<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Harus Perbaiki Hubungan dengan Malaysia</title><description>Pertemuan Konsultasi Tahunan antara Indonesia dan Malaysia di Kuala  Lumpur pada 18-19 Desember ini, sepatutnya membahas ketidakharmonisan dalam hubungan  negara tetangga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/19/337/734100/sby-harus-perbaiki-hubungan-dengan-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/12/19/337/734100/sby-harus-perbaiki-hubungan-dengan-malaysia"/><item><title>SBY Harus Perbaiki Hubungan dengan Malaysia</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/19/337/734100/sby-harus-perbaiki-hubungan-dengan-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/12/19/337/734100/sby-harus-perbaiki-hubungan-dengan-malaysia</guid><pubDate>Rabu 19 Desember 2012 01:34 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Pertemuan Konsultasi Tahunan antara Indonesia dan Malaysia di Kuala Lumpur pada 18-19 Desember ini, sepatutnya mengangkat hal-hal fundamental terkait ketidakharmonisan yang sering terjadi dalam hubungan negara tetangga.
&amp;nbsp;
Untuk itu, forum tertinggi kedua negara yang akan akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, itu harus menawarkan pengembalian kerukunan antarbangsa serumpun akibat sering dicabik oleh kepentingan sepihak Malaysia.
&amp;nbsp;
&quot;Presiden SBY diharapkan mengobarkan keberanian, utamanya menyentuh pudarnya semangat persahabatan kedua pihak, termasuk menekankan pandangan kritis atas banyaknya kasus pelecehan kemanusiaan oleh pihak Malaysia terhadap keberadaan WNI/TKI di negeri jiran tersebut,&quot; kata Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, di Jakarta, Selasa (18/12/2012).
&amp;nbsp;
Dikatakan Syahganda, Presiden SBY juga harus mengingatkan berbagai tindakan ceroboh dan terkesan sengaja aparat Malaysia, dalam melakukan pelanggaran kedaulatan di wilayah NKRI secara berulang-ulang.
&amp;nbsp;
Selain itu, kasus penghinaan oleh mantan Menteri Penerangan Malaysia, Zainudin Maidin dengan menuduh BJ Habibie sebagai pengkhianat bangsa pun memerlukan penolakan tegas dari Presiden SBY. Mengingat sikap tidak terhormat Zainuddin itu telah melukai perasaan bangsa Indonesia yang tergolong menghormati BJ Habibie selaku mantan Presiden.
&amp;nbsp;
&quot;Momentum pertemuan Indonesia dan Malaysia kali ini, jelas tak boleh mengabaikan situasi terus memburuk dalam dinamika persahabatan kedua negara akhir-akhir ini, dan bila tidak dibicarakan serius hal itu dapat memunculkan kemelut permusuhan yang semakin parah di kemudian hari,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Syahganda pun menyesali, terjadinya perkembangan yang tidak sehat antara Indonesia-Malaysia dan juga harus disadari penuh para pemimpin Malaysia.
&amp;nbsp;
&quot;Jadi, jangan dikira soal masa depan hubungan Indonesia dan Malaysia itu sekadar untuk kebutuhan nasional Indonesia, sebab seandainya terganggu justru Malaysia akan banyak mengalami kerugian yang membahayakan di tataran regional,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertemuan Konsultasi Tahunan antara Indonesia dan Malaysia di Kuala Lumpur pada 18-19 Desember ini, sepatutnya mengangkat hal-hal fundamental terkait ketidakharmonisan yang sering terjadi dalam hubungan negara tetangga.
&amp;nbsp;
Untuk itu, forum tertinggi kedua negara yang akan akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, itu harus menawarkan pengembalian kerukunan antarbangsa serumpun akibat sering dicabik oleh kepentingan sepihak Malaysia.
&amp;nbsp;
&quot;Presiden SBY diharapkan mengobarkan keberanian, utamanya menyentuh pudarnya semangat persahabatan kedua pihak, termasuk menekankan pandangan kritis atas banyaknya kasus pelecehan kemanusiaan oleh pihak Malaysia terhadap keberadaan WNI/TKI di negeri jiran tersebut,&quot; kata Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, di Jakarta, Selasa (18/12/2012).
&amp;nbsp;
Dikatakan Syahganda, Presiden SBY juga harus mengingatkan berbagai tindakan ceroboh dan terkesan sengaja aparat Malaysia, dalam melakukan pelanggaran kedaulatan di wilayah NKRI secara berulang-ulang.
&amp;nbsp;
Selain itu, kasus penghinaan oleh mantan Menteri Penerangan Malaysia, Zainudin Maidin dengan menuduh BJ Habibie sebagai pengkhianat bangsa pun memerlukan penolakan tegas dari Presiden SBY. Mengingat sikap tidak terhormat Zainuddin itu telah melukai perasaan bangsa Indonesia yang tergolong menghormati BJ Habibie selaku mantan Presiden.
&amp;nbsp;
&quot;Momentum pertemuan Indonesia dan Malaysia kali ini, jelas tak boleh mengabaikan situasi terus memburuk dalam dinamika persahabatan kedua negara akhir-akhir ini, dan bila tidak dibicarakan serius hal itu dapat memunculkan kemelut permusuhan yang semakin parah di kemudian hari,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Syahganda pun menyesali, terjadinya perkembangan yang tidak sehat antara Indonesia-Malaysia dan juga harus disadari penuh para pemimpin Malaysia.
&amp;nbsp;
&quot;Jadi, jangan dikira soal masa depan hubungan Indonesia dan Malaysia itu sekadar untuk kebutuhan nasional Indonesia, sebab seandainya terganggu justru Malaysia akan banyak mengalami kerugian yang membahayakan di tataran regional,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
