<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korsel Berencana Beli Pesawat Mata-Mata</title><description>Korsel dikabarkan tertarik untuk membeli pesawat tanpa  awak atau drone yang digunakan untuk keperluan mata-mata. Korsel  sebelumnya mengajukan penawaran sebesar USD1,2 miliar atau sekira  Rp11,5 triliun untuk pembelian drone itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/26/413/737037/korsel-berencana-beli-pesawat-mata-mata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/12/26/413/737037/korsel-berencana-beli-pesawat-mata-mata"/><item><title>Korsel Berencana Beli Pesawat Mata-Mata</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/26/413/737037/korsel-berencana-beli-pesawat-mata-mata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/12/26/413/737037/korsel-berencana-beli-pesawat-mata-mata</guid><pubDate>Rabu 26 Desember 2012 09:03 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/26/413/737037/CqySlclaGU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Drone milik AS (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/26/413/737037/CqySlclaGU.jpg</image><title>Drone milik AS (Foto: AFP)</title></images><description>WASHINGTON - Korea Selatan (Korsel) dikabarkan tertarik untuk membeli pesawat tanpa awak atau drone yang digunakan untuk keperluan mata-mata. Korsel sebelumnya telah mengajukan penawaran sebesar USD1,2 miliar atau sekira Rp11,5 triliun (Rp9.650 per USD), untuk pembelian drone itu.Negeri Gingseng itu memerlukan sistem mata-mata ini untuk menjalani tanggungjawab pemenuhan informasi intelijen, yang merupakan kesepakatan kerja sama militer dengan Amerika Serikat (AS). Diperkirakan proposal dana itu akan digunakan untuk membeli empat pesawat tanpa awak jenis Global Hawks keluaran Northrop Gruman.Pesawat jenis ini dikendalikan lewat sistem kendali jarak jauh dengan dilengkapi kemampuan pengintaian tingkat tinggi. Bukan tidak mungkin pesawat ini akan digunakan untuk mengawasi pihak Korea Utara (Korut).&quot;Pesawat tersebut akan digunakan untuk mengumpulkan data intelijen dan bisa mendukung kemampuan Korsel untuk memonitor ancaman regional pada 2015 dan seterusnya,&quot; ujar pihak Pentagon, seperti dikutip Reuters, Rabu (26/12/2012).Kerja sama militer antara Amerika dan Korsel terus meningkat bersamaan dengan peran Negeri Paman Sam pada Perang Korea pada 1950-1953. Pihak Korsel pun sudah menunjukkan ketertarikannya atas pesawat Global Hawk setidaknya sejak empat tahun terakhir.</description><content:encoded>WASHINGTON - Korea Selatan (Korsel) dikabarkan tertarik untuk membeli pesawat tanpa awak atau drone yang digunakan untuk keperluan mata-mata. Korsel sebelumnya telah mengajukan penawaran sebesar USD1,2 miliar atau sekira Rp11,5 triliun (Rp9.650 per USD), untuk pembelian drone itu.Negeri Gingseng itu memerlukan sistem mata-mata ini untuk menjalani tanggungjawab pemenuhan informasi intelijen, yang merupakan kesepakatan kerja sama militer dengan Amerika Serikat (AS). Diperkirakan proposal dana itu akan digunakan untuk membeli empat pesawat tanpa awak jenis Global Hawks keluaran Northrop Gruman.Pesawat jenis ini dikendalikan lewat sistem kendali jarak jauh dengan dilengkapi kemampuan pengintaian tingkat tinggi. Bukan tidak mungkin pesawat ini akan digunakan untuk mengawasi pihak Korea Utara (Korut).&quot;Pesawat tersebut akan digunakan untuk mengumpulkan data intelijen dan bisa mendukung kemampuan Korsel untuk memonitor ancaman regional pada 2015 dan seterusnya,&quot; ujar pihak Pentagon, seperti dikutip Reuters, Rabu (26/12/2012).Kerja sama militer antara Amerika dan Korsel terus meningkat bersamaan dengan peran Negeri Paman Sam pada Perang Korea pada 1950-1953. Pihak Korsel pun sudah menunjukkan ketertarikannya atas pesawat Global Hawk setidaknya sejak empat tahun terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
