<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angelina Sondakh Nyesal Terjun ke Dunia Politik</title><description>Setelah terjerat kasus korupsi, mantan anggota Komisi X DPR RI, Angelina  Sondakh mengaku menyesal telah terjun ke dalam dunia politik.  Bahkan, dia kapok terjun ke dunia politik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/14/339/732470/angelina-sondakh-nyesal-terjun-ke-dunia-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/12/14/339/732470/angelina-sondakh-nyesal-terjun-ke-dunia-politik"/><item><title>Angelina Sondakh Nyesal Terjun ke Dunia Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/14/339/732470/angelina-sondakh-nyesal-terjun-ke-dunia-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/12/14/339/732470/angelina-sondakh-nyesal-terjun-ke-dunia-politik</guid><pubDate>Jum'at 14 Desember 2012 20:33 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/14/339/732470/2N9RU7SXmI.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/14/339/732470/2N9RU7SXmI.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Setelah terjerat kasus korupsi, mantan anggota Komisi X DPR RI, Angelina Sondakh (Angie) mengaku menyesal telah terjun ke dalam dunia politik. Bahkan, dia kapok terjun ke dunia politik.&quot;Yang saya sesalkan adalah niat baik itu tak selalu berujung baik. Tapi membawa musibah bukan hanya pada saya tapi juga ke anak-anak saya,&quot; kata Angie seusai menjalani persidangan di pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2012).Padahal, sebelum terjun ke politik, janda almarhum Aji Masaid itu menilai dengan terjun ke politik bisa menyuarakan aspirasi. &quot;Dulu saya teriak-teriak d ijalan,kalau teman-teman tahu, susah sekali untuk memasukan aspirasi kedalam kebijakan, dulu saya berpikir melalui politik saya bisa lebih menyuarakan aspirasi,&quot; tandasnya.Angie menambahkan, setelah proses hukum yang membelitnya selesai, Angie mengatakan akan lebih banyak mengurus anak-anaknya dan orang tuanya. Seperti diketahui, Angie terjerat dalam kasus dugaan korupsi di kementerian pendidikan dan kementerian pemuda dan olahraga. Angie&amp;nbsp; diduga menerima suap dari mantan Direktur Marketing Permai Grup Mindo Rossalina Manulang. Angie diduga menerima imbalan dari Rossa&amp;nbsp; senilai total Rp 12 miliar dan 2.350.000 dollar AS (Rp 21 miliar) untuk mengarahkan proyek pengadaan fasilitas sarana dan pra sarana di beberapa universitas.</description><content:encoded>JAKARTA- Setelah terjerat kasus korupsi, mantan anggota Komisi X DPR RI, Angelina Sondakh (Angie) mengaku menyesal telah terjun ke dalam dunia politik. Bahkan, dia kapok terjun ke dunia politik.&quot;Yang saya sesalkan adalah niat baik itu tak selalu berujung baik. Tapi membawa musibah bukan hanya pada saya tapi juga ke anak-anak saya,&quot; kata Angie seusai menjalani persidangan di pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2012).Padahal, sebelum terjun ke politik, janda almarhum Aji Masaid itu menilai dengan terjun ke politik bisa menyuarakan aspirasi. &quot;Dulu saya teriak-teriak d ijalan,kalau teman-teman tahu, susah sekali untuk memasukan aspirasi kedalam kebijakan, dulu saya berpikir melalui politik saya bisa lebih menyuarakan aspirasi,&quot; tandasnya.Angie menambahkan, setelah proses hukum yang membelitnya selesai, Angie mengatakan akan lebih banyak mengurus anak-anaknya dan orang tuanya. Seperti diketahui, Angie terjerat dalam kasus dugaan korupsi di kementerian pendidikan dan kementerian pemuda dan olahraga. Angie&amp;nbsp; diduga menerima suap dari mantan Direktur Marketing Permai Grup Mindo Rossalina Manulang. Angie diduga menerima imbalan dari Rossa&amp;nbsp; senilai total Rp 12 miliar dan 2.350.000 dollar AS (Rp 21 miliar) untuk mengarahkan proyek pengadaan fasilitas sarana dan pra sarana di beberapa universitas.</content:encoded></item></channel></rss>
