<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anas-Ibas Satu Paket Kasus Hambalang</title><description>Kasus korupsi Proyek Hambalang selain menyeret Menpora Andi Malarangeng  juga akan melibatkan Anas Urbaningrum dan Edi Baskoro alias Ibas yang  disebut merupakan satu paket.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/20/339/735191/anas-ibas-satu-paket-kasus-hambalang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/12/20/339/735191/anas-ibas-satu-paket-kasus-hambalang"/><item><title>Anas-Ibas Satu Paket Kasus Hambalang</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/20/339/735191/anas-ibas-satu-paket-kasus-hambalang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/12/20/339/735191/anas-ibas-satu-paket-kasus-hambalang</guid><pubDate>Kamis 20 Desember 2012 23:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/20/339/735191/sLcrfGHXfl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anas Urbaningrum dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/20/339/735191/sLcrfGHXfl.jpg</image><title>Anas Urbaningrum dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>DENPASAR - Kasus korupsi Proyek Hambalang selain menyeret Menpora Andi Malarangeng juga akan melibatkan Anas Urbaningrum dan Edi Baskoro alias Ibas yang disebut merupakan satu paket.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Hal itu disampaikan pegiat media sosial (citizen journalism), Iwan Piliang menanggapi kasus Hambalang yang diibaratkan telah menjadi bola liar.
&amp;nbsp;
Dalam analisanya, yang dibidik KPK awalnya justru Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum namun yang terjadi di luar skenario, justru Andi terlebih dahulu yang dijerat.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau skenario sebenarnya, Anas diduluin, tapi ini kan di luar pakem. Kita tidak tahu, bola liarnya akan ke mana,&quot; katanya di Denpasar, Kamis (20/12/2012).
&amp;nbsp;
Hanya saja, meskipun saat ini Anas masih bisa melenggang, Iwan punya keyakinan tidak akan lolos.
&quot;Kalau aku bilang sih gak akan lolos, tinggal tunggu waktu saja,&amp;rdquo; katanya menegaskan.
&amp;nbsp;
Iwan buru-buru menambahkan, jika sampai Anas dinyatakan terlibat dan menjadi tersangka korupsi Hambalang maka Ibas juga akan menyusul masuk. &quot;Pertanyaannya, apakah rela, persoalan sekarang tinggal bargaining saja,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Karena itu dia berharap sampai akhir tahun ini akan ada kejutan dari KPK. &amp;ldquo;Yang jelas besok itu hari spesialnya Samad (Abraham Samad). Saya pikir sebelum akhir tahun, akan ada kejutan sepertinya,&amp;rdquo; ucapnya yakin.
&amp;nbsp;
Menurut pengamatannya, keterlibatan Anas dalam kasus ini cukup jelas sebagaimana saksi-saksi dan keterangan yang terungkap selama ini. Beberapa bukti yang menguatkan, adanya aliran dana masuk untuk dua elit Partai Demokrat itu seperti pemberian Nazaruddin kepada Ibas.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ibas diberi Nazar Rp35 miliar. Dibelikan rumah di mangunsarkoro, Menteng sebesar Rp26 miliar. Itu jelas-jelas uang Hambalang,&amp;rdquo; bebernya.
&amp;nbsp;
Demikian juga dengan Anas, jelas-jelas satu perusahaan dengan Nazaruddin. &quot;Jadi kurang saksi apa?&amp;rdquo; ucapnya bertanya.
&amp;nbsp;
Dia juga mengatakan jika uang diterima Mahfud dari proyek Hambalang dan lainnnya bukan saja untuk kepentingan Kongres Partai Demokrat bagi pemenangan Anas namun juga untuk kepentingan tahun 2014.
&amp;nbsp;
Pada akhirnya, sambung Iwan yang muncul adalah &quot;in the matter of floor or in the matter of fact&quot; atau lebih cenderung dilihat di atas permukaan ketimbang kenyataan.</description><content:encoded>DENPASAR - Kasus korupsi Proyek Hambalang selain menyeret Menpora Andi Malarangeng juga akan melibatkan Anas Urbaningrum dan Edi Baskoro alias Ibas yang disebut merupakan satu paket.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Hal itu disampaikan pegiat media sosial (citizen journalism), Iwan Piliang menanggapi kasus Hambalang yang diibaratkan telah menjadi bola liar.
&amp;nbsp;
Dalam analisanya, yang dibidik KPK awalnya justru Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum namun yang terjadi di luar skenario, justru Andi terlebih dahulu yang dijerat.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau skenario sebenarnya, Anas diduluin, tapi ini kan di luar pakem. Kita tidak tahu, bola liarnya akan ke mana,&quot; katanya di Denpasar, Kamis (20/12/2012).
&amp;nbsp;
Hanya saja, meskipun saat ini Anas masih bisa melenggang, Iwan punya keyakinan tidak akan lolos.
&quot;Kalau aku bilang sih gak akan lolos, tinggal tunggu waktu saja,&amp;rdquo; katanya menegaskan.
&amp;nbsp;
Iwan buru-buru menambahkan, jika sampai Anas dinyatakan terlibat dan menjadi tersangka korupsi Hambalang maka Ibas juga akan menyusul masuk. &quot;Pertanyaannya, apakah rela, persoalan sekarang tinggal bargaining saja,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Karena itu dia berharap sampai akhir tahun ini akan ada kejutan dari KPK. &amp;ldquo;Yang jelas besok itu hari spesialnya Samad (Abraham Samad). Saya pikir sebelum akhir tahun, akan ada kejutan sepertinya,&amp;rdquo; ucapnya yakin.
&amp;nbsp;
Menurut pengamatannya, keterlibatan Anas dalam kasus ini cukup jelas sebagaimana saksi-saksi dan keterangan yang terungkap selama ini. Beberapa bukti yang menguatkan, adanya aliran dana masuk untuk dua elit Partai Demokrat itu seperti pemberian Nazaruddin kepada Ibas.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ibas diberi Nazar Rp35 miliar. Dibelikan rumah di mangunsarkoro, Menteng sebesar Rp26 miliar. Itu jelas-jelas uang Hambalang,&amp;rdquo; bebernya.
&amp;nbsp;
Demikian juga dengan Anas, jelas-jelas satu perusahaan dengan Nazaruddin. &quot;Jadi kurang saksi apa?&amp;rdquo; ucapnya bertanya.
&amp;nbsp;
Dia juga mengatakan jika uang diterima Mahfud dari proyek Hambalang dan lainnnya bukan saja untuk kepentingan Kongres Partai Demokrat bagi pemenangan Anas namun juga untuk kepentingan tahun 2014.
&amp;nbsp;
Pada akhirnya, sambung Iwan yang muncul adalah &quot;in the matter of floor or in the matter of fact&quot; atau lebih cenderung dilihat di atas permukaan ketimbang kenyataan.</content:encoded></item></channel></rss>
