<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelompok Teroris Mulai Ekspansi ke Papua</title><description>Pengamat teroris Al Chaidar mengatakan, gerakan terorisme secara  diam-diam telah berekspansi ke Papua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/26/337/737015/kelompok-teroris-mulai-ekspansi-ke-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/12/26/337/737015/kelompok-teroris-mulai-ekspansi-ke-papua"/><item><title>Kelompok Teroris Mulai Ekspansi ke Papua</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/26/337/737015/kelompok-teroris-mulai-ekspansi-ke-papua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/12/26/337/737015/kelompok-teroris-mulai-ekspansi-ke-papua</guid><pubDate>Rabu 26 Desember 2012 08:25 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/26/337/737015/i3pQEr2Eae.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/26/337/737015/i3pQEr2Eae.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat teroris Al Chaidar mengatakan, gerakan terorisme secara diam-diam telah berekspansi ke Papua. Menurut Chaidar, gerakan terorisme di Papua berasal dari kelompok teroris Poso.&quot;Mereka sudah sampai di Papua,&quot; kata Al Chaidar saat berbincang dengan Okezone, Selasa (25/12/2012) malam.Chaidar menambahkan, Papua sebenarnya sudah terjamah gerakan terorisme sejak 2011 silam. Semula, kata dia, gerakan teroris menjadikan Papua hanya sebagai tempat persembunyian. Lama-kelamaan, mereka menjadikan wilayah yang diwarnai konflik antara Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan pemerintah ini sebagai sebagai basis perjuangan menegakkan syariat Islam. &quot;Di sana ada konflik bersenjata antara Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan Pemerintah. Situasi konflik ini dianggap kondusif oleh mereka,&quot; terangnya.Menurut Chaidar, teroris yang menjamah Papua adalah kelompok Komando Mujahidin Indonesia Timur (KMIT) pimpinan Santoso. Kelompok ini disebut-sebut gabungan dari kekuatan Misbah yang dipimpin Abu Hanifah dan kekuatan Umar Bin Khattab dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). &quot;Dua kekuatan ini sangat luar biasa besar. Misbah memiliki kemapuan tempur bagus,&quot; kata Al-Chaidar.Dia menambahkan, pimpinan KMIT, Santoso, memiliki kemampuan merakit bom dengan daya ledak tinggi (high explossive). Dalam aksinya, Santoso mengambil target pasar, gereja, sekolah, dan pusat-pusat pemerintahan.&quot;Santoso itu salah satu murid dari doktor Azhari dan dekat dengan Nurdin M Top. Dia juga pernah membom rumah calon yang maju di Pilkada,&quot; ungkap Chaidar.Selain itu, kata Chaidar, Santoso mahir dalam taktik berperang yang diperolehnya langsung dari Kepulauan Mindanao, Filipina. Dia juga disebut-sebut pernah terlibat aktif dalam kerusuhan di Maluku, Poso, dan sejumlah pengeboman di Makassar.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat teroris Al Chaidar mengatakan, gerakan terorisme secara diam-diam telah berekspansi ke Papua. Menurut Chaidar, gerakan terorisme di Papua berasal dari kelompok teroris Poso.&quot;Mereka sudah sampai di Papua,&quot; kata Al Chaidar saat berbincang dengan Okezone, Selasa (25/12/2012) malam.Chaidar menambahkan, Papua sebenarnya sudah terjamah gerakan terorisme sejak 2011 silam. Semula, kata dia, gerakan teroris menjadikan Papua hanya sebagai tempat persembunyian. Lama-kelamaan, mereka menjadikan wilayah yang diwarnai konflik antara Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan pemerintah ini sebagai sebagai basis perjuangan menegakkan syariat Islam. &quot;Di sana ada konflik bersenjata antara Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan Pemerintah. Situasi konflik ini dianggap kondusif oleh mereka,&quot; terangnya.Menurut Chaidar, teroris yang menjamah Papua adalah kelompok Komando Mujahidin Indonesia Timur (KMIT) pimpinan Santoso. Kelompok ini disebut-sebut gabungan dari kekuatan Misbah yang dipimpin Abu Hanifah dan kekuatan Umar Bin Khattab dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). &quot;Dua kekuatan ini sangat luar biasa besar. Misbah memiliki kemapuan tempur bagus,&quot; kata Al-Chaidar.Dia menambahkan, pimpinan KMIT, Santoso, memiliki kemampuan merakit bom dengan daya ledak tinggi (high explossive). Dalam aksinya, Santoso mengambil target pasar, gereja, sekolah, dan pusat-pusat pemerintahan.&quot;Santoso itu salah satu murid dari doktor Azhari dan dekat dengan Nurdin M Top. Dia juga pernah membom rumah calon yang maju di Pilkada,&quot; ungkap Chaidar.Selain itu, kata Chaidar, Santoso mahir dalam taktik berperang yang diperolehnya langsung dari Kepulauan Mindanao, Filipina. Dia juga disebut-sebut pernah terlibat aktif dalam kerusuhan di Maluku, Poso, dan sejumlah pengeboman di Makassar.</content:encoded></item></channel></rss>
