<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hashim Bangun Pusat Rehabilitasi Satwa Harimau Sumatera</title><description>Pengusaha Hashim Djojohadikusumo tergugah untuk membangun Pusat Rehabilitasi Satwa untuk Selamatkan Harimau Sumatera.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/20/340/735193/hashim-bangun-pusat-rehabilitasi-satwa-harimau-sumatera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/12/20/340/735193/hashim-bangun-pusat-rehabilitasi-satwa-harimau-sumatera"/><item><title>Hashim Bangun Pusat Rehabilitasi Satwa Harimau Sumatera</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/20/340/735193/hashim-bangun-pusat-rehabilitasi-satwa-harimau-sumatera</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/12/20/340/735193/hashim-bangun-pusat-rehabilitasi-satwa-harimau-sumatera</guid><pubDate>Kamis 20 Desember 2012 23:59 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/20/340/735193/XhnWyzzOp5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi harimau Sumatera ditangkap warga (Dok: Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/20/340/735193/XhnWyzzOp5.jpg</image><title>Ilustrasi harimau Sumatera ditangkap warga (Dok: Sindo TV)</title></images><description>JAKARTA - Pengusaha Hashim Djojohadikusumo tergugah untuk membangun Pusat Rehabilitasi Satwa untuk Selamatkan Harimau Sumatera. Pembangunan pusat rehabilitasi melalui perusahaannya PT Tidar Kerinci Agung (PT TKA) itu disebabkan karena semakin berkurangnya populasi Harimau Sumatera.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Kata Hashim, keberadaan Harimau Sumatera yang semakin terancam di habitat alamnya, telah menimbulkan keprihatinan yg mendalam. &quot;Indonesia harus segera melakukan tindakan dalam sebuah kesadaran kerjasama, sebagai tanggungjawab anak bangsa,&quot; kata Hashim dalam keterangannya, Kamis (20/12/2012).
&amp;nbsp;
Pusat Rehabilitas Satwa di Sumbar merupakan kebutuhan konservasi yg mendesak. Tingginya konflik hidup antara manusia dan kehidupan liar (human-wildlife conflict) memerlukan upaya penyelamatan dan dan perlindungan satwa liar, terutama harimau Sumatera dan satwa spesies asli Sumatera lainnya.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, diantara delapan sub spesies harimau yang tersebar di dunia, tiga diantaranya berasal dari Indonesia, yaitu Harimau Sumatera, Harimau Bali, dan Harimau Jawa. Harimau Bali sudah dinyatakan punah pada tahun 1940, sedangkan Harimau Jawa sudah dinyatakan punah sejak tahun 1980-an. Dengan demikian yang tersisa tinggal Harimau Sumatera.
&amp;nbsp;
Penandatanganan perjanjian kerjasama pembentukan Pusat Rehabilitasi Satwa telah ditandatangani oleh Sahdin Zunaidi, Kepala BKSDA Sumbar dan Hashim Djojohadikusumo, Dirut TKA, di Padang hari ini.
&amp;nbsp;
&quot;Kami menyiapkan areal seluas 2.400 Ha ini akan kami gunakan  khusus untuk kegiatan Pusat Rehabilitasi Satwa,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan,  PT TKA sendiri telah beroperasi sejak 1986 dan mengelola HGU seluas 28.000 Ha. Sebagian arealnya dicadangkan untuk areal konservasi yang diberi nama Areal Konservasi Prof. DR. Soemitro Djojohadikusumo.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusaha Hashim Djojohadikusumo tergugah untuk membangun Pusat Rehabilitasi Satwa untuk Selamatkan Harimau Sumatera. Pembangunan pusat rehabilitasi melalui perusahaannya PT Tidar Kerinci Agung (PT TKA) itu disebabkan karena semakin berkurangnya populasi Harimau Sumatera.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Kata Hashim, keberadaan Harimau Sumatera yang semakin terancam di habitat alamnya, telah menimbulkan keprihatinan yg mendalam. &quot;Indonesia harus segera melakukan tindakan dalam sebuah kesadaran kerjasama, sebagai tanggungjawab anak bangsa,&quot; kata Hashim dalam keterangannya, Kamis (20/12/2012).
&amp;nbsp;
Pusat Rehabilitas Satwa di Sumbar merupakan kebutuhan konservasi yg mendesak. Tingginya konflik hidup antara manusia dan kehidupan liar (human-wildlife conflict) memerlukan upaya penyelamatan dan dan perlindungan satwa liar, terutama harimau Sumatera dan satwa spesies asli Sumatera lainnya.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, diantara delapan sub spesies harimau yang tersebar di dunia, tiga diantaranya berasal dari Indonesia, yaitu Harimau Sumatera, Harimau Bali, dan Harimau Jawa. Harimau Bali sudah dinyatakan punah pada tahun 1940, sedangkan Harimau Jawa sudah dinyatakan punah sejak tahun 1980-an. Dengan demikian yang tersisa tinggal Harimau Sumatera.
&amp;nbsp;
Penandatanganan perjanjian kerjasama pembentukan Pusat Rehabilitasi Satwa telah ditandatangani oleh Sahdin Zunaidi, Kepala BKSDA Sumbar dan Hashim Djojohadikusumo, Dirut TKA, di Padang hari ini.
&amp;nbsp;
&quot;Kami menyiapkan areal seluas 2.400 Ha ini akan kami gunakan  khusus untuk kegiatan Pusat Rehabilitasi Satwa,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan,  PT TKA sendiri telah beroperasi sejak 1986 dan mengelola HGU seluas 28.000 Ha. Sebagian arealnya dicadangkan untuk areal konservasi yang diberi nama Areal Konservasi Prof. DR. Soemitro Djojohadikusumo.</content:encoded></item></channel></rss>
