belukar di dalam hutan. Mereka bergerombol di semak belukar hutan jati, dan sibuk membalik dedaunan jati kering yang berserakan di atas tanah untuk mencari  ulat yang merayap di bawah daun, maupun kepompong diantara gulungan daun jati kering.
&amp;nbsp;
Ulat yang ditangkap dibawa pulang untuk di masak, namun sebelumnya  harus dicuci lebih dulu, kemudian disiapkan bahan-bahan untuk bumbu masakan ulat tersebut. Setelah bumbu selesai dibuat, barulah ulat langsung dimasukan ke dalam wajan yang sudah bercampur dengan bumbu dan minyak goreng.
&amp;nbsp;
Tanpa rasa geli maupun takut, salah seorang warga Ardi, langsung melahap ulat yang sudah dimasak ini. Menurut mereka, masakan ulat maupun kepompong ini bisa mereka nikmati dua sampai tiga minggu dalam setahun yaitu pada saat baru memasuki musim hujan seperti sekarang ini.</description><content:encoded>BOJONEGORO - Ulat maupun kepompong bagi sebagian orang dianggap sebagai hewan yang menjijikkan, namun hal tersebut tidak berlaku bagi warga di lereng hutan di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Hewan tersebut justru dijadikan masakan yang lezat dan menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat setempat.
&amp;nbsp;
Sudah satu pekan, warga di kawasan hutan jati tersebut terlihat sibuk melakukan aktifitasnya di tengah semak belukar di dalam hutan. Mereka bergerombol di semak belukar hutan jati, dan sibuk membalik dedaunan jati kering yang berserakan di atas tanah untuk mencari  ulat yang merayap di bawah daun, maupun kepompong diantara gulungan daun jati kering.
&amp;nbsp;
Ulat yang ditangkap dibawa pulang untuk di masak, namun sebelumnya  harus dicuci lebih dulu, kemudian disiapkan bahan-bahan untuk bumbu masakan ulat tersebut. Setelah bumbu selesai dibuat, barulah ulat langsung dimasukan ke dalam wajan yang sudah bercampur dengan bumbu dan minyak goreng.
&amp;nbsp;
Tanpa rasa geli maupun takut, salah seorang warga Ardi, langsung melahap ulat yang sudah dimasak ini. Menurut mereka, masakan ulat maupun kepompong ini bisa mereka nikmati dua sampai tiga minggu dalam setahun yaitu pada saat baru memasuki musim hujan seperti sekarang ini.</content:encoded></item></channel></rss>
